Daftar SNI

Judul NO NSPM Ringkasan Bidang Tahun Jenis
Judul NO NSPM Ringkasan Bidang Tahun Jenis
Analisis Harga Satuan Pekerjaan Beton Pracetak Insitu Untuk Konstruksi Bangunan Gedung SNI 7832-2017 Standar ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dengan jenis pekerjaan beton pracetak meliputi: a) pekerjaan pembuatan beton pracetak sebagian; b) pekerjaan pembuatan beton pracetak penuh; c) pekerjaan ereksi konstruksi beton pracetak untuk sampai dengan 24 lantai (dengan ketinggian per lantai ? 6 m dan kolom multi lantai ? 12 m); d) pekerjaan sambungan konstruksi beton pracetak; e) pekerjaan cetakan (bekisting) menggunakan kayu dan phenol film. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2017 Tata Cara
Analisis hidrologi, hidraulik, dan kriteria desain bangunan di sungai SNI 1724:2015 Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri. SUMBER DAYA AIR 2015 Tata Cara
Atmosfer standar untuk pengondisian dan/atau pengujian- spesifikasi SNI ISO 554-2014 Standar ini menetapkan tiga kondisi atmosfer JALAN DAN JEMBATAN 2014 Spesifikasi
Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain SNI 1727-2013 Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2013 Tata Cara
Cara koreksi kepadatan tanah yang mengandung butiran kasar SNI 1976 : 2008 Standar ini menguraikan suatu prosedur untuk mengkoreksi atau menyesuaikan kepadatan tanah dan campuran agregat tanah sebagai kompensasi terhadap perbedaan persentase butiran kasar yang tertahan saringan No. 4 (4,75 mm) atau saringan ¾” (19,0 mm) UMUM 2008 Metode
Cara uji abrasi beton di laboratorium SNI 3419 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya koefisien abrasi beton di Laboratorium yang akan dipakai sebagai pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan air akibat aliran nilai sedimen. UMUM 2008 Metode
Cara uji analisis ukuran butir tanah SNI 3423 : 2008 Cara uji ini merupakan prosedur untuk mendapatkan jumlah dari distribusi ukuran butir tanah. UMUM 2008 Metode
Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung SNI 1740 : 2008 Standar ini memuat petunjuk pengujian bakar yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, prosedur pengujian dan kriteria hasil uji Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Metode
Cara uji berat isi beton ringan struktural SNI 3402 : 2008 Cara uji ini mencakup prosedur penentuan berat isi dalam keadaan kering oven dan keadaan seimbang dari beton ringan struktural. UMUM 2008 Metode
Cara uji berat jenis aspal keras SNI 2441:2011 Cara uji ini mencakup penentuan berat jenis dan berat isi aspal keras dengan menggunakan pignometer. Cara uji berat jenis aspal keras ini dapat digunakan terhadap semua jenis aspal keras termasuk aspal modifikasi. UMUM 2011 Metode
Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus SNI 1970 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji berat jenis curah kering dan berat jenis semu (apparent) serta penyerapan air agregat halus. Agregat halus adalah agregat yang ukuran butirannya lebih kecil dari 4,75 mm (No. 4). UMUM 2008 Metode
Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar SNI 1969 : 2008 Standar ini menentukan berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. Agregat kasar adalah agregat yang ukuran butirannya lebih besar dari 4,75mm (no.4). Berat jenis dapat dinyatakan dengan berat Berat jenis dapat dinyatakan dengan berat jenis curah kering, berat jenis curah pada kondisi jenuh kering permukaan atau berat jenis semu, berat jenis curah ( Jenuh kering permukaan ) Dan penyerapan air berdasarkan pada kondisi setelah ( 24±4) Jam direndam didalam air. Cara uji ini tidak ditujukan untuk digunakan pada pengujian agregat ringan. UMUM 2008 Metode
Cara uji berat jenis tanah SNI 1964 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur uji untuk menentukan berat jenis tanah lolos saringan 4,75 mm (No. 4) menggunakan alat piknometer. Apabila tanah mengandung partikel lebih besar saringan 4,75 mm (No. 4), maka bagian yang tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) diuji sesuai dengan SNI 03-1969-1990. Apabila tanah merupakan gabungan dari partikel yang lebih besar dan lebih kecil dari saringan 4,75 mm (No. 4), maka contoh tanah harus dipisahkan menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4). UMUM 2008 Metode
Cara uji bliding dari beton segar SNI 4156 : 2008 Cara uji ini mencakup penentuan jumlah kandungan air pencampur yang akan terpisah dari contoh uji beton segar. Cara uji ini terdiri dari 2 cara yang dibedakan atas derajat pemadatan sesuai kondisi contoh beton. UMUM 2008 Metode
Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan SNI 1738-2011 Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). UMUM 2011 Metode
Cara uji daktilitas aspal SNI 2432:2011 Standar ini mencakup pengujian daktilitas aspal keras, residu aspal emulsi, residu aspal cair dan bitumen aspal alam yang menunjukkan pemuluran aspal. UMUM 2011 Metode
Cara uji geser triaksial tekan pada batu di laboratorium SNI 2815 - 2011 Metode ini digunakan dalam pengujian laboratorium geser dengan cara uji langsung terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji tanah. Hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser tanah terganggu yang terkonsolidasi. UMUM 2011 Metode
Cara uji identifikasi aspal emulsi kationik yang mengikat cepat (Cationic Rapid Setting-CRS) SNI 8136 : 2015 Standar ini menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi aspal emulsi kationik yang mengikat cepat (CRS), ditentukan berdasarkan ketidak mampuannya untuk menyelimuti pasir silika tertentu sehingga membedakannya dari kelas yang mengikat sedang (CMS) dan mengikat lambat (CSS). UMUM 2015 Metode
Cara uji jalar api pada permukaan bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung SNI 1739 : 2008 Standar ini memuat petunjuk pengujian jalar api pada permukaan bahan yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, prosedur pengujian dan kriteria hasil uji. Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Metode
Cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan mengandung aspal dengan cara penyulingan SNI 2490 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kadar air dalam peroduk minyak dan bahan yang mengandung aspal (RC, MC, SC) Dengan penyulingan (Distillation) Pada rentang kadar air antara 0% sampai 25% terhadap volume. UMUM 2008 Metode
Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektroda selektif ion SNI 06-6876-2002 Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak, NH4-N terlarut dalam air dengan elektrode selektif ion. Standar ini digunakan untukmengukur kadar amoniak pada rentang kadar antara 0,03 mg/L NH3-N sampai dengan 1400 mg/L NH3-N dalam air minum, air permukaan, air limbah domestik dan air limbah industri, baik yang keruh maupun yang warna. UMUM 2002 Metode
Cara uji kadar sulfida dalam air dengan iodometri SNI 06-6875-2002 Standar ini merupakan cara untuk menguji kadar sulfida dalam air dengan cara iodometri serta sumber berasal dari air dan air limbah. Standar ini digunakan untuk menguji sulfida dalam contoh air yang kadarnya lebih besar dari 0,1 mg/L UMUM 2002 Metode
Cara uji kandungan udara dalam beton segar dengan metoda tekan SNI 3418 : 2011 Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume. UMUM 2011 Metode
Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles SNI 2417 : 2008 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk pengujian keausan agregat kasar dengan ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran 2,36 mm (saringan No.8) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. UMUM 2008 Metode
Cara uji kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan SNI 3966-2012 Pengujian ini meliputi persyaratan dan ketentuan-ketentuan terhadap pengujian bantalan karet jembatan yang dibuat dari bahan kare alam atau dari bahan karet sintetis dengan atau tanpa penguat pelat baja. JALAN DAN JEMBATAN 2012 Metode
Cara uji kekesatan pada permukaan perkerasan menggunakan alat mu-meter SNI 6748 : 2008 Standar ini menetapkan cara pengukuran kekesatan (the side force friction) pemukaan perkerasan menggunakan alat yang biasanya disebut Mu-Meter. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Metode
Cara uji kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat british pendulum tester (bpt) SNI 4427 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur untuk mengukur kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat British Pendulum Skid Resistance Tester (BPT),Termasuk prosedur untuk mengkalibrasi alat uji. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Metode
Cara Uji Kelarutan Aspal SNI 2438 : 2015 Standar ini menetapkan cara uji kelarutan yang dilakukan untuk menentukan derajat kelarutan dalam trichloroethylene (TCE) atau 1,1,1 trichloroethylene pada bahan aspal yang tidak atau sedikit mengandung mineral. UMUM 2015 Metode
Cara uji kelarutan aspal modifikasi dalam toluen dengan alat sentrifus SNI 7461 : 2008 Standar ini digunakan untuk menentukan kelarutan aspak polimer dan aspal modifikasi dalam toluene dengan menggunakan alat sentripus. UMUM 2008 Metode
Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap SNI 2435 : 2008 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya koefisien kelulusan air dengan tekanan konstan pada contoh tanah. UMUM 2008 Metode
Cara uji kelulusan air bertekanan SNI 2411 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kelulusan air bertekanan di lapangan, untuk memperoleh koefisien kelulusan air dan nilai Lugeon suatu lapisan tanah dan batuan dengan cara injeksi air ke dalam lubang bor, termasuk perhitungan dan penentuan hasil pengujian. UMUM 2008 Metode
Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus dengan tinggi tekan menurun SNI 03-6870-2002 Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus yang mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan rendah, misalnya tanah lanauan atau lempengan, baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh yang dipadatkan kembali. UMUM 2002 Metode
Cara uji kelulusan air untuk tanah berbutir kasar dengan tinggi tekan tetap SNI 03-6871-2002 Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan air dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran laminar dari air tanah yang melalui lapisan tanah berbutir kasar. Prosedur ini menetapkan koefisien kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan atau apabila digunakan sebagai pondasi perkerasan. Untuk membatasi pengaruh konsolidasi selama pengujian, prosedur ini dibatasi untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih dari 10 % yang melewati saringan ukuran 75 ?m (No. 200). UMUM 2002 Metode
Cara uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air SNI 3645:2011 Cara uji ini meliputi penentuan kemampuan aspal emulsi menyelimuti agregeat, kestabilan menyelimuti agregat setelah pencampuran, tahan terhadap pencucian dengan air setelah pencampuran dengan agregat. UMUM 2011 Metode
Cara uji kepadatan berat untuk tanah SNI 1743-2008 Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 4,54 kg yang dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 457 mm. UMUM 2008 Metode
Cara uji kepadatan ringan untuk tanah SNI 1742 : 2008 Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 2,5 kg yang dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 305 mm. UMUM 2008 Metode
Cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong SNI 6792 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong untuk menentukan kepadatan tanah tidak berkohesi atau tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah berbutir kasar yang mengandung butiran halus maksimum 5% dan ukuran butiran maksimum 19 mm. UMUM 2008 Metode
Cara uji ketahanan api komponen struktur bangunan untuk SNI 1741 : 2008 Standar ini menjelaskan cara uji untuk menentukan tingkat ketahanan api berbagai komponen struktur bangunan. Dari data pengujian akan diperoleh penggolongan atas dasar jangka waktu dimana kinerja unsur-unsur yang diuji di bawah kondisi-kondisi ini sesuai dengan kriteria. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Metode
Cara uji ketahanan campuran beraspal panas terhadap kerusakan akibat rendaman SNI 6753 : 2015 Standar ini menetapkan persiapan benda uji dan pengukuran perubahan kekuatan tarik diametral yang didapat akibat penjenuhan dan pembahasan dari benda uji campuran beraspal panas. Hasil pengujian ini dapat digunakan untuk memprediksi kepekaan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman. JALAN DAN JEMBATAN 2015 Metode
Cara uji konsolidasi tanah satu dimensi SNI 2812 : 2011 Metode ini digunakan dalam pengujian beban titik pada benda uji batu berbentuk silinder, balok dan tak teratur. Tujuan untuk mendapatkan indek kekuatan batu dengan beban titik untuk menentukan klasifikasi batu secara cepat. UMUM 2011 Metode
Cara uji kuat geser langsung tanah terkonsolidasi dan terdrainase SNI 2813 : 2008 Metode pengujian ini digunakan sebagai pegangan dan acuan dalam pengujian laboratorium triaksial tekan pada batu tanpa konsolidasi dan tanpa drainase (Triaksial B), hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser (sudut geser dalam, kohesi) dan modulus elastisitas batu (modulus young). UMUM 2008 Metode
Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan SNI 4431:2011 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan. UMUM 2011 Metode
Cara uji kuat tekan batu uniaksial SNI 2825 : 2008 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji batu. UMUM 2008 Metode
Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder SNI 1974:2011 Standar ini meliputi penetapan kuat tekan beton benda uji berbentuk silinder yang dicetak baik di labolatorium maupun di lapangan. Standar ini dibatasi untuk beton yang memiliki berat isi (Unit Weight) lebih besar dari 800 kg/m³ UMUM 2011 Metode
Cara uji kuat tekan beton ringan isolasi SNI 3421:2011 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan UMUM 2011 Metode
Cara uji laboratorium kuat tarik benda uji batu dengan cara tidak langsung SNI 2486-2011 Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter kuat tarik dari hasil pengukuran di laboratorium secara cepat dan mudah. UMUM 2011 Metode
Cara uji lendutan perkerasan lentur dengan alat Benkelman Beam SNI 2416 : 2011 Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan cara uji lendutan perkerasan lentur dengan alat Benkelman Beam. Standar ini memuat cara pelaksanaan atau prosedur pengujian lendutan dan pelaporan. Dari hasil pengukuran lendutan selanjutnya dapat diperoleh nilai lendutan balik maksimum, lendutan balik titik belok, dan cekung lendutan. Cara uji yang diuraikan dalam standar ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan lentur. JALAN DAN JEMBATAN 2011 Metode
Cara uji magnesium dalam air SNI 06-2430-2002 Metode ini digunakan untuk memper-oleh besarnya kadar Magnesium dalam air dengan Titrimetrik EDTA. UMUM 2002 Metode
Cara uji modulus elastisitas batu dengan tekanan sumbu tunggal SNI 2826 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal untuk mengetahui harga modulus elastisitas benda uji batu secara statik cara uji modulus elastisitas batu ditentukan dengan melakukan pengujian di laboratorium dengan mempergunakan alat uji yang berupa mesin kompresi yang mampu memberikan beban sumbu secara menerus terhadap benda uji hingga tercapai keruntuhan. Modulus elastisitas atau modulus young adalah perbandingan antara nilai tegangan dengan regangan aksial yang dinyatakan dalam satuan MPa UMUM 2008 Metode
Cara uji penentuan batas cair tanah SNI 1967 : 2008 Cara uji ini menetapkan prosedur penentuan batas cair tanah meliputi metode A dan metode B. Cara uji ini dilakukan terhadap tanah, baik berbutir halus maupun berbutir kasar yang lolos saringan No.40 (0,425 mm). Cara A disebut uji banyak titik sedangkan cara B disebut uji satu titik. UMUM 2008 Metode
Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah SNI 1966 : 2008 Metode ini digunakan untuk menentukan batas plastis tanah dalam perencanaan jalan. UMUM 2008 Metode
Cara uji penentuan batas susut tanah SNI 3422 : 2008 Cara uji ini menyediakan suatu prosedur untuk mendapatkan data yang digunakan dalam menghitung batas susut, rasio susut, susut volume dan susut linier. UMUM 2008 Metode
Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan SNI 1965 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur uji di laboratorium tentang penentuan kadar air untuk tanah, batuan dan material sejenisnya berdasarkan beratnya. Penggunaan kata material yang sering diterapkan di sini juga mengacu salah satu material tanah atau material batuan. UMUM 2008 Metode
Cara uji penentuan persentase kepadatan secara cepat SNI 03-6873-2002 Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur penentuan persentase kepadatan secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari tanah untuk digunakan dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di lapangan. Nilai dari persentase kepadatan didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan melalui tiga titik pada kadar air yang sama dari tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai kadar airnya. Contoh tanah yang digunakan untuk pembuatan kurva kepadatan biasanya sama dengan contoh tanah yang digunakan pada uji kepadatan di lapangan. UMUM 2002 Metode
Cara uji penetrasi aspal SNI 2456:2011 Cara uji penetrasi aspal ini mencakup penentuan nilai penetrasi dari bahan-bahan bitumen semi-solid dan solid. UMUM 2011 Metode
Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir SNI 2827 : 2008 Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter-parameter perlawanan konus (qc), perlawanan geser (rf), dari suatu lapisan tanah di lapangan. UMUM 2008 Metode
Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT SNI 4153 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji penetrasi lapangan dengan SPT. Parameter tersebut diperoleh dari jumlah pukulan terhadap penetrasi konus, yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi. UMUM 2008 Metode
Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium SNI 8072: 2016 Standar ini meliputi : a) Standar menentukan besaran keruntuhan satu dimensi yang terjadi bila tanah tak jenuh digenangi atau dibasahi dengan cairan. b) Standar menentukan besaran potensi keruntuhan yang terjadi pada suatu tegangan vertikal dan indeks potensi keruntuhan. c) Cara uji ini meliputi pengaturan dan penyiapan benda uji, peralatan, serta prosedur untuk mengukur perubahan tinggi benda uji sehubungan dengan terjadinya keruntuhan. UMUM 2016 Metode
Cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal SNI 2439 : 2011 Standar ini menetapkan cara untuk menguji ketahanan penyelimutan film aspal pada permukaan suatu agregat. Pegujian ini diterapkan pada aspal cair, aspal emulsi, dan aspal semi padat. UMUM 2011 Metode
Cara uji penyulingan aspal cair SNI 2488:2011 Cara uji penyulingan aspal cair jenis menguap cepat (RC), Menguap sedang (MC), Menguap lambat (SC) ini menggunakan satuan standar dalam SI dan tidak mencakup ketentuan keselamatan kerja dan kesehatan kerja, Bila ada menjadi tanggung jawab pengguna. Cara uji ini mengukur jumlah bahan yang mudah menguap dalam aspal cair pada temperatur pengujian. UMUM 2011 Metode
Cara uji potensi pengembangan atau penurunan satu dimensi tanah kohesif SNI 6424 : 2008 Metode ini mencakup 3 alternatif metode pengujian laboratorium untuk penentuan besarnya pengembangan atau penurunan tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau yang dipadatkan. UMUM 2008 Metode
Cara uji potensi penyumbatan sistem tanah geotekstil dengan menggunakan rasio gradien SNI 6423 : 2008 Standar ini menetapkan cara uji potensi penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan menggunakan rasio gradien untuk menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan kondisi aliran satu arah. UMUM 2008 Metode
Cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda SNI 6874-2012 Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-3423-1994, dengan contoh tanah yang sama untukmemperoleh indikasi karakteristik alami tanah dispersif. Cara uji ini hanya berlaku untuk tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari 5mu. UMUM 2012 Metode
Cara uji sifat dispersip tanah dengan alat pinhole SNI 3405:2011 Standar ini menetapkan cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan alat pinhole, untuk mengetahui sifat dispersif tanah yang diuji. Sifat dispersif ini dapat diketahui dari kekeruhan air dengan melakukan pengujian berdasarkan beda tinggi air, besarnya debit aliran air, dan diameter lubang pinhole yang digunakan. UMUM 2011 Metode
cara uji sifat hidraulik akuifer terkekang dan bebas dengan metode jacob SNI 2527:2012 Metode ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik akifer tertekan dan produktivitas suatu sumur. SUMBER DAYA AIR 2012 Metode
Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat SNI 03-1758-1990 Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji, dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan UMUM 1990 Metode
Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat SNI 3407 : 2008 Cara uji ini mencakup tata cara pengujian untuk menentukan kekekalan agregat dari proses disintegrasi oleh larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat jenuh. UMUM 2008 Metode
Cara uji sifat tahan lekang batu SNI 3406:2011 Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu. UMUM 2011 Metode
Cara uji slump beton SNI 1972 : 2008 Cara uji ini meliputi penentuan nilai slump beton, baik di laboratorium maupun di lapangan. Nilai-nilai yang tertera dinyatakan dalam satuan internasional (SI) dan digunakan sebagai standar. UMUM 2008 Metode
Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (ring and ball) SNI 2434:2011 Cara uji meliputi penentuan titik lembek aspal antara 30°C sampai dengan 157°C menggunakan alat cincin dan bola direndam pada air suling (untuk titik lembek antara 30°C sampai dengan 80°C), Direndam pada gliserin (untuk titik lembek diatas 80°C sampai dengan 157°C) atau direndam pada Ethylene Glycol (untuk titik lembek antara 30°C sampai dengan 110°C) nilai hasil uji pada standar ini dinyatakan dalam satuan derajat Celcius (°C) Standar tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar UMUM 2011 Metode
Cara uji titik nyala dan titik bakar aspal dengan alat cleveland open cup SNI 2433:2011 Standar ini untuk menentukan titik nyala dan titik bakar aspal dengan menggunakan alat cleveland open cup secara manual dan dapat digunakan untuk semua jenis aspal yang mempunyai titik nyala dalam rentang 79°C sampai dengan 400°C. UMUM 2011 Metode
Cara uji triaksial untuk tanah dalam keadaan terkondolidasi tidak terdrainase (CU) dan terkonsolidasi terdrainase (CD) SNI 2455:2015 Metode ini digunakan sebagai acuan dalam uji geser trisumbu tekan terkonsolidasi tanpa drainase untuk tanah berkohesi. UMUM 2015 Metode
Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU) SNI 4813:2015 Standar ini menetapkan cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU) dengan diberi tekanan cairan ke semua arah di dalam sel triaksial, yang selama pengujian air tidak diperbolehkan mengalir ke atau dari contoh uji. UMUM 2015 Metode
Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol SNI 7729 : 2011 Standar ini menetapkan cara uji viskositas saybolt furol aspal secara empiris pada temperatur yang ditentukan antara 120°C sampai 240oC, yang dapat digunakan untuk menentukan temperatur pencampuran dan temperatur pemadatan campuran beraspal. UMUM 2011 Metode
Definisi, istilah lift dan eskalator SNI 05-2189-1999 Standar ini meliputi definisi dn istilah untuk lif, eskalator dan travolator PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1999 Tata Cara
Desain bangunan penahan sedimen SNI 2851 : 2015 Standar ini meliputi ketentuan dan persyaratan, data dan informasi yang diperlukan serta perhitungan untuk desain bangunan penahan sedimen (BPS). SUMBER DAYA AIR 2015 Tata Cara
Geosintetik-pengambilan contoh uji dan persiapan benda uji – geosynthetics – sampling and preparation of test specimens (ISO 9862:2005, IDT) SNI ISO 9862-2014 Standar ini menetapkan prinsip-prinsip umum pengambilan contoh uji geosintetik yang sudah dikirim kelokasi pekerjaan dan persiapan benda uji dari contoh uji tersebut. Prinsip prinsip pengambilan contoh uji dalam standar ini sesuai untuk produk geosintetik dalam bentuk gulungan.. UMUM 2014 Metode
Geotekstil-bagian 1 : tata cara desain geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan SNI 03-6720.1-2002 Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil. SUMBER DAYA AIR 2002 Spesifikasi
Geotekstil-bagian 2 : tata cara pengukuran lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan SNI 03-6720.2-2002 Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter SUMBER DAYA AIR 2002 Spesifikasi
Geotekstil-bagian 3 : tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan SNI 03-6720.3-2002 Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi uraian tentang penggunaan geotekstil secara umum, geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan, prinsip-prinsip filtrasi, kriteria dan penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan geser. SUMBER DAYA AIR 2002 Spesifikasi
Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran SNI 03-6570-2001 Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung. Hal yang dipertimbangkan termasuk : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Spesifikasi
Keselamatan pada bangunan SNI 03-7011-2004 Standar ini menetapkan kriteria untuk meminimalkan bahaya kebakaran, ledakan, dan kelistrikan pada bangunan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan untuk manusia. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung (ANSI/AISC 341-10, IDT) SNI 7860:2015 Standar Nasional Indonesia mengenai “Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung” ini memberikan persyaratan umum, persyaratan desain, analisis, persyaratan desain komponen struktur dan sambungan, sistem rangka-momen, sistem rangka-terbreis dan dinding-geser, sistem rangka momen komposit, rangka terbreis komposit dan sistem dinding geser, fabrikasi dan ereksi, pengendalian kualitas dan penjaminan kualitas, ketentuan pengujian prakualifikasi dan kualifikasi siklik. Persyaratan tersebut dimaksudkan untuk menjamin agar bangunan gedung baja yang didesain sesuai standar ini tidak akan runtuh akibat gempa kuat. Standar ini merupakan adopsi identik dengan metode terjemahan dari AISC 341-10 Specification for Structural Steel Buildings yang diterbitkan oleh the American Institute of Steel Construction. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Tata Cara
Kualitas air-pengambilan contoh-bagian 5: Pengambilan contoh air minum dari instalasi pengolahan air dan sistem jaringan distribusi perpipaan SNI 7828:2012 Standar ini menetapkan prinsip pengambilan contoh air yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia. Dalam lingkup ini air untuk konsumsi manusia terdiri dari: a) semua jenis air yang secara alami atau setelah melalui pengolahan, akan dimanfaatkan untuk minum, masak, menyiapkan bahan makanan, atau keperluan domestik lainnya, dan b) air yang digunakan untuk proses produksi di pabrik, pengolahan, pengawetan atau pemasaran produk atau bahan yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia, kecuali bila instansi yang berwenang menyetujui bahwa kualitas air yang digunakan tidak mempengaruhi produk akhir bahan/makanan. Standar ini hanya terbatas pada kondisi air minum yang diambil dari instalasi pengolahan air dan sistem jaringan distribusi perpipaankota atau sejenis (termasuk sistem individual) yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan air dan/atau sudah dilakukan penilaian kualitas yang memenuhi baku mutu air minum yang berlaku.Secara khusus, standarini berlaku untuk air minum yang mengalir secara kontinu dalam suatu sistem jaringan distribusi perpipaan, termasuk sistem plambing. Standar ini juga berlaku untuk pengambilan contoh air dalam rangka investigasi apabila ada kerusakan sistem atau dalam kondisi darurat. Standar ini tidak diperuntukkan bagi sumber air atau produk yang dihasilkan dengan menggunakan air minum sebagai bahan baku. Berikut ini adalah beberapa contoh kasus yang tidak dibahas dalam standar ini: - Pengambilan contoh air untuk sumber air baku, misalnya untuk air tanah dan air permukaan; - Pengambilan contoh air dari pasokan air minum berasal dari sumber non-kontinu (misalnya dari mobil tangki); - Pengambilan contoh air dari penyimpanan air curah pada pesawat terbang, kereta api dan kapal; - Pengambilan contoh air dari produk minuman (termasuk air kemasan dalam botol) dan bahan produk makanan; - Pengambilan contoh air dari mesin penjual minuman (vending machines) yang menggunakan gelas minuman tanpa penutup. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Lembaran Bitumen Bergelombang Bagian 2 : Tata cara pemasangan untuk atap SNI 7711.2-2012 Standar ini mencakup cara pemasangan lembaran bitumen bergelombang dan langkahlangkah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Tata Cara
Lembaran bitumen bergelombang – bagian 1 : spesifikasi dan metode uji produk SNI 7711.1:2012 Standar ini memuat uraian mengenai sifat-sifat teknis dan menetapkan metoda uji lembaran UMUM 2012 Spesifikasi
Matra ruang dan rumah tinggal, Spesifikasi SNI 03-1979-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1990 Spesifikasi
Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan SNI 8065:2016 Standar ini membahas ragam keruntuhan pengaruh gaya rembesan air, sifat teknik material, metode analisis rembesan air, cara pengendalian rembesan air, dan pertimbangan desain bendungan tipe urugan SUMBER DAYA AIR 2016 Metode
Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan SNI 8064-2016 Standar ini membahas tentang analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan, dengan mempertimbangkan kondisi pembebanan, sifat teknik material, tekanan air pori dan faktor keamanan minimum untuk desain. Analisis stabilitas lereng bendungan tipe urugan harus dilaksanakan berdasarkan standar ini. SUMBER DAYA AIR 2016 Metode
Metode dasar pengukuran tubuh manusia untuk rancangan teknologi SNI 19-6457-2000 Metode ini meliputi suatu desteripsi ukuran-ukuran anthropometri yang dapat dipakai sebagai dasar pembandingan berbagai kelompok populasi. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan pengertiannya pada desain geometri untuk tempat-tempat manusia bekerja dan tinggal. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Metode
Metode kuat lentur tanah semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ke tiga SNI 03-6458-2000 Metode pengujian ini meliputi penetuan kuat lentur tanah semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ketiga. Pengujian ini berkaitan dengan peralatan dan pengoperasian dan bahan-bahan berbahaya. Metode pengujian ini tidak dimaksudkan untuk membahas semua permasalahan keamanan yang berkaitan dengan penggunaannya. Pengguna metode ini bertanggung jawab untuk menerapkan tindakan-tindakan yang sesuai dengan keamanan dan kesehatan, dan juga menetukan penerapan dari batasbatas yang halus di taati sebelum menggunakan metode pengujiaan ini. UMUM 2000 Metode
Metode pembuatan lengkung debit dan tabel sungai/ saluran terbuka dengan analisa grafis SNI 03-2822-1992 Metode ini digunakan untuk pembuatan lengkung debit sungai/ saluran terbuka dengan analisis grafis untuk mendapatkan gambaran hubungan antara tinggi muka air dengan debit sungai/ saluran terbuka. SUMBER DAYA AIR 1992 Metode
Metode pemilihan lokasi pos duga air di sungai SNI 03-2526-1991 Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan pos duga air yang akan dipakai. SUMBER DAYA AIR 1991 Metode
Metode penentuan 10 % kehalusan untuk agregat SNI 03-6477-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan suatu bahan agregat terhadap keremukan yang disebabkan oleh beban tekan yang meningkat secara berangsur-angsur, agregat diuji dalam keadaan kering dan dalam keadaan sudah direndam. UMUM 2000 Metode
Metode penentuan densitas referensi polietilena (PE) hitam dan PE tidak berwarna pada pipa PE dan sambungan SNI 19-6780-2002 Metode ini mencakup : Cara pengujian menentukan densitas referensi pipa PE serta sambungannya yang mengandung anti oksida atau stabiliser, juga dengan penambahan karbon hitam serta menentukan densitas nominal. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode penentuan kadar parafin lilin dalam aspal SNI 03-3639-2002 Metode ini dimaksudkan untuk menentukan kadar paraffin lilin dalam aspal. UMUM 2002 Metode
Metode penentuan kadar semen dalam agregat bersemen secara titrasi SNI 03-6824-2002 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk menentukan kadar semen berdasarkan netralisasi menerus suatu larutan dari benda uji dalam air berupa agregat yang telah bercampur semen untuk jangka waktu tertentu. Netralisasi ini dilakukan dengan jalan menambahkan larutan asam secukupnya untuk menetralkan OH yang secara menerus akan terbebaskan selama berlangsungnya proses hidrasi dari semen. Jumlah asam yang digunakan berbanding lurus dengan kadar semen dalam contoh yang diuji. UMUM 2002 Metode
Metode penentuan karakteristik gesek (indeks) geosintetik dengan uji geser langsung SNI ISO 12957-1:2012 Standar ini menjelaskan cara uji penentuan karakteristik gesek (indeks) geosintetik terhadap pasir Standar,yaitu dengan kepadatan dan kadar air tertentu, pada tegangan normal dan kecepatan perpindahan kostan, Menggunakan peralatan uji geser langsung. UMUM 2012 Metode
Metode penentuan modulus resilien campuran beraspal dengan cara tarik tak langsung SNI 03-6836-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan modulus resilien campuran beraspal di Laboratorium dengan cara tarik tak langsung dengan pembebanan berulang UMUM 2002 Metode
Metode penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant SNI 19-6745-2002 Metode ini digunakan untuk memperoleh data kedalaman dan informasi tentang konfigurasi dasar perairan SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder. SNI 19-6746-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik-titik perum di perairan lepas pantai dan muara sungai. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode penentuan sifat regangan tekan permanen campuran beraspal dengan pengujian rangkak dinamis SNI 03-6476-2000 Metode ini mencakup penentuan akumulasi respon deformasi aksial campuran beraspal pada kondisi pengujian standar. Metode ini dapat digunakan untuk benda uji yang dipadatkan dilabolatorium atau benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan beraspal. UMUM 2000 Metode
Metode pengambilan contoh dan pengujian abu terbang atau pozolan alam sebagai mineral pencampur dalam beton semen portland SNI 03-6863-2002 Metode ini mencakup prosedur pengambilan contoh dan pengujian abu terbang dan pozolan alam atau pozolan buatan yang digunakan sebagai mineral pencampur dalam beton semen portland. Prosedur tersebut mengikuti urutan sebagai berikut: analisis kimia dan pengujian fisik serta pengambilan contoh. UMUM 2002 Metode
Metode pengambilan contoh meter air bersih (ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm) SNI 05-2419-1991 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh meter air dengan ukuran 13 mm - 40 mm PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengambilan contoh uji pipa PVC untuk air minum SNI 06-2552-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang dapat mewakili PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengambilan contoh uji, bentuk, ukuran dan klasifikasi SNI 19-6869-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan sifat-sifat ukuran dan bentuk agregat termasuk tanah lempung, lanau dan debu. UMUM 2002 Metode
Metode pengambilan dan pengujian beton inti SNI 03-2492-2002 Metode ini mencakup cara pengambilan beton inti, persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya; 2) Metode ini tidak memberikan panduan penentuan pemboran beton inti atau lokasi pengeboran; 3) Metode ini tid ak dilengkapi prosedur interpretasi hasil kuat tekan beton inti. UMUM 2002 Metode
Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan SNI 19-3964-1994 Metode ini digunaknan untuk mendapatkan besaran timbulan sampah yang digunakan untuk perencanaan dan pengelolaan sampah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Metode
Metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan bagian 1 : pengenda-lian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan SNI 03-6456.1-2000 Metode ini membahas tentang metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan bagian 2 : penutupan alir sungai dan bendungan pengelak SNI 03-6456.2-2000 Metode ini membahas tentang metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastik dengan cara setara pasir SNI 03-4428-1997 Metode pengujian ini meliputi uraian ketentuan umum, teknis, cara uji, perhitungan dan pelaporan. UMUM 1997 Metode
Metode pengujian agregat untuk beton penahan radiasi SNI 03-2457-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan mutu agregat yang akan digunakan untuk beton penahan radiasi. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan SNI 03-6884-2002 Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, cara uji dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji, 2) persiapan peralatan, 3) cara uji, dan 4) pelaporan. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian angka bau dalam air SNI 06-6860-2002 Metode Pengujian ini dapat digunakan untuk menganalisa angka bau dalam air alami sampai air limbah. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian angka rasa dalam air SNI 06-6859-2002 Metode ini membahas pengertian, ketentuan-ketentuan, cara uji dan laporan uji, dapat digunakan untuk menguji angka rasa dalam benda uji air yang memenuhi ketentuan yang di isyaratkan dalam pengujian ini dan tidak berlaku untuk benda uji air limbah. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian atom dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom SNI 06-2428-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Natrium dalam air dengan alat Spektrofotometer. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan SNI 03-6450-2000 Metode ini menguraikan prosedur yang digunakan dalam pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan. Bahan termoplastik dimaksud adalah campuran resin, bahan pengisi, pigmen dan pemantul. Bahan tersebut di campur dengan cara pemanasan hingga diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan jenis teknis marka jalan. JALAN DAN JEMBATAN 2000 Metode
Metode pengujian bakteri besi dalam air dan dalam endapan yang dibentuk oleh air. SNI 06-6438-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri besi dengan pemeriksaan menggunakan mikroskup juga dapat untuk mengidentifikasikan jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan yang dibentuk oleh air UMUM 2000 Metode
Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air minum SNI 06-2551-1991 Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air minum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat SNI 03-4804-1998 Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi dan rongga udara dalam agregat. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian berat isi tanah berbutir halus dengan cetakan benda uji SNI 03-3637-1994 Metode pengujian ini meliputi persyaratan, ketentuan-ketentuan, peralatan, rumus-rumus perhitungan, cara uji dan laporan pengujian berat isi tanah asli dan tanah tidak asli. UMUM 2008 Metode
Metode pengujian berat jenis batang kayu dan kayu struktur bangunan. SNI 03-6848-2002 Metode ini mencakup ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan cara mengebor atau melubangi bagian struktur dari kayu yang sulit dilakukan dengan cara konvensional dengan perhitungan berdasarkan berat kering oven dan volume pada saat pengujian. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis epoksi-resin dan bahan pengeras SNI 06-6446.1-2000 Metode ini untuk menentukan berat jenis epoksi resin dan bahan pengeras. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara pencelupan dalam air raksa SNI 03-6845-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji, kerapatan maupun kadar airnya. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara pencelupan dalam air. SNI 03-6847-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji, kerapatan maupun kadar airnya. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara pengukuran SNI 03-6844-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume benda uji yang berbentuk teratur. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan tabung pengambang. SNI 03-6846-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secar umum maupun teknis serta cara pengujian perkiraan berat jenis yang dilakukan yang dilakukan dengan mengukur secara cepat berat jenis benda uji yang berbentuk memanjang dengan penampang melintang yang seragam dan diketahui kadar airnya, berat jenis ditentukan berdasarkan berat kering. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal SNI 06-6893-2002 Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal yang tidak dipadatkan. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal di padatkan menggunakan benda uji kering permukaan jenuh SNI 03-6757-2002 Metode pengujian ini meliputi : JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dengan menggunakan benda uji berlapiskan parafin SNI 03-6755-2002 Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dan harus digunakan untuk benda uji yang mempunyai rongga udara terbuka atau saling berhubungan, atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 % terhadap isi. Berat jenis nyata dari campuran beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan untuk menghitung satuan berat dari campuran itu. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian berat jenis serpih kayu. SNI 03-6849-2002 Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis serpih kayu berdasarkan volume basah dan berat kering oven. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian besi terlarut dalam air dengan alat spektrofotometer menggunakan fenatrolin SNI 06-4138-1996 Metode pengujian besi terlarut dalam air dengan alat spektrofotometer menggunakan fenatrolin UMUM 1996 Metode
Metode pengujian cat bitumen sebagai lapis pelindung SNI 06-6452-2000 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh uji dan pengujian cat emulsi bitumen yang digunakan sebagai cat pelindung dengan ketebalan yang cukup pada logam dan penutup atap UMUM 2000 Metode
Metode pengujian cat penghambat api SNI 06-6770-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan secara kuantitatif sifat-sifat penghambat api pada bahan lapisan cat atau sistem lapisan cat pada kayu PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian diameter luar pipa PVC untuk air minum dengan jangka sorong SNI 06-2548-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter pipa PVC menggunakan jangka sorong PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian diameter luar pipa PVC untuk air minum dengan pita meter SNI 06-2556-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar rata-rata pipa PVC PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian dimensi pipa polietilena (PE) untuk air minum SNI 06-4821-1998 Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal dinding pipa PE PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1998 Metode
Metode pengujian distribusi butir sedimen layang secara gravimetri dengan ayakan SNI 03-3962-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri dengan ayakan. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian ekspansi dan bliding campuran graut segar untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium SNI 06-6430.3-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya ekspansi dan akumulasi air bliding pada permukaan campuran graut semen hidrolik yang dipakai untuk memproduksi beton dengan agregat praletak . UMUM 2000 Metode
Metode pengujian fisik panel gipsum dan papan gipsum SNI 03-6434-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari panel dan papan gypsum. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian geser langsung batu SNI 2824:2011 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat geser batu. UMUM 2011 Metode
Metode pengujian hilang pijar bahan belerang untuk kaping SNI 03-4168-1996 Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan mutu bahan belerang untuk kaping guna meratakan bidang tekan benda uji UMUM 1996 Metode
Metode pengujian indek kekuatan batu dengan beban titik SNI 03-2814-1992 Metode ini digunakan dalam uji konsolidasi satu dimensi pada benda uji tanah, yang bertujuan untuk mendapatkan parameter kompressibilitas dan kecepatan konsolidasi tanah. UMUM 1992 Metode
Metode pengujian jenis dan jumlah hewan bentos SNI 03-3401-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan jumlah individu hewan Bentos pada suatu perairan. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian jenis dan jumlah plankton dalam air SNI 06-3963-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh komposisi jenis dan jumlah individu plankton dalam air. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian jenis muatan partikel aspal emulsi. SNI 03-3644-1994 Pengujian ini meliputi persyaratan, ketentuan-ketentuan benda uji, peralatan dan cara pengujian aspal emulsi jenis kationik dan anionik. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan saringan membran SNI 19-3956-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Saringan membran. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan tabung fermentasi SNI 19-3957-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Tabung Fermentasi UMUM 1995 Metode
Metode pengujian jumlah total bakteri golongan koli dalam air dengan tabung fermentasi SNI 06-4158-1996 Metode ini adalah untuk menguji jumlah total bakteri golongan koli dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar air agregat SNI 1971 : 2011 Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan ini mencakup penentuan persentase air yang dapat menguap dari contoh agregat dengan cara pengeringan. Hasil pengujian kadar air ini dapat digunakan dalam pekerjaan perencanaan campuran dan pengendalian mutu terhadap beton semen dan beton aspal campuran dingin aspal emulsi. UMUM 2011 Metode
Metode pengujian kadar air arsen dengan alat spektrofoto-meter serapan atom secara natrium borohidrida SNI 06-2913 -1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Natrium Borohidrida. UMUM 1992 Metode
Metode pengujian kadar air aspal emulsi. SNI 03-3641-1994 Metode pengujian ini meliputi persyaratan, ketentuan ketentuan benda uji, peralat, rumus perhitungan dan cara uji aspal emulsi jenis kationik dan anionik. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kadar air besi dengan alat spektrofotometer secara langsung SNI 06-2523-1991 Metode pengujian kadar air besi dengan alat spektrofotometer secara langsung UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetric SNI 03-4808-1998 Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal. SNI 03-6752-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian kadar air tanah dengan alat speedy SNI 03-1965.1-2000 Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kadar air tanah, dengan menggunakan alat speedy. Metode ini meliputi; peralatan, bahan, prosedur dan perhitungan kadar air dengan alat Speedy (alat uji kadar air) SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengujian kadar air, kadar abu dan bahan organik dari tanah gambut dan tanah organik lainnya SNI 13-6793-2002 Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air, kadar abu dan bahan organik dalam tanah gambut serta tanah organik lainnya seperti lempung organik, lanau dan lumpur. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar amonium dalam air dengan alat spektrofotometer secara nessler. SNI 06-2479-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar amonium dalam air secara Nessler dengan alat spektrofotometer. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara sentrifus SNI 03-6894-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan cara uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal dari campuran beraspal dengan cara sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pengujian analisa saringan menggunakan SNI 03-1968-1990. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran SNI 03-2831-1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran. UMUM 1992 Metode
Metode pengujian kadar bahan padat total dan bahan anorganik dalam air untuk campuran beton SNI 03-6810-2002 Standar pengujian ini membahas tentang ketentuan, cara pengujian kadar bahan padat dan anorganik dalam air untuk campuran beton, yang menjelaskan tentang persiapan contoh uji , persiapan peralatan, cara uji, dan pelaporan. Standar ini juga berisi ketentuan tentang contoh uji, benda uji, peralatan dan rumus perhitungan. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar bakteri koli total dalam air dengan saringan membran SNI 06-6858-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli total dalam air UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet SNI 03-3640-1994 Persyaratan benda uji harus kering, merata, penanggung jawab hasil uji harus jelas. Benda uji yang dipakai 200 gram. Termasuk susunan peralatan ekstrasi. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kadar besi (Fe) dalam air secara kolo-rimetri dengan thiocyanat SNI 06-6854-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar besi (Fe) dalam air UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar boron dalam air dengan alat spektrofotometer secara kurkumin. SNI 06-2481-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Boron dalam air secara Kurkumin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar fluorida dalam air dengan alat spektrofo-tometer secara alizarin merah. SNI 06-2482-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Fluorida dalam air secara Alizarin merah dengan alat spektrofotometer UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar fosfat dalam sedimen melayang dengan asam klorida mengguna-kan spektrofotometer secara amonium molibdate SNI 03-4151-1996 Standar ini menetapkan cara uji kadar fosfat (P2O5) dalam sedimen layang dengan pelarut asam klorida menggunakan spektrofotometer secara amonium molibdat pada panjang gelombang (725 ± 1) nm, pada rentang kadar antara (0,0 – 6 ,0) mg/L. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar fosfat organik dalam air dengan alat kromatograf gas. SNI 06-2510-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida fosfat-organik (Diazinon, Dimethoate, Fosfamidon dan Fenintrotion) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kromatograf gas yang dilengkapi detektor fotometrik nyala (DFN) pada filter optik 526 nm UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar kalium dalam sedimen melayang dengan asam klorida menggu-nakan alat spektrofotometer serapan atom SNI 03-4152-1996 Standar ini menetapkan cara uji kadar kalium sebagai kalium oksida (K2O) dalam sedimen layang dengan pelarut asam klorida menggunakan alat spektrofotometer serapan atom nyala pada panjang gelombang 766,5 nm pada rentang kadar antara (0,0 - 10,0) mg/L. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar karbon dioksida agresif dalam air secara titrimetrik SNI 06-4139-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Dioksida Agresif dalam air. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar karbon kloroform ekstrak dalam air secara gravimetri SNI 06-4159-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar karbon klorofom ekstrak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar karbon organik total dalam air dengan alat kot-meter inframerah. SNI 06-2505-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Organik Total (KOT) dalam air denga0n pembakaran dan analisis inframerah. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar kebutuhan oksigen kimiawi dalam air dengan refluks terutup SNI 06-2504-1991 Metode pengujian kadar kebutuhan oksigen kimiawi dalam air dengan refluks terutup UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar khlorofil A fitoplankton dalam air dengan spektrofotometer SNI 06-4157-1996 Metode ini untuk memperoleh kadar khlorofil a fitoplankton dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektro-fotometer serapan atom secara ekstraksi. SNI 06-2473-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom tungku karbon. SNI 06-2472-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara atomisasi dengan tungku karbon alat Spektrofotometer serapan atom. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar krom dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. SNI 06-2513-1991 Metode ini digunakan untuk menge-tahui besarnya kadar Krom dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 357,9 nm UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar mangan (mn) dalam air secara kolorimetri dengan persulfat . SNI 06-6855-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Mangan (Mn) dalam air UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung SNI 06-2497-1991 Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung SNI 06-2502-1991 Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan spektrofotometer secara persulfat SNI 06-4822-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Mangan (0,042-15) mg/L Mn dalam air baku dan air limbah spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian kadar nitrat dalam air dengan alat spektrofotometer secara brusin sulfat. SNI 06-2480-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrat dalam air secara Brusin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar nitrat dalam air secara kolorimetri dengan pereaksi nessler SNI 06-6856-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrat dalam air UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar nitrit dalam air dengan kolorimetri SNI 06-2484-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar nitrit dalam air dan buangan UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar nitrit dalam air secara kolorimetri dengan pereaksi gries romeyer SNI 06-6857-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrit dalam air UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar nox diudara dengan menggunakan alat spektrofotometer. SNI 19-4841-1998 Metode pengukuran ini meliputi ketentuan teknik peralatan, pembuatan benda uji cara uji dan perhitungan kandungan gas NOx diudara. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Metode
Metode pengujian kadar ortofosfat dan fosfat total dalam air dengan alat spektrofotometer secara asam askorbat. SNI 06-2483-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Ortofosfat terlarut dan Fosfat total dalam air Vsecara asam Askorbat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 880 nm. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar partikel debu di udara secara gravimetri dengan menggunakan high volume air sampler (HVS) SNI 19-4840-1998 Standar metode pengujian ini meliputi ketentuan teknik peralatan pembuatan benda uji, cara uji, dan perhitungan kadar debu di udara secara gravimetri dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVS) SUMBER DAYA AIR 1998 Metode
Metode pengujian kadar pestisida karbamat dalam air dengan alat kromatograf gas. SNI 06-2509-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Karbamat (Sevin) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kroma-tograf gas yang dilengkapi dengan Detektor Alkali Ionisasi Nyala (DAIN). UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar pestisida klor organik dalam air dengan alat kromatograf gas. SNI 06-2508-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Klororganik (BHC, PCB's, Dikloran, aldrin, Heptaklor, Epoksid Dieldrin, DDT, Endrin, Endosulfan, Methoksklor) dalam air secara kromatografi gas. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan penyulingan SNI 03-3642-1994 Metode pengujian ini meliputi persyaratan pengujian dan ketentuan-ketentuan aspal emulsi kationik dan anionik. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak dipadatkan SNI 03-6877-2002 Standar ini menentukan tatacara pengujian kadar rongga agregat halus dalam keadaan lepas (tidak dipadatkan) yang mencakup metode pengujian, peralatan, pengambilan contoh uji, kalibrasi silinder pengukuran, penyiapan benda uji, prosedur pengujian, penghitungan, pelaporan, ketelitian dan penyimpangan pengujian. Bila pengujian dilakukan pada agregat yang gradasinya diketahui, kadar rongga dapat menjadi indikator angularitas, bentuk butir dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat halus lain dengan gradasi yang sama. Bila pengujian dilakukan terhadap agregat halus sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan, kadar rongga merupakan indikator terhadap kemudahan pengerjaan suatu campuran. Ada tiga prosedur untuk menentukan kadar rongga yaitu dua prosedur digunakan untuk agregat halus dengan gradasi tertentu (gradasi standar atau yang gradasinya telah diketahui) dan satu prosedur lagi digunakan untuk contoh yang terdiri atas fraksi tertentu agregat UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar selenium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. SNI 06-2475-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Selenium dalam air menggunakan metode atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar semen dalam campuran segar semen-tanah. SNI 03-6412-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kadar semen pada campuran semen tanah dengan analisis kimia SNI 03-6791-2002 Metode ini meliputi ketentuan dan prosedur pengujian untuk mengetahui kadar semen dari semen tanah yang sudah mengeras, dengan cara Analisis Kimia di laboratorium yang dapat digunakan untuk kendali mutu pada waktu pelaksanaan konstruksi. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kadar semen portland dalam beton keras yang memakai semen hidrolik SNI 03-4805-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dari beton keras menggunakan semen hidrolik. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian kadar semen portland dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri SNI 03-4806-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dalam beton segar menggunakan titrasi volumetri. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian kadar seng dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung SNI 06-2507-1991 Metode pengujian kadar seng dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar sianida dalam air dengan alat ion selektif meter. SNI 06-2474-1991 Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya kadar Sianida dalam air menggunakan metode elektroda dengan alat ion selektifmeter. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar silika dalam air dengan alat spektrofotometer secara molibdatsilikat. SNI 06-2477-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Silika dalam air secara molibdat silikat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar sulfida dalam air dengan alat ion selektif meter. SNI 06-2470-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Sulfida dalam air dengan metode elektroda dengan alat ion selektif UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar sulfit dalam air dengan titrimetrik SNI 06-3415-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar sulfit (SO3) dalam air dengan Titrimetrik. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kadar tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. SNI 06-2515-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324,7 nm. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung SNI 06-2514-1991 Metode pengujian kadar tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom tungku karbon. SNI 06-2516-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Tembaga dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 324,7 nm UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kadar timbal dalam air dengan alat spektrofotometer SNI 06-2517-1991 Metode pengujian kadar timbal dalam air dengan alat spektrofotometer UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kandungan bahan an-organik atau abu dalam aspal SNI 03-6833-2002 Metode ini dimaksudkan untuk menentukan kandungan bahan mineral dalam aspal padat, semi padat atau cair. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kandungan gas hidrokarbon (hc) di udara dengan alat gas kromatograp. SNI 19-4843-1998 Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan, pembuatan benda uji, cara pengujian, laporan uji dan perhitungan kadar gas hidrokarbon (HC) diudara. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Metode
Metode pengujian kandungan gas o3 di udara dengan menggunakan alat spektrofotometer. SNI 19-4842-1998 Metode pengujian ini meliputi ketentuan teknik peralatan, cara pengambilan contoh uji, cara uji gas O3 diudara. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Metode
Metode pengujian karet spon sebagai bahan pengisi siar muai pada konstruksi beton SNI 03-4429-1997 Metode pengujian ini meliputi persyaratan dan ketentuan-ketentuan terhadap pengujian sifat fisik karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai pada konstruksi beton seperti kemampuan balik, kuat tekan, pengembangan tepi, kepadatan dan ketahanan terhadap cuaca. JALAN DAN JEMBATAN 1997 Metode
Metode pengujian keasaman dalam air dengan potensiometrik. SNI 06-2423-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan Potensiometrik. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian keasaman dalam air dengan titrimetrik. SNI 06-2422-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret atau alat titrasi lain. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kedataran dan kerataan lantai menggunakan sistem bilangan f SNI 03-6435-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran profil permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan karakteristik kedataran dan perataan permukaan lantai menggunakan sistem bilangan –F dalam satuan metrik (SI) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Metode
Metode pengujian kehalusan semen portland SNI 15-2530-1991 Ruang lingkup metode ini meliputi persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pengujian serta laporan uji kehalusan untuk semen Portland dengan menggunakan saringan no.100 dan no.200. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara A SNI 06-2440-1991 Metode pengujian ini dilakukan terhadap aspal dengan mencari besaran kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara A yaitu cara lapisan tipis. Selanjutnya hasil pengujian ini digunakan untuk mengetahui stabilitas aspal setelah pemanasan. Selain itu dapat digunakan untuk mengetahui perubahan sifat fisik aspal selama dalam pencampuran panas di AMP pada suhu 163oC yang dinyatakan dengan penetrasi, daktilitas dan kekentalan. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem sambungan mekanik pipa polietilena (PE) SNI 19-6781-2002 Metode Pengujian ini mencakup tentang : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt SNI 06-6721-2002 Metode pengujian pembahasan tentang cara pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt; UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kekentalan aspal dengan viskometer pipa kapiler hampa SNI 06-6440-2000 Metode pengujian ini dilakukan pada temperature 60 oC. MEtode ini dapat digunakan untuk bahan-bahan lain yang memilki kekentalan 0,036 poises (0,036 p/s) sampai lebih dari 200.000 poises (200.000 p/s). Metode dapat digunakan pada temperatur lain, tetapi ketelitiannya didasarkan pada temperatur pengujian aspal keras pada 60 oC. Standar ini mencakup peraltan penyiapan contoh, prosedur, perhitungan dan pelaporan. Dalam standar ini hasil duplikasi oleh orang yang sama menggunakan alat yang sama dapat diterima bila perbedaan hasilnya tidak lebih dari 7% dari rata-rata dan hasil uji dua laboratorium dapat diteriam bila keduannya berbeda tidak lebih dari 10% dari rata-rata. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kekentalan cat dengan alat viscometer stometer SNI 06-4167-1996 Metode pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara uji cat jenis cair. Metode ini untuk menetukan nilai kekentalan cat, guna keperluan pelaksanaan pengecatan dilapangan JALAN DAN JEMBATAN 1996 Metode
Metode pengujian kekentalan graut untuk beton agregat praletak (metode pengujian corong alir) SNI 03-6808-2002 Metode ini meliputi prosedur, yang dapat digunakan dilabolatorium dan lapangan, untuk mentukan waktu alir dari volume cairan graut semen hidrolis yang ditentukan melalui corong alir standar dan digunakan untuk beton agregat preletak; Metode pengujian ini dapat juga digunakan untuk graut lainnya.tandard an UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kekerasan kayu di laboratorium SNI 03-6842-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji kekerasan kayu dalam arah radial dan tangensial , dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kekuatan pipa PVC untuk air minum terhadap tekanan hidrostatik SNI 06-2549-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil SNI 03-6825-2002 Metode ini digunakan untuk menen-tukan nilai kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang digunakan untuk menentukan mutu semen portland. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kelindian air dengan potensiometrik SNI 06-2421-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan besarnya kadar kelindian dalam air dengan metode potensiometrik dengan alat pH meter. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kelindian dalam air dengan titrimetrik SNI 06-2420-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan kadar kelindian dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kelulusan air untuk lapisan tanah pondasi dengan cara pemompaan di lapangan SNI 03-6453-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan air untuk lapisan tanah pondasi menggunakan peralatan pompa di lapangan. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kelulusan hidraulik khususnya gambut jenuh air (tinggi tekan tetap) SNI 13-6800-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut berbentuk silinder untuk dengan kelulusan hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 –5 cm/ detik. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kemampuan mempertahankan air pada campuran graut untuk beton agregat praletak SNI 03-6807-2002 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk menentukan kemampuan mempertahankan air dari campuran graut semen hidraulis segar untuk beton agregat praletak. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kepadatan dan berat isi tanah di lapangan dengan balon karet SNI 03-6413-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kepadatan dan berat isi tanah hasil pemadatan di Lapangan atau lapisan tanah yang teguh menggunakan alat balon karet. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kerapatan, penyerapan dan rongga dalam beton yang telah mengeras SNI 03-6433-2000 Metode ini mencakup penentuan kerapatan, persentase penyerapan dan persentase rongga dalam beton yang telah mengeras. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian ketahanan abrasi permukaan beton atau mortar dengan metode pemotongan berputar SNI 03-6428-2000 Metode ini mencakup prosedur penentuan ketahanan baik untuk beton atau mortar terhadap abrasi metode ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai tandard an terhadap metode pengujian ASTM C 418, atau metode pengujian ASTM C 779. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian ketahanan agregat dengan alat tumbuk SNI 03-4426-1997 Metode ini dilaksanakan untuk benda uji beton normal berbentuk balok dengan sistem pembebanan dua titik. Cara pengujian meliputi : persiapan, pelaksanaan, dan penghitungan uji, dll UMUM 1997 Metode
Metode pengujian ketahanan pipa PVC untuk air minum terhadap metilen khlorida SNI 06-2554-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC terhadap metilen klorida PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian ketebalan dinding pipa PVC untuk air minum SNI 06-2550-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan dinding pipa PVC PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian ketegaklurusan sumur. SNI 03-6454-2000 Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur. SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengujian kinerja instalasi pengolah lumpur aktif SNI 19-6447-2000 Metode ini digunakan untuk memisahkan benda tersuspensi dan benda terlarut yang sukar mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap, dengan pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi biokimia, oksidasi atau asimilasi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Metode
Metode pengujian kinerja pompa dengan menggunakan model SNI 05-6437-2000 Metode ini digunakan untuk uji kinerja (termasuk uji kavitasi) menggunakan model pompa prototip dan untuk penentuan klasifikasi pompa sentrifugal berukuran besar, pompa aliran campur, pompa aliran aksial kecuali pompa untuk pembangkit tenaga. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Metode
Metode pengujian kinerja unit paket instalasi penjernihan air kapasitas di bawah 5 liter/ detik SNI 19-6777-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan mutu dari Paket Unit Instalasi Penjernihan Air PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian klorin bebas dalam air dengan spektrofotometer sinar tampak secara detil fenilindiamin SNI 06-4824-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin (0,011-4,0) mg/L Mn dalam air minum menggunakan sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian koagulasi flokulasi dan filtrasi bertekanan SNI 19-6784-2002 Metode ini meliputi prosedur yang digunakan untuk melaksanakan prakiraan tekanan dalam rangkaian koagulasi flokulasi filtrasi air baku dan air limbah dalam pipa yang bertekanan, yang mengandung padatan terlarut relatif rendah (< 30mg/l), untuk setiap ukuran diameter filter lebih besar dari 100 mm. Metode ini digunakan untuk menentukan efektifitas flokulasi atau koagulasi, dan atau keduanya serta media filter dalam memisahkan padatan terlarut dan koloid dari air baku dan air limbah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar SNI 19-6449-2000 Metode ini digunakan untuk mengevaluasi pengolahan dalam rangka mengurangi bahan-bahan terlarut, koloid dan yang tidak dapat mengendap dalam air dengan memakai bahan kimia dalam proses koagulasi flokulasi yang dilanjutkan pengendapan secara gravitasi PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Metode
Metode pengujian kolom air di lapangan untuk penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer SNI 19-6742-2002 Metode ini membahas Prosedur Lapangan untuk melakukan pengujian kolom air serta sifat hidraulik akuifer yang ada hubungannya dengan prosedur analitis. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode pengujian konsentrasi hidrogen sulfida (H2S) dalam udara dengan alat spektrofotometer air sampler (HVS) SNI 19-4844-1998 Metode pengukuran ini meliputi ketentuan teknik peralatan, pembuatan benda uji, cara uji, dan perhitungan konsenterasi hidrogen sulfida (H2S) diudara. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Metode
Metode pengujian konsistensi aspal dengan cara apung SNI 03-6834-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan dan cara pengujian untuk menentukan konsistensi aspal dengan cara apung. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian konsistensi normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil SNI 03-6826-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai konsistensi normal semen portland yang digunakan untuk mencantumkan mutu semen portland. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kuat belah kayu di laboratorium SNI 03-6841-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji belah kayu tegak lurus serat, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kuat cabut paku di laboratorium SNI 03-6840-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji cabut paku, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana UMUM 2002 Metode
Metode pengujian kuat geser dinding pasangan bata merah di laboratorium SNI 03-4166-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat geser dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1996 Metode
Metode pengujian kuat geser kayu di laboratorium SNI 03-3400-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat geser sejajar serat kayu UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kuat lentur batu pemakai gelagar seder-hana dengan sistem beban titik di tengah SNI 03-2823-1992 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat lentur dari hasil pengujian di Laboratorium. UMUM 1992 Metode
Metode pengujian kuat lentur dinding pasangan bata merah di laboratorium SNI 03-4165-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1996 Metode
Metode pengujian kuat lentur kayu di laboratorium SNI 03-3959-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur kayu UMUM 1995 Metode
Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi berukuran struktural SNI 03-3975-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian kuat tarik baja beton SNI 07-2529-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian kuat tarik beton secara langsung SNI 03-4812-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan nilai kuat tarik beton untuk keperluan perencanaan komponen struktur berdasarkan penampang benda uji berdiameter 150 mm. UMUM 1998 Metode
Metode pengujian kuat tarik kayu di laboratorium SNI 03-3399-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kuat tarik panel kayu struktural SNI 03-6448-2000 Metde ini digunakan untuk penentuan sifat tarik panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis, papan wapel, papan bahan serat teratur dan komposit venir, dan kayu lapis yang berbahan dasar kayu lainnya. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kuat tekan beton dengan benda uji patahan balok bekas uji lentur SNI 03-4155-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat lentur guna keperluan perencanaan dan pengendalian mutu beton UMUM 1996 Metode
Metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran SNI 03-3403-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tekan beton inti pemboran. UMUM 1994 Metode
Metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan SNI 03-6429-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan benda uji silinder beton menggunakan teknik pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125 mm sampai 300 m. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kuat tekan campuran beraspal SNI 03-6758-2002 Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk lapis permukaan dan lapis pondasi jalan. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian kuat tekan dinding pasangan bata merah d ilaboratorium SNI 03-4164-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1996 Metode
Metode pengujian kuat tekan elemen struktur beton dengan alat palu beton tipe N dan NR SNI 03-4430-1997 Metode ini digunakan untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton pada suatu elemen struktur untuk keperluan pengendalian mutu beton dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan. UMUM 1997 Metode
Metode pengujian kuat tekan graut untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium SNI 03-6430.1-2000 Metode pengujian ini untuk menentukan kuat tekan graut semen hidraulik untuk beton dengan agregat praletak. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian kuat tekan kayu di laboratorium SNI 03-3958-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan kayu. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian laboratorium untuk menentukan parameter sifat fisika pada contoh batu SNI 03-2437-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat-sifat fisika contoh batu, antara lain yaitu kepadatan asli, kadar air asli, kepadatan jenuh, penyerapan kepadatan kering, derajat kejenuhan, porositas, berat jenis semu, berat jenis sebenarnya dan angka pori berdasarkan hasil pengkajian dan perhitungan laboratorium. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian lapangan kekuatan geser baling tanah berkohesi SNI 03-2487-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kekuatan geser tanah lembek berkohesi yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian lentur panel kayu struktural SNI 03-6851-2002 Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, papan lapis, papan serat teratur, venir komposit dan lapisan kayu. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian modulus elastisitas lentur kayu di laboratorium. SNI 03-3960-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan modulus elastisitas lentur kayu UMUM 1995 Metode
Metode pengujian modulus elastisitas lentur kayu konstruksi berukuran struktural. SNI 03-3972-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu UMUM 1995 Metode
Metode pengujian modulus elastisitas statis dan rasio poison beton dengan kompresor ekstensometer SNI 03-4169-1996 Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai modulus elastisitas dan rasio poison untuk keperluan perencanaan struktur beton. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian modulus elastisitas tekan dan kuat tekan sejajar serat kayu konstruksi berukuran structural SNI 03-3973-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur bangunan UMUM 1995 Metode
Metode pengujian modulus geser kayu konstruksi berukuran struktural SNI 03-3974-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus geser dan kelas kuat kayu. UMUM 1995 Metode
Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton SNI 03-6817-2002 Metode ini mencakup pengujian mutu air yang digunakan dalam campuran beton dengan cara : UMUM 2002 Metode
Metode pengujian noda untuk aspal minyak SNI 03-6885-2002 Metode pengujian ini membahas ketentuan dan prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari petroleum dan seharusnya tidak digunakan terhadap aspal alam yang mengandung bahan tetap yang tidak larut dalam xylen. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian oksigen terlarut dalam air dengan elektrokimia. SNI 06-2425-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Elektrometrik. UMUM 1991 Metode
Metode pengujian pelekatan aspal emulsi terhadap agregat M - 50. SNI 03-6831-2002 Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan –ketentuan. Benda uji bahan, cara uji pelekatan aspal emulsi terhadap agregat tipe pengendap lambat dan tipe pengendap sedang. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian pembebanan lantai beton bertulang pada bangunan bertingkat dengan beban air SNI 03-6760-2002 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai lendutan nyata, derajat pemulihan dan kapasitas nyata dari nilai setelah diberi beban uji PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian penentuan kadar kapur dalam tanah stabilisasi kapur secara titrasi SNI 03-6803-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar kapur dalam % yang terdapat dalam tanah atau agregat yang telah diolah dengan kapur padam. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian pengaruh panas dan udara terhadap lapisan tipis aspal yang diputar SNI 03-6835-2002 Pengujian ini digunakan untuk mengukur pengaruh panas dan udara pada lapis tipis aspal semi padat yang diputar. Pengaruh perlakuan ini ditentukan berdasarkan pengukuran sifat-sifat aspal sebelum dan sesudah pengujian. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian pengukuran kadar air kayu dan bahan berkayu. SNI 03-6850-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar air kayu, vinir dan bahan berkayu, termasuk didalamnya yang mengandung perekat dan bahan-bahan kimia aditif UMUM 2002 Metode
Metode pengujian pengukuran ph pasta tanah-semen untuk stabilisasi SNI 03-6426-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta tanah-semen untuk mendeteksi keberadaan bahan organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen portland. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian perubahan panjang beton akibat reaksi alkali batuan karbonat SNI 03-6432-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan cara pengukuran perubahan panjang prisma beton, kerantanan dari kombinasi semen agregat terhadap reaksi alkali karbonat yang mengembang dengan melibatkan ion-ion hidroksida. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena (PE) SNI 19-6779-2002 Metode ini mencakup : Menentukan perubahan panjang dari pipa polietilena baik low density (LDPE), medium density (MDPE), dan high density (HDPE) dengan uji rendam maupun uji oven dan menetapkan nilai maksimum perubahan panjang untuk semua pipa polietilena. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian perubahan panjang pipa PVC untuk air minum dengan uji tungku SNI 06-2553-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Metode pengujian PH bahan gambut dengan alat PH meter SNI 13-6788-2002 Metode ini memuat pengertian, ketentuan-ketentuan, dan prosedur pengukuran pH secara elektrokimia dari bahan gambut. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan bahan gambut, yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0,01 M. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian pH tanah untuk uji korosi logam SNI 03-6879-2002 1.      Metode ini meliputi penentuan pH tanah. Penggunaan utama pengujian ini adalah untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis kelistrikan tanah, sehingga metode ini dapat mengidentifikasikan kondisi korosi logam dalam tanah dengan baik. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian produktivitas primer dalam air dengan pengukuran oksigen terlarut SNI 06-4140-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai produktivitas primer pada sumber air permukaan. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan. SNI 03-6766-2002 Metode ini digunakan untuk melaksanakan pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian rongga udara dalam campuran perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka yang dipadatkan SNI 03-6754-2002 Standar ini berisi metode pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian saringan agregat hasil ekstraksi SNI 03-6822-2002 Metode pengujian ini mencakup prosedur untuk penentuan distribusi ukuran butir halus dan kasar dari hasil ekstraksi campuran beraspal, dengan menggunakan saringan dengan lubang persegi. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara theis SNI 19-6743-2002 Standar ini meliputi ketentuan, cara pengerjaan, dan laporan. Penentuan sifat hidraulik yaitu transmisivitas T dan koefisien kandungan S dari akuifer tertekan tunggal, yang tersusun dari batuan atau media berbutir yang tak padu dan bersifat menerus, dengan cara analisis Jacob (yang merupakan modifikasi dari cara Theis) terhadap data uji pemompaan atau data uji penginjeksian di lapangan. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode pengujian sifat penyalaan bahan bangunan SNI 03-6771-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan sifat nyala pada suatu permukaan rata, kaku maupun semi kaku dari suatu bahan bangunan atau komposit yang diuji pada posisi tegak PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode Pengujian Sifat Reologi Aspal dengan Alat Reometer Geser Dinamis (RGD) SNI 06-6442-2000 Metode pengujian meliputi penentuan modulus geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat penguji geser dinamis menggunakan pelat uji paralel. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian sumur injeksi dan pemompaan untuk penentuan sifat hidraulik untuk sistem akuifer (prosedur lapangan) SNI 03-6436-2000 Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur, pengendalian laju debit keluar atau laju debit injeksi dan pengukuran muka air untuk menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengungkungnya. SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengujian susut kering mortar yang mengandung semen portland SNI 03-6823-2002 Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh semen portland pada susut kering mortar menggunakan pasir yang bergradasi standar, yang diakibatkan oleh kondisi suhu, kelembaban relatif, dan laju penguapan lingkungannya. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian susut linier tanah SNI 03-4143-1996 Metode ini membahas tentang ketentuan-ketentuan, cara pengujian dan laporan pengujian untuk tanah kohesif yang tidak mengandung bahan organik. Tujuannya untuk memperoleh data nilai susut linier tanah kohesif. UMUM 1996 Metode
Metode pengujian susut radial dan tangensial kayu di laboratorium SNI 03-6843-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji susut arah radial dan tangensial, dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian tekanan internal rendah sambungan mekanik pipa polietilena (PE) SNI 19-6778-2002 Cara pengujian ini pada sambungan fiting berulir dan pipa PE bertekanan dengan diameter nominal maksimal 63 mm dilaksanakan dua tahap yang berbeda antara tekanan external dan internal 0,01 Mpa dan 0,08 Mpa minimal 1 jam tidak bocor. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian tiang pancang terhadap barang lateral SNI 03-6762-2002 Metode ini digunakan untuk pengujian tiang vertical dan tiang miring, baik tiang pancang atau kelompok tiang untuk menentukan hubungan beban lendutan pada saat menerima beban lateral. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian titik nyala aspal cair dengan alat tag open cup SNI 06-6722-2002 Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan-ketentuan, cara pengujian titik nyala aspal cair dengan Tag Open Cup; UMUM 2002 Metode
Metode pengujian untuk membandingkan berbagai beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap tulangan SNI 03-4809-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan perbandingan antara berbagai macam beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja tulangan UMUM 1998 Metode
Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara preece pada besi atau baja yang digalvanis SNI 07-6443-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan daerah paling tipis dari lapisan seng yang ada pada besi atau baja dengan pencelupan pada tembaga sulfat untuk baja berbentuk tabung, baja berbentuk pipa pelindung kabel listrik kaku, baja cor, baja tempa dan struktur baja lainnya dan perangkat keras pada pekerjaan pertanian UMUM 2000 Metode
Metode pengujian untuk menentukan daya dukung tanah dengan beban statis pada pondasi dangkal SNI 03-6796-2002 Metode pengujian ini untuk memperkirakan daya dukung tanah dengan cara uji pembebanan di lapangan, dan merupakan bagian dari prosedur penyelidikan tanah yang diperlukan untuk desain pondasi. Pekerjaan ini memberikan informasi tentang tanah hanya sampai kedalaman hingga sekitar dua kali diameter pelat dukung. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif SNI 03-6795-2002 Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya pengembangan. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal SNI 03-6756-2002 Metode pengujian ini menjelaskan prosedur untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal yang dibandingkan terhadap benda uji standar dari material yang sama dan berada dalam toleransi perencanaan campuran. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode pengujian untuk mengukur nilai kuat tekan beton pada umur awal dan memproyeksikan kekuatan pada umur berikutnya SNI 03-6805-2002 Metode ini mencakup : UMUM 2002 Metode
Metode pengujian untuk penentuan kadar serat dari contoh gambut dengan cara kering di laboratorium SNI 13-6794-2002 Metode Pengujian ini: Meliputi penentuan kadar serat dari contoh gambut (sesuai dengan pengertian klasifikasi gambut dalam ASTMD 4427), dapat pula digunakan untuk tanah organik bukan gambut. UMUM 2002 Metode
Metode pengujian untuk penentuan kapasitas jenis dan penaksiran transmisivitas pada sumur uji. SNI 19-6739-2002 Metode ini untuk menentukan angka kapasitas jenis sumur uji dan menaksir angka transmisivitas pada sekitar tempat sumur uji tersebut. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis. SNI 19-6740-2002 Metode ini membahas prosedur analitis untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis (dari data pemulihan muka air sebagai akibat pemompaan atau injeksi yang berlaju tetap). SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara uji kolom air. SNI 19-6741-2002 Metode ini membahas penentuan transmisivitas akuifer tertekan akibat suatu perubahan muka air di dalam sumur secara tiba-tiba. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengeboran. SNI 03-6969-2003 Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil pengeboran dari struktur beton UMUM 2003 Metode
Metode pengujian untuk potensial setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi bahan dielektrik dalam beton SNI 03-6444-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi potensial elektrikal setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di Laboratorium, dengan tujuan untuk menentukan aktifitas korosi pada tulangan. UMUM 2000 Metode
Metode pengujian untuk tiang tunggal terhadap beban tarik aksial statis SNI 03-6761-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan response tiang atau tiang-tiang dalam kelompok tiang terhadap beban aksial tarik dan dapat digunakan semua kedalaman tiang. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Metode
Metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield termosel. SNI 06-6441-2000 Metode ini mencakup prosedur pengukuran viskositas apparen aspal minyak pada temperatur (38-260) 0 C, menggunakan alat Brookfield Termosel UMUM 2000 Metode
Metode pengujian viskositas epoksi-resin dan bahan pengeras SNI 06-6446.2-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan viskositas epoksi resin dan bahan pengeras dalam keadaan cair pada suhu kamar atau dilarutkan dalam pelarut UMUM 2000 Metode
Metode pengujian volume bahan padat pada lapisan cat bening atau berpigmen SNI 06-6445-2000 Metode pengujian ini dapat digunakan untuk menentukan volume bahan padat dalam berbagai jenis lapisan seperti : solvent-reducible primer surfacer, warter-reducible primer surfacer, water-reducible enamel topcoat, acrylic lacquer topcoat, gloss enamel, cat dinding datar, gloss house enamel, industrial baking enamel, Cat lateks interial, dan cat lateks exterior. JALAN DAN JEMBATAN 2000 Metode
Metode pengujian waktu alir beton berserat dengan kerucut uji slump yang dibalik SNI 03-6431-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir beton berserat menggunakan kerucut slump yang dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos saringan 1½ inchi, tidak dapat dipakai untuk beton yang mengalir bebas UMUM 2000 Metode
Metode pengujian waktu ikat awal semen portland dengan menggunakan alat vicat untuk pekerjaan sipil. SNI 03-6827-2002 Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan untuk melakukan pengujian waktu ikat awal semen Portland untuk pekerjaan sipil. Tujuan metode ini adalah untuk mendapatkan nilai waktu ikat awal yang digunkan untuk menentukan semen portland. Ruang Lingkup UMUM 2002 Metode
Metode pengujian waktu pengikatan graut untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium SNI 03-6430.2-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat. UMUM 2000 Metode
Metode pengukuran debit pada saluran terbuka bangunan ukur ambang v-rata SNI 03-6455.2-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran katup atau berubah perlahan menggunakan Ambang V-rata SUMBER DAYA AIR 2000 Metode
Metode pengukuran kedalaman menggunakan alat perum gema untuk menghasilkan peta batimetri SNI 8283:2016 Standar ini menetapkan ketentuan dan persyaratan, cara pengukuran kedalaman perairanserta posisinya untuk membuat peta batimetri JALAN DAN JEMBATAN 2016 Metode
Metode pengukuran kelulusan air pada tanah zone tak jenuh dengan lubang auger SNI 03-3968-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh. UMUM 1995 Metode
Metode pengukuran tebal endapan gambut SNI 13-6789-2002 Metode ini mencakup cara pengukuran menggunakan teknik pendugaan stang baja untuk memperkirakan tebal endapan gambut di permukaan yang menutupi tanah mineral atau lapisan batuan dasar. Hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk maksud energi, hortikultura, atau geoteknik. UMUM 2002 Metode
Metode pengukuran tinggi muka air tanah bebas di sumur SNI 03-3970-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tinggi muka air tanah bebas sesaat di sumur. SUMBER DAYA AIR 1995 Metode
Metode penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu SNI 13-6790-2002 Metode ini mencakup tentang ketentuan dan cara pengerjaan penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu dengan ukuran butir kurang dari 75 mm untuk uji tanah di laboratorium. UMUM 2002 Metode
Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah agregat untuk pengujian SNI 1975:2012 1.1 Standar ini menetapkan metode atau cara penyiapan secara kering contoh tanah dan UMUM 2012 Metode
Metode perhitungan awal laju sedimentasi waduk SNI 19-6737-2002 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya laju sedimentasi waduk. SUMBER DAYA AIR 2002 Metode
Metode perhitungan debit sungai harian SNI 03-3412-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SUMBER DAYA AIR 1994 Metode
Metode perhitungan natrium karbonat residu dalam air. SNI 06-6852-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Natrium Karbonat Residu (NKR) dalam air. UMUM 2002 Metode
Metode perhitungan perbandingan adsorpsi natrium dalam air. SNI 06-6853-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya angka perbandingan Adsorpsi Natrium (PAN) dalam air. UMUM 2002 Metode
Metode perhitungan tiang pancang beton pada krib di sungai SNI 03-2829-1992 Metode ini digunakan untuk mendesain tiang pancang beton pada krib di sungai yang aman dan berfungsi semestinya. SUMBER DAYA AIR 1992 Metode
Metode uji angka pantul beton keras SNI ASTM C805-2012 Metode uji ini mencakup penentuan angka pantul beton keras dengan menggunakan palu pantul yang dikendalikan oleh pegas. UMUM 2012 Metode
Metode uji bahan organik dalam agregat halus untuk beton (ASTM C40/C40M-11, IDT) SNI 2816 - 2014 1.1 Standar ini meliputi dua prosedur untuk penentuan perkiraan adanya kotoran organik merugikan dalam agregat halus yang akan digunakan dalam mortar atau beton dengan semen hidraulis. Satu prosedur menggunakan larutan warna standar dan yang lainnya menggunakan standar warna kaca. UMUM 2014 Metode
Metode uji bahan yang lebih halus dari saringan 75 µm (No. 200) dalam agregat mineral dengan pencucian (ASTM C117-2004, IDT) SNI ASTM C117:2012 Metode uji ini menentukan penentuan jumlah bahan yang lolos saringan 75 µm (No.200) dalam agregat mineral dengan pencucian. Butiran lempung dan butiran agregat lain yang tersebar oleh air pencuci, sebagaimana bahan lain yang larut dalam air akan terpisah dari agregat selama pengujian. UMUM 2012 Metode
Metode uji basah dan uji kering campuran tanah semen dipadatkan SNI 6427:2012 Standar ini menetapkan metode uji untuk menentukan persentase kehilangan massa campuran tanah-semen,Perubahan kadar air dan perubahan volume (kembang dan susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan dan pengeringan berulang pada benda uji campuran tanah-semen yang telah mengeras. Benda uji ini dipadatkan didalam sebuah cetakan sebelum hidrasi semen sampan densitas maksimum pada kadar air optimum dengan menggunakan prosedur yang di jelaskan pada SNI 6886. UMUM 2012 Metode
Metode uji beban putus dan mulur geotekstil dengan cara cekau(grab)Standard test method for grab breaking load and elongation of geotextiles-ASTM D4632/D4632M15a, MOD) SNI 4417-2017 1.1 Standar ini menetapkan metode uji indeks untuk menentukan beban putus dan mulur geotekstil dengan cara cekau. Metode ini tidak sesuai untuk geotekstil rajutan. Oleh karena itu, dapat digunakan metode alternatif lainnya. Meskipun metode uji ini berguna untuk pengendalian mutu dan uji penerimaan, hasil-hasil pengujian hanya dapat digunakan untuk membandingkan kain dengan struktur yang sama karena setiap kain dengan struktur yang berbeda akan berperilaku secara khas dan sesuai dengan karakteristik materialnya. Metode uji ini tidak menyatakan seluruh informasi yang diperlukan untuk semua aplikasi perencanaan sehingga metode uji lain dapat digunakan. 1.2 Prosedur ini dapat dilakukan pada kondisi kering dan basah. Namun, pengujian umumnya dilakukan pada kondisi kering, kecuali disyaratkan lain sesuai dengan permintaan atau spesifikasi. 1.3 Satuan yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam SI dan satuan unit lainnya. 1.4 Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan. UMUM 2017 Metode
Metode uji berat volume, kapasitas mengikat air dan porositas material gambut jenuh air SNI 6801:2015 Metode uji ini digunakan untuk mengevaluasi sifat aerasi, penetrasi air, kapasitas mengikat air dari bahan gambut sesuai dengan kondisi lapangan dalam keadaan jenuh air. UMUM 2015 Metode
Metode uji CBR laboratorium SNI 1744-2012 Standar ini menetapkan cara untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) Material lapis tanah dasar, fondasi bawah dan fondasi, termasuk material yang didaur ulang untuk perkerasan jalan dan lapangan terbang, yang dipadatkan dilaboratorium. Standar ini terutama dimaksudkan, tetapi tidak terbatas, untuk mengevaluasi kekuatan material kohesif dengan ukuran butir maksimum kurang dari 19,0 mm (3/4 Inchi). UMUM 2012 Metode
Metode uji cepat rambat gelombang dan konstanta elastis ultrasonik batuan SNI 2485–2015 1.1 Metode uji ini menjelaskan peralatan dan prosedur pengukuran di laboratorium untuk kecepatan rambat pada gelombang tekan dan geser dalam batuan (1) dan penentuan konstanta elastis ultrasonik (Catatan 1) dari batuan isotropik atau contoh batuan lain yang agak anisotropik. UMUM 2015 Metode
Metode uji dan kriteria penerimaan sistem struktur rangka pemikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung SNI 7834:2012 Standar ini menetapkan metoda uji dan kriteria penerimaan minimum untuk suatu sistem struktur rangka pemikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung. Standar ini digunakan untuk pengujian sambungan balok dan kolom yang didesain untuk daerah rawan gempa, berdasarkan standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung seperti tercantum dakam SNI 1726, dimana penerimaannya didasarkan atas bukti eksperimental dan analisis kriteria penerimaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Metode uji densitas semen hidraulis (ASTM C-188-95(2003), MOD) SNI 2531 : 2015 Metode uji ini meliputi penentuan densitas semen hidraulis khususnya penggunaan yang ada hubungannya dengan rancangan dan pengendalian campuran beton. UMUM 2015 Metode
Metode uji densitas tanah di tempat (lapangan) dengan alat konus SNI 2828:2011 Standar ini menetapkan metode uji densitas tanah di tempat (lapangan) menggunakan alat konus pasir.Peralatan yang diuraikan disini dibatasi untuk pengujian tanah yang mengandung partikel berbutir dengan diameter tidak lebih dari 50 mm. UMUM 2011 Metode
Metode uji densitas, volume produksi campuran dan kadar udara (gravimetrik) beton (ASTM C138/C138M-14,MOD) SNI 1973 : 2016 Metode uji ini menetapkan cara untuk menentukan densitas campuran beton segar dan memberikan beberapa persamaan untuk menghitung volume produksi campuran, kadar semen, dan kadar udara (gravimetrik) dalam beton UMUM 2016 Metode
Metode uji deteriorasi geotekstil akibat kondisi terekspos cahaya, kelembapan, dan panas dengan peralatan tipe xenon arc (ASTM D4355 – 07, IDT) SNI 8057:2014 Standar ini menetapkan metode uji penentuan deteriorasi kuat tarik geotekstil akibat kondisi terekspos radiasi xenon arc, kelembapan, dan panas. Peralatan ekspos cahaya dan air menggunakan sumber cahaya xenon arc. Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan. UMUM 2014 Metode
Metode uji fondasi dalam dengan High Strain Dynamic Pile (HSDP) SNI 8459:2017 1.1 Metode uji dinamik ini meliputi prosedur penerapan gaya tumbukan aksial dengan palu tiang pancang atau tumbukan dengan beban berat yang akan menyebabkan regangan relatif tinggi pada bagian kepala suatu fondasi dalam, baik vertikal maupun miring, dan prosedur pengukuran respons gaya dan kecepatan dari unit fondasi dalam tersebut. HSDP berlaku untuk setiap fondasi dalam, yang berfungsi serupa dengan tiang pancang atau tiang bor terlepas dari metode instalasinya, dan harus sesuai dengan persyaratan metode uji ini. 1.2 Standar ini memberikan persyaratan minimum untuk pengujian dinamik fondasi dalam. Perencanaan, spesifikasi, dan ketentuan (atau kombinasinya) harus disiapkan oleh engineer yang memiliki kualifikasi yang dapat menambahkan persyaratan dan prosedur yang diperlukan untuk memenuhi tujuan pengujian tersebut. Engineer yang bertanggung jawab atas perencanaan pengujian fondasi harus menyetujui setiap penyimpangan, penghapusan, atau penambahan persyaratan pada standar ini. 1.3 Pelaksanaan dan evaluasi pengujian HSDP membutuhkan pengetahuan dan pengalaman khusus. Engineer yang berkualifikasi harus secara langsung mengawasi pengambilan data lapangan dan interpretasi hasil uji dan juga memprediksi kinerja aktual dan kelayakan fondasi dalam yang digunakan. Seorang engineer yang berkualifikasi harus memeriksa dan menyetujui seluruh peralatan yang digunakan untuk memberikan gaya tumbukan aksial yang dibutuhkan, perlengkapan pemancangan, peralatan angkat, frame pendukung, template, dan prosedur uji. 1.4 Standar ini memuat berbagai catatan yang mereferensikan penjelasan. Catatancatatan ini (tidak termasuk tabel dan gambar) tidak dianggap sebagai persyaratan standar. Kata "harus" menunjukkan ketentuan wajib, dan kata "dapat" menunjukkan ketentuan yang direkomendasikan atau dianjurkan. Setiap kalimat yang sangat penting menunjukkan ketentuan wajib. 1.5 Nilai-nilai dalam standar ini dinyatakan dalam satuan SI. 1.6 Semua nilai yang diamati dan dihitung harus sesuai dengan pedoman signifikansi digit dan pembulatannya yang terdapat pada ASTM D 6026. 1.7 Metode yang digunakan untuk mengumpulkan, menghitung, atau merekam data dalam standar ini tidak berhubungan langsung dengan akurasi data yang dapat diterapkan dalam perancangan atau kegunaan lainnya. Bagaimana mengaplikasikan hasil yang diperoleh dari penggunaan standar ini tidak termasuk dalam ruang lingkup yang tertera dalam standar ini. 1.8 Standar ini tidak bertujuan untuk mengatasi semua masalah keselamatan kerja yang mungkin terjadi, yang terkait dengan penggunaannya. Masalah keselamatan kerja adalah tanggung jawab pengguna standar ini, terutama dalam menerapkan praktik kesehatan dan keselamatan kerja serta dalam menentukan batasan peraturan dalam penerapannya sebelum digunakan. Untuk pernyataan khusus pencegahan, lihat Catatan 4. JALAN DAN JEMBATAN 2017 Metode
Metode uji gumpalan lempung dan butiran mudah pecah dalam agregat SNI 4141-2015 Metode ini mencakup pendekatan penentuan gumpalan lempung dan butiran mudah pecah dalam agregat. UMUM 2015 Metode
Metode uji indeks ekspansi tanah Standard test method for expansion index of soils (ASTM D 4829-08a, IDT) SNI 6425:2015 1.1 Metode uji ini digunakan untuk mengetahui potensi ekspansi tanah yang dipadatkan saat digenangi air suling . UMUM 2015 Metode
Metode uji indeks tahanan tusuk geomembran dan produk sejenisnya (ASTM D4833-07 (2013), IDT) SNI 8058-2014 Standar ini menetapkan metode uji untuk mengukur indeks tahanan tusuk geomembran dan produk sejenisnya. Penggunaan metode uji ini tidak sesuai untuk pengujian beberapa jenis geotekstil tenun atau produk sejenisnya dengan bukaan besar seperti geonet dan geogrid. Geotekstil tenun dan produk sejenisnya disarankan diuji dengan ASTM D6241. Satuan yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam SI. Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja.Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan. UMUM 2014 Metode
Metode uji ion klorida dalam air (ASTM D512-10, IDT) SNI 6439-2013 Metode pengujian ini mencakup penentuan ion klorida dalam air, air limbah dan air laut menggunakan filtrasi dengan merkuri, perak nitrat, dan metode elektroda selektif ion UMUM 2013 Metode
Metode uji kecepatan rambat gelombang melalui beton SNI ASTM C597:2012 Metode uji ini mencakup penentuan kecepatan rambat gelombang longitudinal melalui beton. Metode uji ini tidak dapat diterapkan untuk rambat gelombang jenis lain yang melalui beton. UMUM 2012 Metode
Metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja SNI 8461:2017 1.1 Standar ini menetapkan penentuan nilai kekerasan leeb untuk baja, baja cor, dan besi cor (Bagian A), termasuk cara untuk verifikasi alat untuk pengujian kekerasanleeb (Bagian B), dan uji kalibrasi blok standar(Bagian C). CATATAN 1-Judul asli dari standar ini adalah "Standard Test Metode untuk Equotip Kekerasan Pengujian Produk Baja "0,1 1.2 Nilai-nilai yang dinyatakan dalam satuan inci-pound dianggap sebagai standar. Nilai yang diberikan dalam kurung merupakan konversi matematika ke dalam satuan SI yang diberikan sebagai informasi saja dan tidak dianggap sebagai nilai standar. 1.3 Standar ini tidak bertujuan untuk menginformasikan semua hal yang menyangkut dengan keamanan penggunaan. Hal ini merupakan tanggung jawab pengguna standar untuk membuat keamanan yang layak dan penggunaan yang baik serta menerapkan batasan peraturan sebelum penggunaan. UMUM 2017 Metode
Metode uji kekuatan lekat sistem epoksi-resin pada beton dengan cara tekan-geser SNI 8054-2014 Metode uji mencakup penentuan kekuatan lekat sistem pengikat berbahan dasar epoksi-resin untuk digunakan dengan beton semen Portland. Metode ini mencakup pengikatan antara beton keras dengan beton keras atau beton segar UMUM 2014 Metode
Metode uji kekuatan lentur beton (menggunakan balok sederhana dengan beban terpusat di tengah bentang) (ASTM C293/C293M-10, IDT) SNI 4154 - 2014 Standar ini meliputi penentuan kekuatan lentur spesimen beton menggunakan balok sederhana dengan beban terpusat di tengah bentang. Standar ini bukan merupakan alternatif ASTM C78/C78M. UMUM 2014 Metode
Metode uji kekuatan tarik belah spesimen beton silinder SNI 2491-2014 Standar ini meliputi penentuan kekuatan tarik belah spesimen beton silinder, seperti silinder yang dicetak dan beton inti.. UMUM 2014 Metode
Metode uji kekuatan tusuk statis geotekstil dan produk sejenisnya dengan batang penekan berdiameter 50 mm (ASTM D6241 – 04 (2009), IDT) SNI 8056-2014 1.1 Standar ini menetapkan metode uji indeks untuk mengukur besarnya gaya yang UMUM 2014 Metode
Metode uji kelulusan air dengan penurunan tinggi tekan air SNI 03-6473-2000 Metode ini meliputi petunjuk pelaksanaan praktis dalam melakukan pengujian kelulusan air dengan cara penurunan tinggi tekan air yang dilakukan di Laboratorium sehingga nilai kelulusan air (k) contoh tanah yang diuji dapat diketahui. UMUM 2000 Metode
Metode uji kelulusan air pada tanah jenuh dengan menggunakan sel triaksial SNI 8070:2016 Metode uji ini digunakan untuk melakukan pengukuran kelulusan air pada tanah jenuh yang menggunakan sel triaksial di laboratorium. Metode uji ini dapat digunakan untuk tanah tak terganggu atau contoh tanah yang dipadatkan dengan menggunakan prinsip dasar satu dimensi dan aliran laminar yang melalui material seperti tanah dan batuan. Dalam pengujian ini nilai gradien hidraulik, perubahan dan perilaku benda uji dapat diketahui melalui peralatan pengukur tekanan dan pengukur perubahan volume, sehingga diharapkan akan diperoleh nilai kelulusan air yang memuaskan. UMUM 2016 Metode
Metode uji kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara penggantian air pada sumur uji (ASTM D 5030-04 standard test method for density of soil and rock in place by the water replacement method in a test pit) SNI 6872 : 2015 Metode uji ini mencakup penentuan kepadatan dengan berat isi tanah dan batuan dengan menggunakan air untuk mengisi sumur uji sehingga diketahui volume dari sumur uji. Penggunaan kata “batuan” pada metode uji ini menunjukkan bahwa bahan material yang dapat diujikan material berpartikel lebih besar atau sama dengan 3 in (75 mm). UMUM 2015 Metode
Metode uji ketahanan beton keras terhadap penetrasi SNI ASTM C803/C803M:2012 Metode ini meliputi cara pengujian ketahanan beton keras terhadap penetrasi dengan menggunakan probe atau pin baja. UMUM 2012 Metode
Metode uji koefisien kelulusan air pada tanah gambut dengan tinggi tekan tetap SNI 8071:2016 Metode uji ini menguraikan penentuan koefisien kelulusan air dari benda uji gambut jenuh air berbentuk silindris yang memiliki koefisien kelulusan air lebih besar dari 1 x 10-5 cm/s. Kondisi benda uji harus dibuat sama seperti kondisi asli di lapangan. UMUM 2016 Metode
Metode uji kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase SNI 3420:2016 Standar ini menetapkan metode pengukuran kuat geser langsung tanah tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase yang meliputi persyaratan benda uji, personil, peralatan dan prosedur pengujian UMUM 2016 Metode
Metode uji kuat lentur adukan semen hidraulik SNI 6451-2015 1.1 Metode pengujian ini meliputi penentuan kuat lentur adukan semen hidraulik. 1.2 Nilai-nilai dinyatakan dalam satuan SI. Tidak ada satuan pengukuran lain yang digunakan dalam standar ini. 1.3 Nilai-nilai yang dinyatakan dalam SI harus diperoleh dari pengukuran dengan menggunakan satuan SI atau menggunakan konversi yang sesuai dengan aturan-aturan untuk konversi dan pembulatannya yang dinyatakan pada Standard IEEE/ASTM SI 10, jika pengukuran dibuat dalam satuan lain. 1.4 Standar ini tidak dimaksudkan untuk mengatasi masalah-masalah keselamatan, jika ada, sehubungan dengan penggunaannya. Pemakai standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan cara-cara keselamatan dan kesehatan, dan menentukan batas penerapan aturan sebelum menggunakannya. (Peringatan – campuran semen segar hidraulik bersifat kaustik dan dapat menyebabkan kulit terbakar oleh cairan kimia dan rusaknya jaringan untuk penggunaan waktu yang lama) UMUM 2015 Metode
Metode uji kuat sambungan geotekstil (standard test method for strength of sewn or bonded seams of geotextiles-ASTM D4884/D4884M-14a, MOD) SNI 4330-2017 1.1 Standar ini menetapkan metode uji untuk menentukan kuat sambungan geotekstil dengan menggunakan benda uji selebar 200 mm. Sambungan yang dimaksud dalam standar ini adalah sambungan yang dibuat dengan cara dijahit, dipanaskan, atau direkatkan. 1.2 Metode uji ini menyediakan data yang memberikan indikasi kuat sambungan jangka pendek yang dapat dicapai suatu geotekstil dan konstruksi sambungan tertentu. Untuk menilai kinerja jangka panjang suatu teknik penyambungan dapat mengacu pada ASTM D6389. 1.3 Satuan yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam SI. 1.4 Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan UMUM 2017 Metode
Metode uji kuat tekan bebas tanah kohesif SNI 3638-2012 Standar ini mencakup metode atau cara menentukan kuat tekan-bebas tanah kohesif dalam kondisi tidak terganggu, dicetak ulang, atau dipadatkan, selanjutnya dibebani beban aksial dengan pengaturan regangan. UMUM 1994 Metode
Metode uji kuat tekan silinder campuran tanah semen SNI 6887-2012 Standar ini mencakup metode atau cara menentukan kuat tekan campuran tanah semen yang dipadatkan didalam cetakan berbentuk silinder sebagai benda uji. UMUM 2012 Metode
Metode uji partikel ringan dalam agregat SNI ASTM C123-2012 Metode uji ini meliputi cara menentukan persentase partikel ringan dalam agregat dengan cara memisahkannya dalam suatu larutan yang lebih berat yang mempunyai berat jenis yang sesuai. UMUM 2012 Metode
Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan J-Ring SNI 8369:2016 Standar ini menetapkan metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan J-Ring, yang meliputi persyaratan peralatan yang digunakan, prosedur pengujian, dan pengkategorian tingkat passing ability beton UMUM 2016 Metode
Metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan L-boks SNI 8348:2017 1.1 Standar ini menetapkan metode uji passing ability beton memadat sendiri dengan LBox, yang meliputi persyaratan peralatan yang digunakan, prosedur pengujian, dan tingkat passing ability beton dalam bentuk passing ability ratio. Terdapat dua variasi pengujian berdasarkan jumlah batang penghalang yang digunakan, yaitu uji dua batang penghalang dan tiga batang penghalang. Pengujian tiga batang penghalang dimaksudkan untuk mensimulasikan kondisi penulangan yang lebih rapat. Pemilihan sistem batang penghalang dua dan tiga batang tergantung pada spesifikasi yang digunakan 1.2 Standar ini tidak dimaksudkan untuk memenuhi seluruh aspek kesehatan dan keselamatan kerja, karena dibuat berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Pelaksanaan aspek kesehatan dan keselamatan kerja merupakan tanggung jawab pengguna standar ini. (Peringatan - Campuran semen hidrolis jika bercampur dengan air akan melepaskan basa kuat (alkali) yang dapat menyebabkan efek iritasi bahkan luka bakar. Cegah masuknya semen dan/atau beton segar ke dalam mata, mulut, hidung dan kulit dengan perlengkapan yang memadai. Jika sampai terjadi kontak antara mata dengan semen atau beton segar, segera bilas mata dengan air bersih sampai kotoran hilang dan hubungi petugas medis. UMUM 2017 Metode
Metode uji penentuan campuran semen pada aspal emulsi SNI ASTM D6935:2012 Metode ini meliputi uji campuran yang digunakan untuk mengidentifikasi atau mengklasifikasi jenis aspal emulsi mantap lambat, tipe/kelas SS (Slow Setting) atau CSS (Cationic Slow Setting). UMUM 2012 Metode
Metode uji penentuan faktor-faktor susut tanah SNI 4144:2012 Metode uji meliputi cara menentukan karakteristik tanah dengan menghitung nilai-nilai berikut: (a)batas susut, (b) perubahan volume,(c)rasio susut dan (d) susut linier. UMUM 2012 Metode
Metode uji penentuan hubungan kadar air dan densitas campuran tanah semen SNI 6886-2012 Metode ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen UMUM 2012 Metode
Metode uji penentuan indeks kuat tekan bebas dari tanah yang di graut dengan bahan kimia SNI 03-6474-2000 Metode ini mencakup metode uji untuk menentukan indeks kuat tekan-bebas jangka pendek atau tanah yang digraut dengan bahan kimia, menggunakan aplikasi kendali regangan terhadap beban uji. UMUM 2000 Metode
Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonit SNI 8073:2016 Metode ini menetapkan penentuan kadar pasir dari slari bentonit yang digunakan dalam teknik-teknik pengeboran tanah dan konstruksi pembuatan dinding halang dengan menggunakan slari bentonit. Kadar pasir diberikan dalam persen (%) perbandingan volume. UMUM 2016 Metode
Metode uji penentuan persentase butir pecah pada agregat kasar SNI 7619-2012 Metode uji ini mencakup penentuan persentase butir pecah yang terkandung pada contoh agregat kasar berdasarkan massa yang memenuhi persyaratan yang di tentukan. UMUM 2012 Metode
Metode uji penentuan sifat-sifat tarik geogrid dengan metode tarik rib tunggal atau multi rib (ASTM D6637-11, IDT) SNI 8130-2014 Standar ini menetapkan metode uji untuk menentukan sifat-sifat tarik berbagai jenis geogrid uniaksial dan biaksial yang berbentuk persegi, dengan cara memberikan beban tarik pada benda uji berbentuk strip dengan lebar yang bervariasi. UMUM 2014 Metode
Metode uji penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata-rata (UBR) butir agregat SNI 4137-2012 Standar ini menguraikan metode penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata-rata (UBR) butir agregat, digunakan untuk menentukan kuantitas tingkat pemakaian aspal dan agregat yang diperlukan dan untuk menghitung koefisien bentuk butir yang selanjutnya digunakan untuk menilai bentuk butir agregat untuk pekerjaan laburan aspal satu lapis (Burtu) dan laburan aspal dua lapis (Burda). UMUM 2012 Metode
Metode uji pengencangan baut mutu tinggi SNI 8458:2017 1.1 Standar ini menetapkan penentuan nilai kekerasan leeb untuk baja, baja cor, dan besi cor (Bagian A), termasuk cara untuk verifikasi alat untuk pengujian kekerasanleeb (Bagian B), dan uji kalibrasi blok standar(Bagian C). CATATAN 1-Judul asli dari standar ini adalah "Standard Test Metode untuk Equotip Kekerasan Pengujian Produk Baja "0,1 1.2 Nilai-nilai yang dinyatakan dalam satuan inci-pound dianggap sebagai standar. Nilai yang diberikan dalam kurung merupakan konversi matematika ke dalam satuan SI yang diberikan sebagai informasi saja dan tidak dianggap sebagai nilai standar. 1.3 Standar ini tidak bertujuan untuk menginformasikan semua hal yang menyangkut dengan keamanan penggunaan. Hal ini merupakan tanggung jawab pengguna standar untuk membuat keamanan yang layak dan penggunaan yang baik serta menerapkan batasan peraturan sebelum penggunaan. UMUM 2017 Metode
Metode uji pengendapan dan stabilitas penyimpanan aspal emulsi (ASTM D 6930-04, MOD.) SNI 6828-2012 Metode uji ini mencakup penentuan kemampuan aspal emulsi untuk tetap homogen selama penyimpanan yaitu dengan cara mentukan persentase aspal emulsi yang mengendap. Metode uji ini dapat digunakan untuk aspal emulsi yang terdiri dari aspal keras (Semi Solid) atau aspal cair, air dan bahan pengemulsi. UMUM 2012 Metode
Metode uji pengukuran tahanan cabut geosintetik dalam tanah SNI 8128:2016 ASTM A6706-01 (2007) IDT Tahanan cabut geosintetik dari dalam tanah ditentukan melalui pengujian laboratorium dengan menggunakan kotak uji tahanan cabut UMUM 2016 Spesifikasi
Metode uji pengukuran temperatur beton segar campuran semen hidraulis (ASTM C1064/C1064M-08, IDT) SNI 4807-2015 Metode ini digunakan dalam menentukan suhu dari beton segar yang menggunakan semen portland UMUM 2015 Metode
Metode uji persentase partikel aspal emulsi yang tertahan saringan 850 mikron SNI 3643-2012 Metode ini mencakup penentuan persentase partikel aspal atau bahan padat lainya yang tertahan saringan 850 mikron (No. 20. ). UMUM 2012 Metode
Metode uji pH tanah standard test method for pH of soils (ASTM D 4972-01 (2007), IDT) SNI 6787:2015 Metode pengujian ini meliputi pengukuran pH tanah yang digunakan selain untuk pengujian korosi. Pengukuran ini digunakan dalam pertanian, lingkungan hidup dan bidang sumber daya alam. Pengukuran ini menentukan derajat keasaman atau kebasaan bahan tanah yang tersuspensi dalam air dan dalam 0,01 m larutan kalsium klorida. Pengukuran pada kedua cairan sepenuhnya diperlukan untuk menentukan pH tanah. Variabel ini berguna dalam menentukan kelarutan tanah mineral dan mobilitas ion dalam tanah dan menilai kelangsungan hidup lingkungan tanaman tanah. Diskusi yang lebih rinci tentang kegunaan dari parameter ini tidak dijabarkan di sini, namun bisa ditemukan dalam banyak diskusi tentang hal tersebut. UMUM 2015 Metode
Metode uji pondasi tiang dengan beban statis tekan aksial SNI 03-6475-2000 Metode uji ini mencakup prosedur pengujian satu buah pondasi tiang tegak atau miring dan pondasi kelompok tiang tegak untuk menentukan perilakunya akibat pembebanan tekan statis yang bekerja pada sumbu tiang atau kelompok tiang. Metode uji ini dapat diterapkan pada seluruh jenis pondasi dalam yang mempunyai fungsi serupa dengan pondasi tiang tanpa meninjau metode pemasangannya UMUM 2000 Metode
Metode uji rangkak untuk beton yang tertekan (ASTM C512/C512M-10, IDT) SNI 4811-2016 Metode uji ini meliputi penentuan rangkak silinder beton dengan pembebanan tekan pada arah longitudinal secara menerus. Metode uji ini dibatasi untuk beton dengan ukuran maksimum agregat tidak melebihi 50 mm. UMUM 2016 Metode
Metode uji residu aspal emulsi dengan penguapan SNI ASTM D6934:2012 Metode uji ini digunakan untuk menentukan residu secara kuantitatif pada aspal emulsi yang umumnya terdiri dari aspal semi padat atau aspal cair, air dan bahan pengemulsi. UMUM 2012 Metode
Metode uji sifat-sifat tarik geotekstil dengan cara pita lebar(standard test method for tensile properties of geotextiles by the wide-width strip method-ASTM D 4595-11, MOD) SNI 4416 2017 1.1 Standar ini menetapkan metode uji untuk mengukur sifat-sifat tarik geotekstil yang menggunakan benda uji pita lebar. Metode ini dapat digunakan untuk hampir semua jenis geotekstil, seperti geotekstil tenun, geotekstil nirtenun, geotekstil yang dilapis, geotekstil rajutan, dan geotekstil felt. 1.2 Metode uji ini meliputi pengukuran kuat tarik, mulur, modulus tarik awal, modulus tarik offset, modulus tarik sekan, dan kuat putus. 1.3 Metode uji ini mencakup pengukuran sifat-sifat tarik geotekstil dalam kondisi kering dan basah. 1.4 Perbedaan mendasar antara metode uji ini dan metode uji lainnya dalam mengukur sifat-sifat tarik pita adalah lebar benda uji. Beberapa bahan yang digunakan untuk geotekstil mempunyai kecenderungan mengkerut akibat pengaruh gaya pada area jarak jepit. Lebar benda uji yang lebih besar, seperti yang ditentukan dalam metode uji ini, berfungsi untuk meminimalkan pengaruh pengerutan dan menggambarkan hubungan yang serupa dengan perilaku geotekstil yang sebenarnya di lapangan dan sebagai standar perbandingan. 1.5 Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan. UMUM 2017 Metode
Metode uji sifat-sifat tarik geotekstil dengan cara pita lebar(standard test method for tensile properties of geotextiles by the wide-width strip method-ASTM D 4595-11, MOD) SNI 4416-2017 1.1 Standar ini menetapkan metode uji untuk mengukur sifat-sifat tarik geotekstil yang menggunakan benda uji pita lebar. Metode ini dapat digunakan untuk hampir semua jenis geotekstil, seperti geotekstil tenun, geotekstil nirtenun, geotekstil yang dilapis, geotekstil rajutan, dan geotekstil felt. 1.2 Metode uji ini meliputi pengukuran kuat tarik, mulur, modulus tarik awal, modulus tarik offset, modulus tarik sekan, dan kuat putus. 1.3 Metode uji ini mencakup pengukuran sifat-sifat tarik geotekstil dalam kondisi kering dan basah. 1.4 Perbedaan mendasar antara metode uji ini dan metode uji lainnya dalam mengukur sifat-sifat tarik pita adalah lebar benda uji. Beberapa bahan yang digunakan untuk geotekstil mempunyai kecenderungan mengkerut akibat pengaruh gaya pada area jarak jepit. Lebar benda uji yang lebih besar, seperti yang ditentukan dalam metode uji ini, berfungsi untuk meminimalkan pengaruh pengerutan dan menggambarkan hubungan yang serupa dengan perilaku geotekstil yang sebenarnya di lapangan dan sebagai standar perbandingan. 1.5 Standar ini tidak mengatur hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Pengguna standar ini bertanggung jawab untuk menetapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang tepat dan menentukan persyaratan peraturan sebelum digunakan. UMUM 2017 Metode
Metode uji tingkat kebisingan jalan l10 dan leg SNI 19-6878-2002 Metode uji ini menjelaskan suatu prosedur untuk penentuan tingkat kebisingan L10 dan Leg jalan secara langsung dengan alat SLM yang memenuhi standar ANSI tipe 2. JALAN DAN JEMBATAN 2002 Metode
Metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar SNI ASTM C136-2012 Metode uji ini meliputi penentuan pembagian ukuran partikel agregat halus dan agregat kasar dengan penyaringan. UMUM 2012 Metode
Metode Uji unuk pengujian seismik crosshole (Adopsi Identik ASTM D4428/D4428m-14) SNI 8453 : 2017 1.1 Standar ini dibatasi untuk menentukan kecepatan dua jenis gelombang seismik horizontal pada tanah; yang pertama gelombang kompresi (P-wave) dan kedua gelombang geser (S-wave). Standar ini mengasumsikan bahwa metode yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh berdasarkan pada waktu kedatangan gelombang pertama atau interval waktu kedatangan melalui jarak yang ditentukan. 1.2 Prosedur interpretasi dan peralatan yang bisa diterima, seperti sumber seismik, penerima, dan sistem perekaman akan dibahas. Perihal lainnya yang ditetapkan meliputi jarak lubang bor, pengeboran, pipa lindung, injeksi semen (grouting), survei deviasi (deviation surveys), dan prosedur uji yang benar. 1.3 Metode uji ini diutamakan pada prosedur uji mutakhir, interpretasi data, spesifikasi alat yang akan menghasilkan hasil uji yang seragam. 1.4 Semua nilai yang dicatat dan dihitung harus sesuai dengan panduan tentang pembulatan dan tingkat ketelitian digit yang ditetapkan pada ASTM D6026. 1.4.1 Prosedur yang digunakan untuk mensyaratkan cara data dikumpulkan/direkam dan dihitung pada metode uji ini dianggap sebagai standar industri. prosedur ini tidak digunakan untuk mempertimbangkan variasi bahan, data yang diperoleh untuk tujuan tertentu, penggunaan studi-studi yang khusus atau pertimbangan lain untuk tujuan pengguna. Pengukuran yang dilakukan untuk meningkatkan angka penting atau sensitivitas yang lebih baik dibandingkan dengan spesifikasi yang ada dalam metode uji ini tidak akan dianggap sebagai suatu ketidaksesuaian dengan standar ini. 1.5 Unit - Nilai yang dinyatakan dalam satuan SI atau satuan inch-pound [disajikan dalam kurung] harus dianggap secara terpisah sebagai standar. Nilai-nilai yang tercantum dalam setiap sistem mungkin tidak benar-benar tepat; Oleh karena itu, setiap sistem harus digunakan secara bebas satu sama lain. Menggabungkan nilai-nilai dari dua sistem tersebut dapat mengakibatkan ketidaksesuaian dengan standar. Pelaporan hasil uji dalam satuan selain SI tidak akan dianggap sebagai ketidaksesuaian dengan metode uji ini. 1.6 Standar ini tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua masalah keselamatan, jika ada, terkait dengan penggunaannya. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menetapkan keselamatan dan kesehatan kerja serta menentukan penerapan batasan aturan sebelum penggunaan. UMUM 2017 Tata Cara
Metode uji waktu pengikatan campuran beton dengan ketahanan penetrasi SNI ASTM C403/C403M : 2012 Metode uji ini meliputi penentuan waktu pengikat beton dengan slump yang lebih besar dari nol, dengan cara melakukan pengukuran ketahanan penetrasi pada mortar yang disaring dari campuran beton UMUM 2012 Metode
Panel beton ringan berserat SNI 03-3122-1992 Panel beton ringan berserat UMUM 1992 Metode
Papan nama sungai SNI 7827:2012 Standar ini menetapkan cara pembuatan, pemasangan, dan pemeliharaanpapan nama sungai yang memuat data sungai,informasi, dan posisipenempatan papan nama sungai. SUMBER DAYA AIR 2012 Metode
PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM PermenPUNo28-PRT-M-2016 Pedoman ini menetapkan langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) upah tenaga kerja, HSD alat dan HSD bahan, yang selanjutnya menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari harga perkiraan sendiri (HPS), dapat digunakan pula untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk penanganan pekerjaan bidang pekerjaan umum. Penanganan pekerjaan meliputi preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum, yaitu pada sektor Sumber Daya Air, Bina Marga dan Cipta Karya. Pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis dan/atau manual. Pekerjaan yang dilaksanakan secara manual, tersedia tabel koefisien bahan dan koefisien upah, sementara untuk pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis, penetapan koefisien dilakukan melalui proses analisis produktivitas. TENTANG PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM UMUM 2016 Metode
Pembebanan untuk jembatan SNI 1725 :2016 Standar ini menetapkan persyaratan minimum untuk pembebanan beserta batasan penggunaan setiap beban. Faktor beban dan kombinasi pembebanan yang digunakan untuk perencanaan jembatan tersebut. JALAN DAN JEMBATAN 2016 Metode
Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung – bagian 1: pemerik-saan dan pengujian serah terima SNI 03-7017.1-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung – bagian 2: pemerik-saan dan pengujian berkala SNI 03-7017.2-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan, dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan. (RSNI T-25-2004). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Penentuan perilaku rangkak tarik dan keruntuhan rangkak geosintetik SNI ISO 13431-1:2012 Standar ini menetapkan cara uji penentuan perilaku sifat rangkak tarik dan keruntuhan rangkak geosintetik pada kondisi bebas (unconfined). UMUM 2012 Metode
Pengelolaan sampah di permukiman SNI 3242 : 2008 Standar ini memuat persyaratan dan pengelolaan sampah permukiman di perkotaan untuk jenis sampah domestik non B3 dan B3 dengan menerapkan 3R mulai dari kegiatan di sumber sampai dengan TPS . PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Pengujian kadar nitrogen total sedimen dengan alat distilasi Kjeldahl secara titrasi SNI 4146-2013 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar nitrogen total sedimen layang dalam air UMUM 2013 Metode
Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum bagian 2: Persyaratan pemasangan meter air minum SNI 2418.2:2009 Persyaratan pemasangan meter air minum ini digunakan untuk menetapkan kriteria pemilihan meter air tunggal, meter air kombinasi, dan meter air konsentrik, peralatan penghubung, pemasangan, persyaratan khusus dalam pengoperasian awal meter air yang baru atau yang diperbaiki untuk menjamin ketepatan pengukuran dan kehandalan pembacaan meter air. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2009 Metode
Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum – bagian 3: metode dan peralatan pengujian meter air minum SNI 2418.3:2009 Bagian ketiga dari SNI ini memuat metode pengujian dan hal-hal yang harus dilakukan dalam menentukan karakteristik utama dari meteran air sesuai dengan SNI 2547-2008, Bagian 1: Spesifikasi meter air minum. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2009 Metode
Pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas SNI 8137-2015 Standar ini menetapkan pelaksanaan pengukuran debit air pada saluran terbuka dengan menggunakan bangunan ukur jenis : Ambang Tajam Segitiga, Ambang Tajam Persegi Panjang, Ambang Lebar, Lorong Parshall, dan Ujung Hulu Bulat (Romijn). SUMBER DAYA AIR 2015 Metode
Perencanaan instalasi saringan pasir lambat SNI 3981 : 2008 Standar ini memuat persyaratan umum, persyaratan teknis, dan perencanaan instalasi saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi penyelenggara pembangunan untuk mengolah air baku dengan kekeruhan ?50 mg/Liter SiO2 menjadi air minum. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Perencanaan pengolahan air limbah rumah tangga dengan reactor anaerobic system bersekat/baffle (RASB) SNI 8455:2017 Standar ini mengatur tentang persyaratan umum, kriteria perencanaan, operasi dan pemeliharaan Sistem Reaktor Anaerobik Bersekat (SRAB), untuk pengolahan air limbah rumah tangga tercampur atau terpisah dengan pelayanan 5 KK sampai 200 KK. SRAB terdiri dari unit pendahuluan, unit reaktor anaerobik bersekat dan unit pengolahan lanjutan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2017 Tata Cara
Perencanaan sistem penyediaan air minum SNI 7831:2012 Standar ini mencakup kriteriadalam merencanakan sistem penyediaan air minum mulai dari perencanaan unit air baku, unit transmisi,unit produksi, unit distribusi,dan unit pelayanan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Perhitungan debit andalan air sungai dengan kurva durasi debit SNI 6738:2015 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya potensi debit air di sungai SUMBER DAYA AIR 2015 Metode
Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung SNI 2847-2013 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2013 Tata Cara
Persyaratan perancangan Geoteknik SNI 8460:2017 Standar ini menetapkan persyaratan perancangan geoteknik dan kegempaan untuk diaplikasikan pada pekerjaan-pekerjaan geoteknik di Indonesia. Persyaratan perancangan yang dimaksud dalam standar ini disusun untuk pekerjaan perbaikan tanah, stabilitas lereng galian dan timbunan, keruntuhan hidraulik, terowongan, fondasi, struktur penahan, galian dalam dan kegempaan. Standar ini juga menetapkan persyaratan data geoteknik yang digunakan di dalam perancangan. Hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan tidak termasuk ke dalam lingkup standar ini. Namun demikian pertimbangan konstruksi, monitoring dan supervisi yang berkaitan dengan perancangan dan perlu ditetapkan persyaratannya diatur di dalam standar ini. Satuan yang digunakan di dalam standar ini dinyatakan dalam S.I. UMUM 2017 Tata Cara
Persyaratan umum sistem jaringan dan geometri jalan permukiman SNI 03-6967-2003 SNI ini menguaraikan istilah dan defenisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan JALAN DAN JEMBATAN 2003 Spesifikasi
Petunjuk perencanaan penanggulangan longsoran SNI 03-1962-1990 Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya. UMUM 1990 Tata Cara
Pintu tahan api untuk penggunaan di bangunan atau gedung SNI 03-4360-1996 Pintu tahan api adalah pintu yang digunakan untuk bangunan pada perkantoran, gudang dan gedung-gedung bertingkat, terbuat dari lembaran baja canai dingin dan dilengkapi dengan penyekat tahan api sehingga memberikan perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Pintu tahan api diklasifikasikan menjadi tiga tipe berdasarkan ketahanan terhadap api, dengan bentuk tunggal dan ganda. Standar ini menjelaskan persyaratan mutu dan cara uji pintu tahan api yang meliputi sifat tampak, ukuran nominal, jarak bukaan antara rangka dan pintu, bahan pelapis tahan api, bahan untuk rangka pintu dan daun pintu, konstruksi, ketahanan terhadap buka tutup, serta ketahanan terhadap api dan pembebanan. Penandaan meliputi nama dan alamat perusahaan, tahun pembuatan, nomor seri, serta kelas dan tipe pintu. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1996 Tata Cara
Pipa PVC untuk air minum, Metode pengujian kadar PVC dengan TFH SNI 06-2555-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC pada pipa PVC dengan THF PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Metode
Pompa yang dioperasikan secara manual untuk air minum – Pemilihan dan penerimaan SNI ISO 17613-1:2012 Standar ini menetapkan cara pemilihan dan penerimaan pompa secara tepat, untuk mengalirkan air minum yang bebas dari pasir dan/atau partikel tersuspensi dari sumur bor dangkal dan dalam. Standar ini hanya diterapkan untuk pengoperasian pompa secara manual, sehingga tidak dapat diterapkan pada jenis pompa lainnya, termasukpompa kaki,pompa pedal, atau pompa torak. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Proteksi bangunan terhadap petir - Bagian 1: Prinsip umum SNI 03-7014.1-2004 Standar ini merupakan adopsi dari IEC 61024-1:1990, dapat diterapkan pada perancangan dan pemasangan SPP untuk bangunan biasa dengan tinggi sampai dengan 60 meter. Ketentuan dalam standar ini tidak termasuk sistem perkeretaapian, sistem tranmisi, distribusi, sistem telekomunikasi di luar bangunan dan instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat udara dan lepas pantai. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Rancangan tebal jalan beton untuk lalu lintas rendah SNI 8457-2017 Standar ini menetapkan rancangan jalan beton untuk lalu lintas rendah yang meliputi persyaratan teknis tanah dasar, lapis pondasi bawah, beton kurus, beton semen, lalu lintas dan sambungan. Rancangan jalan beton tersebut untuk melayani beban Lalu Lintas Harian Rata-rata Kendaraan Niaga (LHRN) kurang dari 500 kendaraan per hari dan beban lalu lintas kurang dari satu juta ESAL (equivalent single axle load 18-kip/8,2 ton) selama umur rencana 20 tahun. UMUM 2017 Tata Cara
Sambungan terprakualifikasi untuk rangka momen khusus dan menengah baja pada aplikasi seismik SNI 7972-2013 Standar ini menetapkan desain, pendetailan, fabrikasi dan kriteria kualitas untuk sambungan prakualifikasi menurut AISC Seismic Provisions for Structural Steel Buildings (selanjutnya disebut sebagai AISC Seismic Provision) digunakan pada Rangka Momen Khusus (RMK) dan Rangka Momen Menengah (RMM). Sambungan yang ada dalam Standar ini terprakualifikasi memenuhi persyaratan AISC Specification for Structural Steel Buildings (selanjutnya disebut sebagai AISC Specification) hanya bila dirancang dan dilaksanakan menurut persyaratan Standar ini. Standar ini tidak menghalangi penggunaan tipe sambungan yang ada disini diluar keterbatasan yang dinyatakan, atau penggunaan tipe sambungan lain, bila ada cukup bukti kualifikasi yang memenuhi SNI Ketentuan Seismik untuk Bangunan Gedung Baja Struktural dan diajukan kepada pihak yang berwenang. UMUM 2013 Spesifikasi
Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar SNI 03-7012-2004 Standar ini menetapkan metodologi untuk memperkirakan lokasi asap di dalam ruangan bervolume besar, yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan. Metodologi ini meliputi dasar teknik untuk membantu perancangan, pemasangan, pengujian, pengoperasian, dan pemeliharaan dari sistem manajemen asap yang baru atau pembaharuan (retrofit) yang dipasang dalam bangunan yang mempunyai ruangan bervolume besar untuk manajemen asap di dalam ruangan yang terjadi kebakaran atau antara ruangan yang tidak dipisahkan oleh penghalang asap. Bangunan yang termasuk di dalam lingkup standar ini adalah atrium, mal tertutup, dan ruangan bervolume besar yang sejenis (lihat SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung). Standar ini tidak ditujukan untuk gudang, fasilitas manufaktur, atau ruangan serupa lainnya. Standar ini tidak menetapkan metodologi untuk menilai pengaruh asap terhadap orang, harta milik ataupun kelangsungan usaha atau proses. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga SNI 04-7018-2004 Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem daya yang menyediakan sumber penggantif daya listrik untuk beban dalam bangunan dan fasilitasnya dalam peristiwa kegagalan sumber daya utama. Sistem daya yang tercakup dalam standar ini termasuk sumber daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengawas, dan keseluruhan peralatan tambahan dan asesori yang diperlukan memasok daya listrik menuju terminal beban dari peralatan pemindah tersebut. Standar ini mencakup ketentuan instalasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan pengujian menyangkut kinerja sistem pasokan daya darurat (SPDD). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan (spddt) SNI 04-7019-2004 Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem energi listrik tersimpan yang menyediakan sumber daya listrik pengganti dalam bangunan dan fasilitas pada peristiwa kegagalan sumber daya listrik normal. Catatan: Untuk sistem pasokan daya darurat menggunakan generator darurat, lihat bagian 1 dari standar ini. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung SNI 03-6571-2001 ·    Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dan perlindungan harta benda terhadap bahaya kebakaran. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Spesifikasi
Sistem perpipaan plastik-pipa poletilena (PE) dan fiting untuk sistem penyediaan air minum-bagian 1: Umum SNI 4829.1 : 2012 Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan normative, istilah dan definisi syarat mutu cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji dan syarat perawatan pipa polietilena untuk air minum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Spesifikasi
Sistem perpipaan plastik-pipa poletilena (PE) dan fiting untuk sistem penyediaan air minum-bagian 2: Pipa SNI 4829.2 : 2012 Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan normative, istilah dan definisi syarat mutu cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji dan syarat perawatan pipa polietilena untuk air minum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Spesifikasi
Sistem perpipaan plastik-pipa poletilena (PE) dan fiting untuk sistem penyediaan air minum-bagian 3: Fiting SNI 4829.3 : 2012 Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan normative, istilah dan definisi syarat mutu cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji dan syarat perawatan pipa polietilena untuk air minum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Spesifikasi
Sistem perpipaan plastik-pipa poletilena (PE) dan fiting untuk sistem penyediaan air minum-bagian 5: Kesesuaian penggunaan dalam sistem SNI 4829.5 : 2012 Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan normative, istilah dan definisi syarat mutu cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji dan syarat perawatan pipa polietilena untuk air minum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Spesifikasi
Sistem plambing pada bangunan gedung SNI 8153 : 2015 Standar ini mencakup spesifikasi peralatan plambing dan perencanaan, pemasangan, perubahan, perbaikan, penggantian, penambahan, dan perawatan sistem plambing sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan memperhatikan peraturan lain yang berhubungan. Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dipasang setelah standar ini dinyatakan efektif berlaku, dan bagi sistem plambing lama yang mengalami perbaikan sebagian maka bagian tersebut harus mematuhi standar plambing ini dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Spesifikasi
Sistem proteksi petir pada bangunan SNI 03-7015-2004 Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem proteksi petir yang berlaku secara umum pada bangunan gedung dan peralatan yang ada di dalamnya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Spesifikasi bahan graut untuk pekerjaan pasangan SNI 03-6891-2002 Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut halus dan kasar, untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan spesifikasi berikut : a) persyaratan komposisi campuran, atau b) persyaratan kekuatan UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi abu terbang batubara dan pozolan alam mentah atau yang telah dikalsinasi untuk digunakan dalam beton (ASTM C618-08a, IDT) SNI 2460 - 2014 Standar ini mencakup abu terbang batubara dan pozolan alam mentah atau yang telah dikalsinasi untuk digunakan dalam beton dimana diinginkan reaksi sementisius atau pozolanik, atau keduanya, atau dimana diinginkan sifat-sifat lain dari abu terbang atau pozolan, atau keduanya. UMUM 2014 Spesifikasi
Spesifikasi abu terbang dan pozolan lainnya untuk digunakan dengan kapur. SNI 06-6867-2002 Spesifikasi ini mencakup abu terbang dan pozolan lainnya untuk digunakan bersama dengan kapur didalam adukan plastis, dan campuran lain yang berpengaruh terhadap reaksi sifat pozolan kapur. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi agregat beton penahan radiasi SNI 03-2494-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai acuan bagi produsen agregat/ perencana dan pelaksana pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat yang memenuhi persyaratan untuk keperluan beton penahan radiasi. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai klasifikasi dan persyaratan teknis agregat untuk pembuat beton penahan radiasi. Agregat untuk beton penahan radiasi ini meliputi, golongan agregat tertentu untuk beton penahan radiasi pengion, golongan agregat untuk beton penahan radiasi neutron dengan pertimbangan utama adalah komposisi atau berat jenis atau keduanya. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi agregat halus untuk campuran perkerasan beraspal SNI 03-6819-2002 Spesifikasi ini digunakan untuk memperoleh susunan gradasi agregat halus. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi agregat halus untuk pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen SNI 03-6820-2002 Standar ini mencakup spesifikasi dari agregat halus yang akan digunakan untuk pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi agregat ringan untuk batu cetak beton pasangan dinding. SNI 03-6821-2002 Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi kimia dan sifat-sifat fisis agregat ringan. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi agregat ringan untuk beton insulasi SNI 8055-2014 Spesifikasi ini mencakup agregat ringan untuk digunakan dalam beton yang tidak terekspos cuaca, mengingat pertimbangan utama adalah properti insulasi panas dari beton yang dihasilkan. UMUM 2014 Spesifikasi
Spesifikasi agregat ringan untuk beton isolasi SNI 03-3984-1995 Spesifikasi ini mencakup ketentuan gradasi dan berat isi agregat ringan dan konduktifitas panas beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian dalam bangunan UMUM 1995 Spesifikasi
Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan struktural SNI 2461-2014 Standar ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi produsen/ perencana dan pelaksanaan pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat ringan yang memenuhi persyaratan. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan beton struktural dengan pertimbangan utamanya adalah ringannya bobot dan tingginya kekuatan, yang meliputi persyaratan mengenai komposisi kimia, sifat fisis serta penggantian pasir alam. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar. UMUM 2014 Spesifikasi
Spesifikasi agregat untuk lapis permukaan jalan tanpa penutup SNI 8159:2015 Standar ini menetapkan persyaratan agregat untuk lapis permukaan jalan tanpa penutup yang meliputi persyaratan agregat dan campurannya. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi agregat untuk lapis pondasi, lapis pondasi bawah, dan bahu jalan SNI 6388 : 2015 Standar ini menetapkan persyaratan agregat untuk lapis fondasi, lapis fondasi bawah, dan bahu jalan. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi air pencampur yang digunakan dalam produksi beton semen hidraulis (ASTM C1602-06, IDT) SNI 7974-2013 Standar ini mencakup persyaratan komposisi dan kinerja air yang digunakan sebagai air pencampur dalam beton semen hidraulis. Standar ini menentukan sumber-sumber air dan menetapkan persyaratan-persyaratan serta frekuensi pengujian untuk mengkualifikasi masing-masingatau kombinasi sumber air. Dalam kasus dimana persyaratan-persyaratan pembeli berbeda dari yang tercantum dalam standar ini, maka yang menentukan adalah spesifikasi yang diajukan oleh pembeli. UMUM 2013 Spesifikasi
Spesifikasi alat ukur debit orifice SNI 05-6395-2000 Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan dimensi, pemasangan, persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan Reynold untuk pipa kurang dari 3.150 SUMBER DAYA AIR 2000 Spesifikasi
Spesifikasi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk tulangan beton. SNI 03-6812-2002 Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan beton. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi aspal berdasarkan kelas kinerja SN 8426:2017 Standar ini menetapkan ketentuan aspal setara kelas kinerja (Performance Grade, PG). Spesifikasi ini mencakup semua ketentuan yang terdapat pada AASHTO M 320-10, kecuali ketentuan untuk melakukan pengujian dengan alat BBR dan DTT dihilangkan karena tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia. Persyaratan penetrasi dan titik lembek tidak disyaratkan namun harus dilaporkan untuk keperluan pengendalian mutu di lapangan. Sedangkan pengujian kelarutan dan stabilitas penyimpanan disyaratkan, masing-masing untuk mengindikasikan kemurnian dan kehomogenan aspal. UMUM 2017 Spesifikasi
Spesifikasi aspal cair tipe penguapan cepat SNI 4800-2011 Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. UMUM 2011 Spesifikasi
Spesifikasi aspal cair tipe penguapan sedang SNI 4799 : 2008 Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu hasil pengilangan minyak bumi yang berupa liquid (larutan), yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti minyak tanah), yang akan digunakan sebagai bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan. UMUM 2008 Spesifikasi
Spesifikasi aspal emulsi anionic SNI 6832:2011 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan. UMUM 2011 Spesifikasi
Spesifikasi aspal emulsi kationik SNI 4798:2011 Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan. UMUM 2011 Spesifikasi
Spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan SNI 8138 : 2015 Spesifikasi ini menetapkan ketentuan aspal keras berdasarkan kekentalan terhadap aspal original yang terdiri dari AC-2,5, AC-5, AC-10, AC-20, AC-40 dan persyaratan aspal keras berdasarkan kekentalan terhadap aspal residu RTFOT (SNI 03-6835) yang terdiri dari AR-10, AR-20, AR-40, AR-80 dan AR-160 UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi aspal keras berdasarkan kelas penetrasi SNI 8136 : 2015 Standar Spesifikasi ini mencakup lima kelas penetrasi aspal keras yang digunakan untuk konstruksi jalan : 40 -- 50, 60 -- 70, 85 -- 100, 120 -- 150 dan 200 -- 300. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi aspal keras berdasarkan kelas penetrasi SNI 8135 : 2015 1.1.      Standar spesifikasi ini mencakup klima kelas penetrasi aspal keras yang digunakan untuk konstruksi jalan : 40 – 50, 60 – 70, 85 – 100, 120 – 150 dan 200 – 300 UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi asphaltic plug joint untuk jembatan SNI 7396 : 2008 Spesifikasi ini mencakup bahan, pengujian dan penerapan untuk suatu Asphaltic Plug Joint yang dipasang di lapangan yang digunakan untuk penutup celah sambungan siar muai pada pelapisan ulang aspal dan lantai beton dengan semen portland dan juga dapat dipergunakan untuk dilatasi jika terdapat pelebaran jembatan. Lingkup spesifikasi ini dibatasi untuk APJ yang dicetak di lapangan. Elemen yang dicetak dapat terdiri dari sistem dengan banyak lapis atau sistem dengan satu lapis atau kedua-duanya tergantung kebutuhan pada saat pemasangan. Detil spesifikasi dibatasi untuk bahan yang menggunakan aplikasi APJ. Direkomendasikan untuk penggunaan praktis dalam pengujian kekedapan air dari sistem individu, baik di lapangan atau di dalam pengujian laboratorium, dikembangkan. Ketika digunakan di atas jembatan, batas pada pergerakan sambungan maksimum secara rinci dikenali untuk jenis APJ. APJ tidak boleh digunakan untuk pergerakan vertikal yang melebihi ± 3 mm dan pergerakan horisontal yang melebihi ± 25 mm dari lebar instalasi. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi bahan anti pengelupasan (anti stripping) pada campuran beraspal panas SNI 8139 : 2015 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan bahan anti pengelupasan aspal, kompatibilitas dan prosedur pengujian laboratorium yang diperlukan dalam mengevaluasi bahan tambah anti pengelupasan (anti stripping) yang berbentuk cair. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi bahan bangunan bagian a (bahan bangunan bukan logam) SNI 03-6861.1-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan bukan logam yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan bangunan bagian b (bahan bangunan dari besi/ baja) SNI 03-6861.2-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari besi/baja yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan bangunan bagian c (bahan bangunan dari logam bukan besi) SNI 03-6861.3-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana, pelaksana, pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih, memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari logam bukan besi yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung SNI 03-6765-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai ketentuan teknis untuk pemilihan dan penggunaan bahan bangunan dalam upaya mengurangi resiko terhadap bahaya kebakaran, serta memperkecil resiko timbulnya kebakaran dan menyebarluasnya api PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan bersifat semen dalam kemasan, kering dan cepat mengeras untuk perbaikan beton (ASTM C928-09, IDT) SNI 6818-2013 Standar ini mencakup campuran kering bahan-bahan bersifat semen dari mortar atau beton yang cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. Bahan-bahan yang mengandung senyawa organis seperti bitumen, epoksi resin, dan polyester tidak termasuk sebagai bahan pengikat. UMUM 2013 Spesifikasi
Spesifikasi bahan elastis perapat celah sambungan SNI 03-3456-1994 Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung. UMUM 1994 Spesifikasi
Spesifikasi bahan laburan aspal satu lapis (burtu) dan bahan laburan aspal dua lapis (burda) SNI 03-6750-2002 Spesifikasi ini berisi persyaratan aspal dan agregat yang akan digunakan untuk daleman aspal satu lapis (BURTU) dan dan daleman aspal dua lapis (BURDA) UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan lapis penetrasi macadam (LAPEN) SNI 6751-2016 Standar ini menetapkan persyaratan mutu bahan untuk Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN), yang terdiri atas agregat pokok, agregat pengunci, agregat penutup, dan aspal. Seluruh jenis agregat tersebut memiliki gradasi yang seragam. Agregat pokok terdiri atas tiga macam ukuran butir maksimum dan penggunaanya dapat dipilih sesuai dengan tebal yang diperlukan. JALAN DAN JEMBATAN 2016 Spesifikasi
Spesifikasi bahan pencampur untuk beton semprot SNI 03-6811-2002 Spesifikasi ini membahas bahan-bahan yang akan ditambahkan pada campuran beton semprot dari semen portland untuk mengubah sifat campuran. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan pengisi untuk campuran beraspal SNI 06-6723-2002 Spesifikasi ini memuat persyaratan teknis yang harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang dipakai pada campuran beraspal. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas SNI 03-4814-1998 Spesifikasi ini mencakup bahan penutup sambungan beton tipe elastic tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan beton bagian 1 : pemilihan bahan penahan air SNI 03-6416.1-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum tentang sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton SUMBER DAYA AIR 2000 Spesifikasi
Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan beton bagian 2 : pelaksanaan, pemasangan penahan air untuk sambungan SNI 03-6416.2-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum, jenis-jenis sambungan, persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC dan karet logam, serta pertimbangan umum, campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan, serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan SUMBER DAYA AIR 2000 Spesifikasi
Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk beton SNI 2496 : 2008 Spesifikasi ini mencakup bahan-bahan yang diusulkan untuk digunakan sebagai bahan tambahan pembentuk gelembung udara yang ditambahkan ke dalam campuran beton di lapangan. UMUM 2008 Spesifikasi
Spesifikasi bahan tambahan untuk beton SNI 03-2495-1991 Spesifikasi ini memuat persyaratan mutu bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan tambahan campuran beton, sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton yaitu kemudahan pengerjaan, pengerasan, kekedapan dan keawetan. UMUM 1991 Spesifikasi
Spesifikasi bahan untuk stabilisasi berbasis aspal pada perkerasan jalan bervolume lalu lintas rendah SNI 8133 : 2015 Standar ini menetapkan spesifikasi bahan untuk stabilisasi berbasis aspal pada perkerasan jalan bervolume lalu lintas rendah (lalu lintas harian rata-rata kurang dari 500 kendaraan/hari). Stabilisasi berbasis aspal yang dimaksudkan dalam spesifikasi ini adalah stabilisasi agregat dengan aspal cair (cutback asphalt) atau aspal emulsi (asphalt emulsion) untuk lapis fondasi perkerasan lentur jalan bervolume lalu lintas rendah. JALAN DAN JEMBATAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi baja struktural SNI 03-6764-2002 1.      Spesifikasi ini mencakup penampang baja karbon, pelat dan tulangan berkualitas struktural untuk digunakan dalam konstruksi baja dan bangunan dengan paku keling, baut atau las dan untuk tujuan struktural umum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi baja tulangan yang dilapis epoksi SNI 7564 : 2011 Standar ini meliputi baja tulangan ulir dan polos dengan pelapis protektif epoksi yang menggunakan metoda semprot elektrostatis. Persyaratan pelapis organik dan petunjuk praktis di lapangan tertera pada Lampiran A dan Lampiran B. UMUM 2011 Spesifikasi
Spesifikasi bangunan pelengkap unit instalasi pengolahan air SNI 7507 : 2011 Spesifikasi ini menetapkan mengenai bangunan pelengkap unit IPA untuk kapasitas maksimum 50 L/detik, yang meliputi: komponen, kebutuhan luas lahan, material, dan struktur bangunan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Spesifikasi
Spesifikasi bangunan pengaman tepi jalan SNI 03-2446-1991 Spesifikasi ini meliputi persyaratan mutu bahan, mutu konstruksi, dan lokasi pemasangannya. JALAN DAN JEMBATAN 1991 Spesifikasi
Spesifikasi bangunan ukur debit cippoletti SNI 03-6381-2000 Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti SUMBER DAYA AIR 2000 Spesifikasi
Spesifikasi bantalan karet untuk perletakan jembatan SNI 03-4816 1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur, berputar sudut, perubahan lawan lendut, rangkak dan susut. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi bata beton TiOO sebagai pereduksi polutan udara SNI 8308:2016 Spesifikasi ini menetapkan syarat mutu bahan, fisik, dan kinerja bata beton TiOO JALAN DAN JEMBATAN 2016 Spesifikasi
Spesifikasi batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang SNI 7730 : 2011 Standar ini menetapkan spesifikasi batang baja mutu tinggi tanpa pelapis yang dipakai dalam struktur beton prategang, pratarik dan pascatarik atau untuk angkur tanah. Jenis batang baja ini terdiri dari tipe I (batang polos) dan tipe II (batang ulir). UMUM 2011 Spesifikasi
Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa SNI ASTM A325M:2012 1.1 Spesifikasi ini meliputi dua tipe baut segi enam mutu tinggi yaitu hasil quen dan temper UMUM 2012 Spesifikasi
Spesifikasi beton bertulang kedap air SNI 03-2914-1992 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan persyaratan-persyaratan teknis beton kedap air. UMUM 1992 Spesifikasi
Spesifikasi beton segar siap pakai (ASTM C94/C94M-14, IDT) SNI 4433-2016 Standar ini mencakup beton segar siap pakai sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 3.2.2. Persyaratan untuk mutu beton akan ditentukan selanjutnya atau sebagaimana ditentukan oleh pembeli. Apabila kebutuhan pembeli berbeda dari apa yang ada dalam standar ini, maka spesifikasi dari pembeli harus ditetapkan. Standar ini tidak mencakup penempatan, pemadatan, perawatan, atau perlindungan beton setelah pengiriman kepada pembeli UMUM 2016 Spesifikasi
Spesifikasi beton struktural SNI 6880-2016 Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton, baja tulangan dan prategang, produksi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi cetakan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam, perbaikan permukaan beton, dan finising permukaan yang tercetak. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya, beton arsitektural, beton masif, dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian, evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2016 Spesifikasi
Spesifikasi beton tahan sulfat SNI 03-2915-2002 ·    Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi blok pemandu pada jalur pejalan kaki SNI 8160 : 2015 Standar ini menetapkan persyaratan mengenai tipe, dimensi, sifat fisik dan warna blog pemandu yang berfungsi untuk memberikan layanan aksesibilitas khususnya bagi para pengguna fasilitas pejalan kaki yang memiliki gangguan pada fungsi pengelihatan. JALAN DAN JEMBATAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi bronjong kawat SNI 03-0090-1999 Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat. UMUM 1999 Spesifikasi
Spesifikasi bukaan pemisah jalur SNI 2444 : 2008 Spesifikasi ini mengatur bentuk dan dimensi bukaan pada pemisah jalur untuk memungkinkan kendaraan bisa memasuki atau meninggalkan jalur dengan aman dan nyaman. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi campuran asphalt treated permeable base (ATPB) SNI 8142 : 2015 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan bahan dan campuran ATPB untuk lapis fondasi perkerasan jalan, Baik yang menggunakan bahan pengikat aspal pen 60-70 atau menggunakan bahan pengikat aspal yang dimodifikasi. JALAN DAN JEMBATAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi campuran cat marka jalan siap pakai warna putih dan kuning SNI 06-4825-1998 Spesifikasi ini meliputi ketentuan dan persyaratan teknis Cat Marka Jalan yang siap pakai warna putih dan kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk membuat Marka jalan pada aspal dan beton semen. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak SNI 06-4827-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin untuk digunakan sebagai lapis penutup pada permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar ruangan. UMUM 1998 Spesifikasi
Spesifikasi cat jembatan warna hijau daun SNI 06-6397-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe cat, yaitu tipe 1 dan 2 dari cat warna hijau daun yang digunakan sebagai lapis penutup akhir pada jembatan baja. Tipe 2 digunakan pada daerah yang becurah hujan rendah karena dapat menghambat pengapuran pada pigmen dasar putih timbal karbonat yang tidak diharapkan. JALAN DAN JEMBATAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi cat merah timbal siap pakai SNI 06-3685.1-2000 Spesifikasi ini mencakup empat tipe cat merah timbal siap pakai yang berfungsi sebagai lapis dasar, atau lapis penutup atau lapis pemelihara permukaan rangka jembatan dan struktur baja lainnya. JALAN DAN JEMBATAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi cat termoplastik pemantul warna putih dan warna kuning untuk marka jalan (bentuk padat) SNI 06-4826-1998 Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis cat termoplastik memantul, berwarna putih dan warna kuning yang digunakan sebagai bahan untuk marka jalan. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi cincin karet sambungan pipa air minum, air limbah dan air hujan SNI 06-4828-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bentuk dasar, ukuran, bahan dan kekuatan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi damper kebakaran SNI 19-6718-2002 Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan, rancangan, pembuatan, kinerja pengujian dan penandaan damper kebakaran yang dapat berbentuk persegi atau bulat, sudu penutup tunggal atau ganda dan mempunyai cara kerja engsel atau buka tutup tirai. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi dan metode uji bantalan karet (elastometer) untuk perletakan jembatan SNI 3967 - 2013 Standar ini meliputi persyaratan bahan bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan. JALAN DAN JEMBATAN 2013 Metode
Spesifikasi dan tata cara pemasangan perangkap bau SNI 03-6379-2000 Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan pemasangan dari unit perangkap, pencegat dan pemisah. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi desain untuk konstruksi kayu SNI 7973-2013 Spesifikasi ini mendefinisikan metode yang harus diikuti di dalam desain struktural dengan produk-produk kayu sebagai berikut: - kayu yang dipilah secara visual - kayu yang dipilah secara mekanis - kayu glulam struktural - pancang kayu - tiang kayu - I-joist kayu prapabrikasi - kayu komposit struktural - panel kayu struktural Spesifikasi ini juga mendefinisikan praktik yang harus diikuti didalam desain dan pabrikasi sambungan pengencang tunggal dan majemuk dengan menggunakan pengencang yang didefinisikan di sini. UMUM 2013 Spesifikasi
Spesifikasi desinfeksi perpipaan air bersih SNI 19-6783-2002 Standar ini meliputi prosedur untuk desinfeksi pipa PVC yang baru dan yang perlu diperbaiki. Semua perpipaan baru harus didesinfeksi sebelum dipasang. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana SNI 03-6968-2003 Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk dimensi, fungsi, struktur dan kriteria dan komponen dan elemen fasilitas tempat bermain diruang terbuka untuk rumah susun sederhana campuran yang disediakan 5 lantai bagi anak usia 1 sampai 5 tahun dan usia 6 sampai 12 tahun, pada lingkungan rumah susun sederhana yang mempunyai KDB 50% dan KLB 1,25 atau dengan kepadatan maksimum sama dengan 1,736 jiwa/Ha. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2003 Spesifikasi
Spesifikasi flensa pipa baja untuk penyediaan air bersih ukuran (110-366) mm SNI 07-6404-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe flensa yang dapat digunakan saling tukar bila dimensi yang digunakan sesuai standar yang ditentukan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi geometri teluk bus SNI 2838 : 2015 Spesifikasi ini mencakup ketentuan umum dan ketentuan teknis geometri teluk bus untuk semua kelas jalan berdasarkan spesifikasi penyediaan prasarana jalan, kecuali jalan bebas hambatan JALAN DAN JEMBATAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah SNI 03-6382-2000 Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran tabung basah, untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di permukiman PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi kadar ion klorida dalam beton SNI 03-2854-1992 Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah korosi tulangan dan pelapukan beton UMUM 1992 Spesifikasi
Spesifikasi kalsium khlorida untuk mempercepat pengerasan beton SNI 06-4170-1996 Spesifikasi ini untuk memberikan persyaratan teknis kalsium kholorida sebagai bahan pencampur untuk mempercepat pengerasan beton. UMUM 1996 Spesifikasi
Spesifikasi kapur hidrat untuk keperluan pasangan batu. SNI 03-6378-2000 Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat (tipe N, S, NA dan SA), tipe N dan S adalah cocok digunakan dalam adukan, pada siar dan plesteran semen, tambahan dinding dan sebagai bahan tambah untuk beton semen. Tipe NA dan SA adalah kapur hidrat mengandung “bahan pembentuk gelembung udara”. UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi kapur kembang untuk bahan bangunan SNI 03-6387-2000 Spesifikasi ini meliputi semua jenis kapur kembang seperti kapur pecah, kapur butir, kapur bongkah, kapur gumpal dan kapur bubuk untuk bahan bangunan UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi kapur untuk campuran beraspal. SNI 03-6864-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan dan kekuatan kapur yang akan digunakan untuk mengurangi pengaruh air yang terdapat dalam campuran aspal. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi kapur untuk stabilisasi tanah SNI 03-4147-1996 Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah. UMUM 1996 Spesifikasi
Spesifikasi karet spon sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan SNI 03-4432-1997 Spesifikasi ini membahas tentang bahan ukuran. sifat fisik dan fungsi karet spon. yang digunakan untuk bangunan beton. JALAN DAN JEMBATAN 1997 Spesifikasi
Spesifikasi kawat baja dengan proses canai dingin untuk tulangan beton SNI 07-6401-2000 Spesifikasi ini meliputi kawat baja yang diproses dengan canay dingin, ditarik dan digalvanisasi untuk digunakan secara langsung, atau dalam bentuk jaring kawat baja yang dilas, sebagai tulangan beton, dengan ukuran diameter nominal tidak lebih kecil dari 2,03 mm UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi kayu awet untuk perumahan dan gedung SNI 03-6839-2002 Spesifikasi ini mencakup persyaratan dan ketentuan kayu dan bahan pengawet kayu, serta persyaratan kayu awet. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi kereb beton untuk jalan. SNI 2442 : 2008 Spesifikasi ini menetapkan tipe, bentuk, dimensi, dan struktur kereb beton untuk jalan. Spesifikasi yang bersangkutan dengan tipe, dimensi, dan bentuk yang diatur dalam standar ini hanya berlaku untuk kereb beton pracetak. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi kompon cair pembentuk membran untuk perawatan beton SNI ASTM C309:2012 Spesifikasi ini mencakup kompon cair pembentuk membran (selanjutnya disebut kompon cair) yang sesuai untuk digunakan pada permukaan beton untuk mengurangi hilangnya air selama periode awal pengerasan. Kompon cair berpigmen putih memiliki fungsi tambahan untuk mengurangi kenaikan temperatur pada beton yang tidak terlindung dari radiasi sinar matahari.Komponen cair yang tercakup dalam spesifikasi ini sesuai untuk digunakan sebagai media peralatan beton segar, dan dapat juga digunakan untuk perawatan beton lebih lanjut setelah pelepasan cetakan atau setelah awal perawatan lembab. UMUM 2012 Spesifikasi
Spesifikasi komponen beton pracetak untuk rumah tumbuh rangka beratap SNI 03-2448-1991 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana, produsen dan pelaksanan dalam merencanakan, memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. Tujuannya untuk keseragaman mutu, penghematan bahan, biaya dan waktu pelaksanaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Spesifikasi
Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik SNI 19-7030-2004 Spesifikasi ini memuat persyaratan kandungan kimia, fisik dan bakteri yang harus dicapai dari hasil olahan sampah organic domestic menjadi kompos. (RSNI S-02-2002) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal SNI 19-7029-2004 Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran dan bahan komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 keluarga antara 5 samapi dengan 7 jiwa dan komunal untuk melayani 10 KK atau antara 50 – 70 jiwa. (RSNI S-01-2002) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Spesifikasi
Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 100 SNI 03-1748-1989 Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembebanan BM ). JALAN DAN JEMBATAN 1989 Spesifikasi
Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 70 SNI 03-1747-1989 Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM) JALAN DAN JEMBATAN 1989 Spesifikasi
Spesifikasi koordinasi modular bangunan rumah dan gedung SNI 03-1977-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1990 Spesifikasi
Spesifikasi kuda-kuda kayu balok paku tipe 15/6 SNI 03-2449-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam merencana, memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda-kuda yang sama, menghemat bahan, tenaga dan waktu, mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan UMUM 1991 Spesifikasi
Spesifikasi kuda-kuda kayu balok paku tipe 30/6 SNI 03-2450-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam merencana, memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kuda-kuda yang sama, menghemat bahan, tenaga dan waktu, mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan. UMUM 1991 Spesifikasi
Spesifikasi lapis fondasi agregat dan campuran beraspal panas menggunakan batukarang kristalin SNI 8158:2015 Standar ini menetapkan ketentuan atau persyaratan bahan dan campuran,baik untuk lapis fondasi agregat maupun untuk campuran beraspal panas lapis permukaan dengan menggunakan batu karang kristalin untuk jalan bervolume lalu lintas rendah. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi Lapis Fondasi Agregat Semen (LFAS) SNI 8141 : 2015 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan agregat, semen dan air serta kekuatan campuran yang dipergunakan sebagai lapis fondasi agregat semen (LFAS). JALAN DAN JEMBATAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi lapis fondasi dan lapis fondasi bawah menggunakan slag SNI 8378:2017 93.080.01; 93.020 JALAN DAN JEMBATAN 2017 Spesifikasi
Spesifikasi lapis tipis aspal pasir (latasir) SNI 6749 : 2008 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal- pasir yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (latasir) untuk permukaan perkerasan. Jenis campuran latasir terdiri atas dua kelas, Yaitu Kelas A atau SS – A (sand sheet-A) dengan ukuran nominal agregat atau pasir 9,5,mm (­³/8 inci ) dan latasir kelas B atau SS-B (Sand Sheet – B) Dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36mm (No. 8 ). JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton SNI 4817 : 2008 Standar ini menetapkan ketentuan bahan berupa lembaran yang digunakan untuk menutup permukaan beton semen guna menghindari hilangnya air selama masa perawatan, dan dalam hal material tipe pemantul putih, berfungsi juga untuk mengurangi naiknya temperatur beton yang permukaannya secara langsung terkena sinar matahari. UMUM 2008 Spesifikasi
Spesifikasi manik-manik kaca (glass bead) untuk marka jalan SNI 15-4839-1998 Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat, ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi material baja tahan karat unit instalasi pengolahan air SNI 7506 : 2011 Standar ini menetapkan ketentuan material untuk instalasi pengolahan air dengan kapasitas maksimum 50 L/detik yang menggunakan bahan dari baja tahan karat dengan ketebalan pelat lebih besar dari 3 mm, tegangan leleh PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Spesifikasi
Spesifikasi material baja unit instalasi pengolahan air SNI 7505 : 2011 Standar ini menetapkan ketentuan material untuk instalasi pengolahan air yang menggunakan bahan dari baja dengan ketebalan pelat lebih besar dari 3 mm, tegangan leleh PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Spesifikasi
Spesifikasi material fiberglass reinforced plastic unit instalasi pengolahan air SNI 7504 : 2011 Standar ini menetapkan ketentuan bahan untuk IPA yang menggunakan bahan dari plastik yang diperkuat dengan serat gelas (fiberglass reinforced plastic). Standar ini mengatur tebal pelat, persyaratan material, sifat fisik dan mekanis unit instalasi pengolahan air dengan kapasitas maksimum 50 L/detik PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Spesifikasi
Spesifikasi material pilihan(selected material)menggunakan slag untuk konstruksi jalan SNI 8379:2017 Standar ini menetapkan tentang ketentuan persyaratan umum dan teknis bahan material pilihan menggunakan Blast Furnace Slag, Basic Oxygen Furnace Slag, Electric Arc Furnace Slag, Induction Furnace Slag atau campuran dari beberapa jenis slag tersebut. Spesifikasi ini hanya diperuntukkan bagi pembangunan jalan-jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota, dan tidak untuk pembangunan jalan-jalan pedesaan. UMUM 2017 Spesifikasi
Spesifikasi meter air SNI 2547:2008 Spesifikasi ini menetapkan istilah, karakteristik teknis, karakteristik metrologis dan persyaratan kehilangan tekanan untuk meter air minum. Spesifikasi ini berlaku bagi meter air dengan tekanan kerja maksimum yang dapat diterima (MAP) >1 MPa (0,6 MPa untuk meter air yang menggunakan pipa diameter nominal, DN > 500 mm) dan temperatur maksimum yang dapat diterima MAT 50 0C. Spesifikasi ini juga berlaku untuk meter air, tanpa bergantung teknologi, digambarkan sebagai integrasi instrumen pengukur secara kontinu menentukan volume air mengalir melalui meter air. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi mortar untuk pekerjaan unit pasangan(ASTM C270 – 10, IDT) SNI 6882-2014 Spesifikasi ini mencakup mortar untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur unit pasangan tidak bertulang dan bertulang. Empat tipe mortar dicakup dalam masing-masing dari dua alternatif spesifikasi: (1) spesifikasi proporsi, dan (2) spesifikasi properti. UMUM 2014 Spesifikasi
Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng SNI 07-6892-2002 Spesifikasi ini mencakup pagar anyaman kawat baja berlapis seng yang digunakan pada tanah pertanian, jalan kereta api, dan pagar sejenisnya yang mempunyai pola anyaman kawat horisontal dan vertikal atau lilitan yang membentuk pola segi empat terbuka. Spesifikasi ini meliputi berbagai desain anyaman, tiga jenis tingkat kekuatan tarik, dan klasifikasi berat pelapisan seng yang sesuai untuk pagar anyaman kawat. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi panel atau papan gypsum SNI 03-6384-2000 Spesifikasi ini meliputi panel atau papan gipsum, penggunaannya dirancang untuk dinding, langit-langit atau dinding penyekat dan mempunyai permukaan yang dapat didekorasi UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pasir laut untuk campuran beraspal SNI 8157 : 2015 Standar ini menetapkan persyaratan kualitas pasir laut yang digunakan baik untuk campuran beraspal panas maupun campuran beraspal dingin UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi pelat baja karbon dengan kuat tarik rendah dan medium. SNI 07-6403-2000 Spesifikasi ini ditujukan untuk pelat baja karbon struktural - bermutu A,B,C dan D PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan SNI 7391 : 2008 Standar ini memuat ketentuan - ketentuan untuk penerangan ruas jalan, persimpangan sebidang maupun tidak sebidang, jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri, kolektor dan lokal. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi, jenis, dimensi, pemasangan, penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi pengencer graut untuk beton agregat praletak (ASTM C937-10, IDT) SNI 6418-2016 Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak. UMUM 2016 Spesifikasi
Spesifikasi pengisi siar muai siap pakai untuk perkerasan dan bangunan beton SNI 03-4815-1998 Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Spesifikasi
Spesifikasi peralatan pemasang-an dinding bata dan plesteran. SNI 03-6862-2002 Standar ini mencakup spesifikasi peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan pemasangan dinding bata. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi peralatan pengolah udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona dalam bangunan gedung SNI 03-6383-2000 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan peralatan pengolahan udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona di dalam bangunan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi perancangan rangka pemikul momen khusus untuk beton pracetak paska tarik tanpa lekatan SNI 8367:2017 Standar ini mendefinisikan persyaratan untuk tipe tertentu dari rangka momen hibrid khusus yang terdiri dari balok beton pracetak yang dihubungkan pada sambungan terhadap kolom yang menerus melewati join ini. Sekalipun rangka-rangka semacam ini tidak memenuhi semua persyaratan Pasal 21.5 hingga 21.7 SNI 2847:2013, analisis dan pengujian serta laporan persyaratan sesuai SNI 7834-2012 telah menciptakan kekuatan yang andal dan terprediksi, disipasi energi, kekakuan, dan kapasitas goyangan untuk konfigurasi balok-kolom karakteristik dari pada rangka-rangka yang dibahas dalam standar. Rangka momen khusus tersebut diijinkan untuk struktur yang diterapkan pada katagori desain soesifik D , E , atau F sesuai dengan 21.8.4 dari SNI 2847:2013. Standar ini diperuntukkan untuk perencana profesional berlisensi dan/atau bersertifikat keahlian yang berpengalaman dalam perancangan bangunan tahan gempa serta perancangan dan konstruksi beton pracetak. Persyaratan dalam Standar ini merupakan pelengkap dari SNI 2847-2013 dan peraturan bangunan umum lainnya, dan akan mengatur dalam segala hal yang berkaitan dengan desain dan konstruksi rangka momen khusus hibrid yang dijelaskan dalam Standar ini, kecuali dimana Standar ini bertentangan dengan persyaratan dari peraturan bangunan umum yang diadopsi secara sah menurut hokum. Persyaratan yang tercantum dalam standar ini dikhususkan bagi rangka momen hibrid khusus dengan: 1. kekuatan momen yang sama untuk tulangan pendisipasi energi atas dan bawah yang memotong permukaan sambungan antara balok pracetak dan kolom; dan 2. tendon pascatarik yang unbonded dari angkur ke angkur dan yang ditempatkan konsentris dalam penampang balok. Semua komponen beton pracetak dan beton bertulang dan sistem rangka momen, dan rangka dengan beban gravitasional yang terkait, harus direncanakan memenuhi persyaratan SNI 2847:2013 kecuali sebagai mana dimodifikasi oleh standar ini. Persyaratan pemeriksaan khusus dalam Pasal 1.3.5 SNI 2847:2013 harus dipenuhi oleh semua komponen beton pracetak dan beton bertulang, dan sistem rangka momen khusus. UMUM 2017 Spesifikasi
Spesifikasi perbaikan beton dengan mortar epoksi SNI 03-6380-2000 Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pilar dan kepala jembatan beton sederhana bentang 5 meter sampai 25 meter dengan pondasi SNI 2451 : 2008 Standar ini meliputi bentuk, dimensi serta persyaratan mutu bahan konstruksi pilar dan kepala jembatan sederhana dengan bentang 10 m sampai dengan 25 m untuk jembatan kelas A, dengan lebar lajur 2 x 3.5 m dan lebar trotoar 1.0 meter kanan-kiri. JALAN DAN JEMBATAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis logam pelindung untuk pembuangan air dan drainase bawah tanah SNI 6719 : 2015 Spesifikasi ini berlaku untuk pipa baja bergelombang (corrugated steel pipe) yang digunakan untuk pembuangan air, drainase bawah tanah, gorong-gorong yang bersifat non stuktural, dan kegunaan lain yang serupa. Pipa yang dibuat menurut spesifikasi ini umumnya bukan untuk pipa air limbah rumah tangga atau pembuangan limbah industri (lihat catatan 1). Lembaran baja yang digunakan dalam pembuatan pipa memiliki lapis logam pelindung seng galvanis, aluminium tipe 2, paduan 55% aluminium-seng, paduan seng-5% aluminium-mischmetal, atau alumunium tipe 1 PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Spesifikasi
Spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan galvanis panas SNI 07-0242.1-2000 Spesifikasi meliputi pipa baja dalam ukuran tipikal 1/8 inci (3,175mm) sampai 16 inci (406,40mm) dan untuk tiga ukuran tipikal pipa baja dengan berat standar ujung polos, galvanis secara panas, dilas untuk pengunaan dengan hubungan tipe solder dalam penerapan umum (kelas P). Penggunaan untuk uap, air, gas, dan aliran udara, tetapi tiddak untuk sirkuit melingkaar/melengkung atau pemakaian syhu tinggi. spesifikasi ini untuk pemesanan pipa sebagai persedian (tidak mensyaratkan pengujian mekanis untuk pipa kecuali pengujian hidrostatis di pabrik). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pipa beton berlubang untuk saluran drainase dalam tanah SNI 03-4818-1998 Spesifikasi ini membahas tentang klasifikasi, persyaratan ukuran diameter dalam pipa beton berlubang dan pengaturan jumlah dan letak lubang. JALAN DAN JEMBATAN 1998 Metode
Spesifikasi pipa beton untuk air buangan, saluran peluapan dan gorong-gorong SNI 03-6367-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran, limbah pabrik, air luapan dan bangunan gorong-gorong UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pipa beton untuk saluran air limbah, saluran air hujan dan gorong-gorong SNI 03-6368-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga, limbah industri, air hujan dan untuk gorong-gorong PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pipa PVC bertekanan berdiameter 110-315 mm untuk air bersih SNI 06-6419-2000 Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm sampai 315 mm untuk air bersih, yang dibuat sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiber-glass SNI 03-6785-2002 Spesifikasi ini meliputi pembuatan dan pengujian pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiberglass (RTRP) diameter 1 inch (25 mm) sampai 144 inch (3700 mm), pipa adukan plastik berpenguat fiberglass (RPMP) dan sistem penyambungannya untuk penggunaan dalam jaringan air baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi pipa saluran dari tanah lempung. SNI 03-6799-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan pipa saluran yang dibuat dari tanah lempung, batu serpih, tanah lempung yang dibakar, atau campuran dari bahan tersebut lalu dibakar. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi poli-aluminium khlo-rida cair untuk pengolahan air SNI 06-3822.1-2000 Spesifikasi ini menjelaskan polialumunium klorida cair untuk pengelolaan air beserta cara pengujian yang berkaitan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi profil, pelat, dan batang tulangan baja struktural dari baja karbon dan baja paduan rendah kekuatan tinggi, serta pelat baja struktural paduan hasil quen dan temper untuk jembatan SNI 7563-2011 Standar ini memaparkan tentang spesifikasi teknis yang harus dipenuhi oleh profil, pelat, dan batang tulang baja struktural dari baja karbon dan baja paduan rendah kekuatan tinggi, serta pelat baja struktural paduan hasil quen dan temper untuk jembatan dengan delapan kelas. JALAN DAN JEMBATAN 2011 Spesifikasi
Spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi tahan api SNI 03-6415-2000 Spesifikasi ini mencakup persyaratan proteksi bukaan konstruksi tahan api yang dibuat untuk tempat penembusan sistem cerobong PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi rumah tumbuh rangka beratap dengan komponen beton pracetak SNI 03-2447-1991 Spesifikasi ini digunakan dalam pembangunan rumah tumbuh di atas tanah matang dengan tujuan untuk membuat rumah tumbuh rangka beratap tanpa dinding pengisi yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Spesifikasi
Spesifikasi rumah tumbuh rangka beratap RTRB kayu SNI 03-2452-1991 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana, produsen dan pelaksana dalam merencanakan, memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. Tujuannya untuk keseragaman mutu, penghematan bahan, biaya dan waktu pelaksanaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Spesifikasi
Spesifikasi saluran air huijan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman SNI 03-6966-2003 Spesifikais ini memuat mengenai bentuk dan ukuran, bahan serta konstruksi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2003 Spesifikasi
Spesifikasi saringan anyaman kawat untuk keperluan pengujian SNI 07-6866-2002 Spesifikasi ini meliputi saringan yang terbuat dari anyaman kawat yang dipasang pada suatu bingkai untuk pengujian yang teliti dalam pengklasifikasian material sesuai dengan ukuran butiran nominal UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi satuan rumah susun modular SNI 03-2855-1992 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan landasan ukuran dan batasan dalam usaha menentukan kebutuhan minimum dalam pembangunan rumah susun PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Spesifikasi
Spesifikasi semen slag untuk digunakan dalam beton dan mortar (ASTM C989-10, IDT) SNI 6385-2016 Standar ini mencakup tiga tingkat kekuatan semen slag untuk digunakan sebagai bahan sementisius pada beton dan mortar. UMUM 2016 Spesifikasi
Spesifikasi semen-tanah untuk bendungan urugan SNI 03-6417-2000 Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain dan pertimbangan, metode konstruksi dan prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja. UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi simbol gambar sistem penyediaan air dan sistem drainase di dalam tanah SNI 19-6786-2002 Spesifikasi ini menetapkan simbol-simbol gambar untuk saluran-saluran perpipaan dan parit termasuk simbol-simbol bagian dan peralatan yang dibuat dipabrik untuk dipergunakan pada gambar dan perencanaan sistem penyediaan air dan sistem drainase. Untuk suatu gambar yang lebih detail, simbol-simbol dasar ini dapat dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang disyaratkan dalam satu sistem simbol-simbol yang lebih rinci pada penggambaran atau pada penjelasan yang diuraikan secara terpisah simbol-simbol digambarkan pada potongan-potongan galian dan elevasi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi sistem pelekat berbahan dasar epoksi resin untuk beton (ASTM C881/C881M-10, MOD) SNI 8127:2015 Spesifikasi ini mencakup dua komponen sistem pelekat epoksi resin untuk diaplikasikan pada beton semen portland, yaitu yang mampu mengeras dalam kondisi lembap dan mengikat pada permukaan yang basah. UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan ruang parkir sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan SNI 03-6420-2000 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan udara PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan SNI 03-6769-2002 Spesifikasi ini mencakup persyaratan mengenai sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan gedung dan dilakukan dengan dua cara yaitu : Pengendalian asap cara pembersihan dan Pengendalian asap terzona. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi soda abu untuk pengolahan air bersih SNI 06-6396-2000 Standar ini meliputi penggunaan soda abu untuk pengolahan air dalam penyediaan air bersih dan air industri ini mencakup persyaratan umum, spesifikasi bahan, pengambilan contoh, pengemasan, pengiriman dan penandaan serta pengujian PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi standar thermometer SNI 19-6421-2000 Spesifikasi ini mencakup termometer gelas berisi cairan dengan satuan derajat celsius atau fahrenheit yang sering digunakan pada metode pengujian untuk produk minyak bumi juga mencakup termometer skala pembanding yang rentangnya dapat diatur dalam satuan derajat celsius yang disyaratkan dalam metode pengujian. UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi stone matrix asphalt (SMA) SNI 8129 : 2015 Spesifikasi ini menetapkan ketentuan bahan dan ketentuan campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) untuk lapis permukaan atau lapis aus, baik yang menggunakan aspal pen 60 s.d 70 atau aspal modifikasi dengan bahan tambah serat selulosa pelet sekitar 0,3% terhadap berat total campuran UMUM 2015 Spesifikasi
Spesifikasi sumur gali untuk sumber air bersih SNI 03-2916-1992 Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk air bersih yang terlindung dari pencemaran PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Spesifikasi
Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan SNI 06-2459-2002 Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk digunakan dalam memilih, bentuk, ukuran, bahan bangunan dan konstruksi sumur resapan air hujan di lahan pekarangan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi tabung baja karbon struktural berbentuk bulat dan lainnya yang dibentuk dalam keadaan dingin dengan dilas tanpa kampuh SNI 07-6402-2000 Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibuat dalam keadaan dingin dengan dilas dan tanpa kampuh berbentuk bulat, bujursangkar, empat persegi atau tabung structural berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan, bangunan gedung dan bangunan umum lainnya yang dilas, dipaku keling atau bulat PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi tabung baja karbon struktural yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas tanpa kampuh SNI 07-6763-2002 Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas dan tanpa kampuh untuk tabung baja karbon berbentuk bujur sangkar, bulat, empat persegi atau tabung struktur berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan, bangunan gedung dan bangunan umu lainnya yang dilas, dipaku keeling atau baut PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi tabung dinding tipis untuk pengambilan contoh tanah berkohesi tidak terganggu SNI 03-4148-1996 Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding tipis yang akan digunakan untuk pengambilan contoh tanah berkohesi tidak terganggu. UMUM 1996 Spesifikasi
Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Pondasi Jemba-Tan, Ukuran (30x30, 35x35, 40x 40) Cm2 Panjang 10-20 Meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 Dan BJ 40 SNI 03-4434-1997 Ruang lingkup spesifikasi ini meliputi mutu baja, mutu beton, selimut beton, penulangan yang akan di sambung dan tiang penyambung, yang direncanakan berdasarkan kondisi batas ultimit, dengan kekuatan beton sebesar 25 MPa (K-250), Serta tegangan leleh baja tulangan sebesar 240 MPa (BJ-24), dan tegangan leleh baja tulangan sebesar 400 MPa (BJ-40) JALAN DAN JEMBATAN 1997 Spesifikasi
Spesifikasi timbangan yang digunakan pada pengujian bahan SNI 05-6414-2000 Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan anak timbangan, yang digunakan untuk keperluan pengujian bahan-bahan konstruksi. UMUM 2000 Spesifikasi
Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan sedang di indonesia SNI 19-3983-1995 Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan kriteria perencanaan persampahan untuk kota sedang dan kota kecil di Indonesia. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1995 Spesifikasi
Spesifikasi tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (kriteria desain yang direkomendasikan) SNI 03-6386-2000 Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian, digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Spesifikasi toleransi untuk konstruksi dan bahan beton SNI 03-6883-2002 Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau ahli teknik dalam menentukan toleransi untuk bahan dan konstruksi beton sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi proyek, kecuali tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti reaktor nuklir, kontainer berbentuk bulat dan silo-silo; 2) struktur prateken berbentuk bulat; 3) prosedur konstruksi khusus beton semprot. pesifikasi ini mencantumkan daftar kendali sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik dalam memilih persyaratan yang cocok antara spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan lain yang ada dalam spesifikasi proyek. UMUM 2002 Spesifikasi
Spesifikasi trotoar SNI 03-2443-1991 Spesifikasi ini meliputi fungsi, penepatan, dan dimensi dari trotoar. JALAN DAN JEMBATAN 1991 Spesifikasi
Spesifikasi ukuran kayu untuk bangunan rumah dan gedung SNI 03-2445-1991 Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan ukuran kayu gergajian di pasaran sehingga memudahkan dalam pengerjaan dan menghemat pemakaian kayu bagi pemakai. UMUM 1991 Spesifikasi
Spesifikasi ukuran kusen daun pintu dan daun jendela dari kayu SNI 03-0675-1989 Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal UMUM 1989 Spesifikasi
Spesifikasi ukuran terpilih untuk bangunan rumah dan gedung SNI 03-1978-1990 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1990 Spesifikasi
Spesifikasi umum sistem pengo-lahan udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan SNI 03-6768-2002 Spesifikasi ini menjelaskan sasran dari pengendalian asap dan persyaratan umum sistem pengolahan udara yang dapat digunakan untuk pengendalian asap. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi umum sistem ventilasi mekanis dan sistem tata udara sebagai SNI 03-6767-2002 Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan umum yang berlaku untuk semua sistem pengolahan udara, termasuk sistem prakiraan tekanan udara tidak termasuk unit individual yang memiliki laju aliran udara kurang dari 1000 liter/ detik dalam semua ruang tertutup PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Spesifikasi
Spesifikasi unit paket instalasi pengolahan air SNI 6773 : 2008 Standar ini menetapkan mengenai komponen, ukuran, bahan, peralatan, struktur dan kinerja dari paket unit instalasi pengolahan air minum untuk kapasitas maksimum 50 l/det. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Spesifikasi
Spesifikasi untuk gedung baja struktural SNI 1729 : 2015 Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Tata Cara
Standar bangunan pengambilan air baku untuk instalasi pengolahan air minum SNI 7829:2012 Standar ini menguraikan persyaratan penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan air baku dari sumber mata air, air tanah, dan air permukaan untuk instalasi pengolahan air minum, termasukmengatur langkah-langkahpersiapan dan pelaksanaan survei lapangan untuk pengumpulan data PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Standar pengambilan sampel tanah berbutir halus dengan tabung berdinding tipis untuk keperluan geoteknik (Adopsi identik ASTM D1587/D1587-15) SNI 4148-1:2017 1.1 Standar ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam berdinding tipis untuk mengambil sampel tanah secara utuh sehingga cukup memadai untuk pengujian sifat – sifat teknis di laboratorium, antara lain kekuatan, kompresibilitas, permeabilitas, dan kepadatan. Standar ini memberi petunjuk dalam peralatan pengambilan sampel yang tepat, prosedur, dan evaluasi kualitas sampel yang digunakan untuk mendapatkan sampel utuh yang sesuai dengan uji di laboratorium. 1.2 Standar ini hanya digunakan bagi tanah yang berbutir halus yang dapat ditembus oleh tabung berdinding tipis. Metode pengambilan sampel ini tidak dianjurkan untuk pengambilan sampel tanah yang mengandung pasir kasar, kerikil, atau partikel tanah yang berukuran lebih besar, mengandung semen, atau tanah yang sangat keras. Alat pengambil sampel tanah (sampler) lainnya dapat digunakan untuk mengambil jenis tanah ini. Sampel tersebut meliputi split barrel samplers dan alat penginti tanah (ASTM D1586, D3550,dan D6151). Untuk informasi tentang penggunaan yang tepat dari sampel tanah lainnya mengacu pada D6169. 1.3 Standar ini sering digunakan dalam hubungannya dengan pengeboran putar (ASTM D1452, D5783 dan D6286) atau lubang bor tangan (ASTM D6151). Eksplorasi geoteknik bawah permukaan harus dilaporkan sesuai dengan ASTM D5434. Standar ini membahas beberapa aspek pemeliharaan sampel setelah pengambilan sampel. Untuk informasi lebih lanjut tentang pemeliharaan dan proses transportasi sampel tanah, pelajari ASTM D4220. 1.4 Standar ini mungkin tidak mencantumkan pertimbangan khusus bagi pengambilan sampel lingkungan atau laut; lihat ASTM D6169 dan D3213 untuk informasi pengambilan sampel terkait lingkungan dan eksplorasi laut. 1.5 Persyaratan yang diperlukan untuk tabung berdinding tipis terdapat pada 6.3 dapat juga digunakan dalam pengambilan yang menggunakan piston sampler atau pelurus inti (inner liner) dari tabung dorong ganda atau sampler inti tanah tipe putar (Pitcher penampung contoh (Barrel), ASTM D6169). Piston sampler dalam ASTM D6519 menggunakan tabung berdinding tipis. 1.6 Semua nilai hasil pengamatan dan penghitungan harus disesuaikan dengan pedoman untuk mendapatkan angka digit yang signifikan dan pembulatan yang ditetapkan dalam ASTM D6026, kecuali dibatalkan oleh standar ini. UMUM 2017 Tata Cara
Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan SNI 2833 : 2016 Standar ini digunakan dalam perancangan struktur jembatan tahan gempa dimana digunakan beberapa prinsip sebagai berikut : JALAN DAN JEMBATAN 2016 Tata Cara
Struktur baja canai dingin SNI 7971-2013 Standar ini mengatur persyaratan minimum untuk mendesain komponen struktur yang dibentuk secara canai dingin dari bahan baja karbon atau low-alloy berbentuk lembaran, setrip, pelat, ataupun batangan dengan ketebalan tidak lebih dari 25 mm, serta digunakan untuk memikul beban pada bangunan gedung. Standar ini juga dapat digunakan untuk struktur-struktur selain bangunan gedung asalkan dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap efek-efek dinamis. UMUM 2013 Spesifikasi
Sumur dan parit resapan air hujan SNI 8456-2017 Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan serta persyaratannya, antara lain mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan dan sekaligus untuk menambah potensi air tanah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2017 Tata Cara
Syarat-syarat umum konstruksi lift pelayan (dumbwaiter) yang dijalankan dengan tenaga listrik SNI 03-2190.2-2000 Menetapkan syarat konstruksi dan pengujian lift yang digunakan untuk mengangkut/mengangkat barang dari satu lantai ke lantai yang lain. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Syarat-syarat umum konstruksi lift penumpang yang dijalankan dengan motor traksi SNI 05-6040-1999 Standar ini menetapkan Syarat-syarat umum konstruksi lif penumpang yang dijalankan dengan motor traksi Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan, definisi, syarat-syarat umum konstruksi, panel inspeksi, panel operator kereta, pengujian konstruksi, syarat lulus uji dan syarat penandaan lif penumpang yang digerakkan dengan traksi tenaga motor listrik dan penggunaannya untuk masyarakat umum. Standar ini tidak mencakup platform berangkai (Patternoster), lif bergigi (Rack and Pinionn), lif ulir (Screw Driven Elevator), lif tambang (Mine Lift), lif panggung (Theatritical Lift), perlengkapan dengan automatic caging, skip, lif atau mesin angkat bangunan, mesin angkat pekerjaan umum (Public Work Hoist), lif bordes (platform Lift), construction & maintenance lift dan drum lift dan lif miring (inclined lift) dan lif gunting (scissors). Lift untuk melayani kurang dari 4 (empat) lantai dengan kapasitas kurang dari 300 kg, dengan kelajuan sama dengan atau kurang dari 30 m/m, tinggi lintasan kurang dari 12 m dan pengoperasian pintu secara manual dan biasa disebut lift perumahan bersifat pribadi (residential elevator). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Syarat-syarat umum konstruksi lift penumpang yang dijalankan dengan motor traksi tanpa kamar mesin SNI 05-7052-2004 Standar ini menetapkan persyaratan minimal untuk konstruksi lift penumpang yang dijalankan dengan motortraksi tanpa kamar mesin. Standar ini tidak mengatur kebisingan dan getaran karena tidak terkait dengan keselamatan pengguna lift. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Syarat-syarat umum konstruksi lift yang dijalankan dengan transmisi hidrolis SNI 03-2190.1-2000 Standar ini menguraikan tentang syarat-syarat umum konstruksi lift, panel inspeksi, panel operator kereta, cara uji, syarat lulus uji dan syarat penandaan. Standar ini tidak digunakan pada kasus-kasus sebagai berikut yaitu lift untuk melayani 2 lantai, dengan kecepatan sama dengan atau kurang dari 0,1 m/def tinggi perjalanan kurang dari 4 m dan pengoperasian pintu secara manual. Faktor keamanan konstruksi bagian-bagian lift bila tidak disebut secara rinci minimal adalah 5. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pembuatan silinder dan prisma uji untuk menentukan kekuatan dan densitas beton agregat praletak di laboratorium SNI 03-6813-2002 Tata cara ini mencakup prosedur pembuatan silinder uji standar untuk menentukan kuat tekan dan densitas beton agregat praletak UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara analisis dan evaluasi data uji pemompaan dengan metode Papadopulos cooper SNI 2817-2015 Metode ini digunakan untuk menetapkan karakteristik hidrolik akifer serta produktifitas suatu sumur, dengan mempergunakan uji pemompaan Papadopulos-Cooper. SUMBER DAYA AIR 2015 Metode
Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan metode Hantush Beirsch SNI 8061:2015 Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan sumur tersebut melalui analisis data uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) dengan menggunakan metode Hantush-Bierschenk. SUMBER DAYA AIR 2015 Tata Cara
Tata cara commissioning instalasi pengolahan air SNI 0004:2008 Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) baik untuk unit paket maupun konstruksi beton dan cara pengerjaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara dasar koordinasi modular untuk perancangan bangunan rumah dan gedung SNI 03-1963-1990 Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam merencana rumah dan gedung menggunakan koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang optimal PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1990 Tata Cara
Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe mdl SNI 03-7043-2004 Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL dan kelengkapannya yang merupakan bagian dari bangunan air SUMBER DAYA AIR 2004 Tata Cara
Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS SNI 8063:2015 Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yang merupakan bagian dari bangunan air. SUMBER DAYA AIR 2015 Tata Cara
Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan SNI 8062 : 2015 Standar ini menetapkan prinsip umum cara desain bendungan tipe urugan tanah homogen, zonal, dan membran serta tanggul penutup/tanggul banjir. SUMBER DAYA AIR 2015 Tata Cara
Tata cara estimasi kekuatan beton dengan metode maturity SNI 03-6809-2002 Tata cara ini mencakup : UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara evaluasi batuan yang digunakan untuk pengendalian erosi SNI 03-6370-2000 Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara evaluasi besaran izin untuk klasifikasi mutu kayu struktural SNI 03-6881-2002 Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh dan cara analisis untuk penyelidikan populasi tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara mekanis, yang meliputi metodologi statistik analisis dan penyajian serta cara penerapannya . UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan air limbah rt. SNI 19-6466-2000 Tata Cara ini mengatur tentang cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan limbah air rumah tangga . PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara kalibrasi manometer bourdon dengan alat dead weight tester SNI 19-6463-2000 Tata cara ini meliputi petunjuk pelaksanaan dalam melakukan kalibrasi alat pengukur tekanan (manometer) jenis Bourdon, manometer yang telah dikalibrasi akan memberikan koreksi terhadap pembacaan/ pengukuran yang dilakukan. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara keamanan bendungan. SNI 03-1731-1989 Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya. SUMBER DAYA AIR 1989 Tata Cara
Tata cara keamanan penerowongan bagian : 3 komunikasi, kebisingan dan transportasi SNI 03-6460.3-2000 Tata cara ini menguraikan dan memberikan rekomendasi supaya penerowongan dapat dilaksanakan dengan aman SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara keamanan penerowongan untuk konstruksi sipil bagian 1 : perencanaan dan organisasi SNI 03-6460.1-2000 Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk praktis mengenai penerowongan yang memenuhi syarat-syarat keamanan penerowongan, tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara keamanan penerowongan untuk konstruksi sipil bagian 2 : bahaya darurat dan lingkungan kerja SNI 03-6460.2-2000 Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pekerjaan terowongan, terutama yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara klasifikasi tanah dan campuran tanah agregat untuk konstruksi jalan SNI 03-6797-2002 Tata cara ini dimaksudkan prosedur untuk mengelompokan tanah kedalam 7 kelompok berdasarkan distribusi ukuran butir, Batas cair dan indeks plastis. Evaluasi sifat-sifat tanah yang berada dalam satu kelompok atau sub kelompok dilakukan dengan menggunakan Grup Indek. Grup indek yaitu suatu nilai dihitung dengan menggunakan rumus empiris. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara mengevaluasi hasil uji kekuatan beton SNI 03-6815-2002 Tata cara ini meliputi besarnya variasi kekuatan beton. Contoh uji beton tergantung pada mutu material, pembuatan dan kontrol dalam pengujiannya, perbedaan kekuatan dapat ditemukan dari dua penyebab utama yang berbeda. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan beton aspal campuran dingin dengan aspal emulsi untuk perkerasan jalan SNI 03-3978-1995 Tata cara ini membuat uraian tentang persyaratan, ketentuan, pelaksanaan, pengendalian mutu dan cara pengerjaan beton aspal campuran dingin dengan aspal emulsi untuk perkerasan jalan, tipe campuran gradasi terbuka dan gradasi menerus. JALAN DAN JEMBATAN 1995 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan dan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti. SNI 03-6898-2002 Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur pengambilan beton inti; 2) prosedur pengujian kuat tekan beton inti; 3) perhitungan kuat tekan beton inti. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan injeksi semen pada batu SNI 03-2393-1991 Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan. UMUM 1991 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan laburan aspal dua lapis (burda) untuk permukaan jalan SNI 03-3980-1995 Tata cara ini memuat uraian tentang persyaratan bahan, peralatan, pelaksanaan, dan pengendalian mutu. JALAN DAN JEMBATAN 1995 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan laburan aspal satu lapis (burtu) untuk permukaan jalan SNI 03-3979-1995 Tata cara ini membuat uraian tentang persyaratan, ketentuan bahan, peralatan, pelaksanaan, pengendalian mutu, dan cara pengerjaan laburan aspal satu lapis JALAN DAN JEMBATAN 1995 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan lapis pondasi jalan dengan batu pecah SNI 03-2853-1992 Tata cara ini membuat uraian tentang persyaratan bahan, ketentuan-ketentuan pengadaan bahan, penyimpanan bahan, pengendalian mutu dan cara pengerjaan pondasi. Pondasi yang dimaksudkan adalah pondasi atas atau pondasi bawah terbuat dari batu pecah, pitrun, sirtu atau bahan lain yang sejenis. Cara-cara pengerjaan dilapangan, dapat dilakuan berlapis lapis, termasuk pondasi Makadam ikat air (Waterboured Macadam). JALAN DAN JEMBATAN 1992 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan lapis tipis beton aspal untuk jalan raya. SNI 03-3425-1994 Tata cara ini membuat uraian tentang persyaratan bahan, persyaratan campuran, peralatan, pelaksanaan dan pengendalian mutu. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan mendirikan bangunan gedung SNI 03-1728-1989 Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan-peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1989 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan program uji antarlaboratorium untuk menentukan presisi metode uji bahan konstruksi (ASTM C802-09a, IDT) SNI 8059:2014 Tata cara ini mencakup teknik untuk merencanakan, melaksanakan, dan menganalisis hasil-hasil studi suatu metode uji antar laboratorium. Standar ini dirancang untuk digunakan bersama dengan ASTM C670. UMUM 2014 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan sambungan mekanis untuk tulangan beton SNI 03-6814-2002 Standar ini mencakup informasi dasar tentang tipe-tipe sambungan mekanis yang beredar di Indonesia sewaktu standar ini disusun, Diuraikan juga persyaratan-persyaratan perencanaan dan penggunaannya, termasuk kapabilitas dan tipe-tipe sambungan mekanis tertentu. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pelapisan epoksi cair untuk bagian dalam dan luar pada perpipaan air dari baja SNI 07-6398-2000 Standar ini mencakup bahan dan persyaratan pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair, hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan luar pada pipa baja, bagian khusus, sambungan las, dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau atau terendam air, pada kondisi konstruksi normal. Sistem Pelapisan ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang. Sistem pelapisan terdiri dari satu lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi, dan satu atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis epoksi. Lapisan penutup ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi, atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengandung ter batu bara, tetapi memenuhi persyaratan standar ini. Sistem pelapisan dapat terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan daasar. Sisitem pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini. Sistem pelapisan dapat dilakukan di pabrik atau di lapangan, sedangkan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. Sistem pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk perpipaan air bersih PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pemantauan gerakan horizontal batuan dan bangunan dengan alat inklinometer SNI 03-3431-1994 Tata cara ini digunakan sebagai pagangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus horton UMUM 1994 Tata Cara
Tata cara pemantauan tekanan air pori dengan alat pisometer penumatik SNI 03-3453-1994 Tata cara ini mengurai kan : UMUM 1994 Tata Cara
Tata cara pemantauan tekanan pori pada tanah dengan menggunakan alat piezometer pneumatik SNI 8462:2017 Standar ini menetapkan ketentuan tata cara pemasangan dan pemantauan piezometer pneumatik melalui lubang yang telah dipersiapkan didaerah timbunan, pemotongan tebing, longsoran, dan bendungan. UMUM 2017 Tata Cara
Tata cara pemasangan blok beton terkunci untuk permukaan jalan SNI 03-2403-1991 Tata cara ini bertujuan untuk menda-patkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. JALAN DAN JEMBATAN 1991 Tata Cara
Tata cara pemasangan damper kebakaran SNI 03-6462-2000 Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pemasangan dan pembacaan pisometer kawat vibrasi SNI 6461-2012 Standar ini mencakup pemasangan alat pisometer kawat vibrasi baik yang dilaksanakan UMUM 2012 Tata Cara
Tata cara pemasangan dan pembacaan sel tekanan total pneumatik SNI 6374:2012 Standar pemasangan dan pembacaan sel tekanan total pneumatik ini mencakup pemasangan sel tekanan total pneumatik baik yang dilaksanakan pada lapisan fondasi maupun pada timbunan tanah dengan melaksanakan pembuatan lubang dan paritan lebih dulu. UMUM 2012 Tata Cara
Tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan pergerakan horisontal tanah SNI 3404 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan deformasi/pergerakan horisontal lapisan tanah/batuan dan atau lapisan tanah urugan suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah, pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya untuk menjamin pemasangan inklinometer dan pengukuran/pembacaan yang benar agar diperoleh data pergerakan horisontal tanah atau batuan yang teliti. SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal tanah SNI 3454 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal lapisan tanah fondasi dan atau lapisan urugan tanah suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah dan pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya. UMUM 2008 Tata Cara
Tata cara pemasangan panel beton ringan berserat. SNI 03-3445-1994 Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara pemasangan perpipaan besi daktil dan perlengkapannya SNI 19-6782-2002 Tata cara ini mencakup cara pemasangan perpipaan besi daktail dan perlengkapannya untuk pelayanan air bersih. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara pemasangan pipa transmisi dan pipa distribusi serta bangunan pelintas pipa SNI 7511 : 2011 Tata cara ini mencakup pekerjaan pelaksanaan pemasangan pipa transmisi dan distribusi serta bangunan pelintas pipa dalam sistem penyediaan air minum. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Tata Cara
Tata cara pemasangan pisome-ter penumatik SNI 03-3452-1994 Tata cara pemasangan pisometer penumatik ini dilakukan melalui lubang yang telah dipersiapkan atau pemasangan yang bersamaan dengan tahapan penimbunan. UMUM 1994 Tata Cara
Tata cara pemasangan utilitas di jalan SNI 03-2850-1992 Tata cara ini meliputi persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan dan pengerjaan pemasangan utilitas baik pada badan jalan yang meliputi penggalian, penepatan, dan penimbunan kembali, maupun pada bangunan jembatan yang meliputi pemasangan secara menggantung, menempel sebagian atau seluruhnya, yang berkaitan dengan keamanan jalan dan jembatan. JALAN DAN JEMBATAN 1992 Tata Cara
Tata cara pembangunan sumur produksi dengan pengeboran sistem sirkulasi langsung SNI 6469:2012 Standar ini menetapkan tata cara pembangunan sumur produksi dengan pengeboran dan dengan menggunakan sistem sirkulasi langsung. Pembangunan sumur produksi dalam rangka melaksanakan eksplorasi air tanah, dengan mencakup ketentuan, persyaratan dan prosedur pengerjaan, pelaporan hasil pengeboran dan pembangunan sumur produksi. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pembuatan benda uji di laboratorium mekanika batuan SNI 2848 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan untuk mendapatkan bentuk dan dimensi yang benar, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan tiap jenis pengujian yang akan dilakukan UMUM 2008 Tata Cara
Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium SNI 2493-2011 Standar ini meliputi cara kerja pembuatan dan perawatan benda uji beton di labolatorium, di bawah pengendalian secara akurat. Terhadap persyaratan bahan dan kondisi pengujian menggunakan beton yang dapat dipadatkan dengan tongkat pemadat atau penggetar. UMUM 2011 Metode
Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium SNI 03-6798-2002 Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan perawatan benda uji untuk pengujian kuat tekan dan lentur tanah-semen di labolatorium dengan persyaratan bahan dan kondisi pengetesan yang di syaratkan. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pembuatan dan perawatan specimen uji beton di lapangan (ASTM C 31-10, IDT) SNI 4810-2013 Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan. UMUM 2013 Metode
Tata cara pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian kimia sedimen SNI 4819-2013 Standar ini menetapkan tata cara pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian kimia sedimen layang dan/atau sedimen dasar antara lain pH, amonium (NH4), fosfat (PO4), nitrat (NO3), logam total dan unsur kelumit dalam sedimen : aluminium (Al), boron (B), barium (Ba), kobal (Co), besi (Fe), magnesium (Mg), molibdenum (Mo), kalium (K), natrium (Na), strontium (Sr) dan vanadium (V), agar dapat diuji dengan standar pengujian air. UMUM 2013 Tata Cara
Tata cara pembuatan kaping untuk benda uji silinder beton SNI 6369 : 2008 Tata cara ini meliputi peralatan, bahan dan prosedur pembuatan kaping untuk silinder beton yang baru dicetak dengan semen murni dan silinder beton keras serta silinder beton inti dengan plaster gipsum berkekuatan tinggi atau adukan belerang. UMUM 2008 Tata Cara
Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap SNI 3965 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap untuk menirukan bentuk sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan guna menunjang perencanaan bangunan sungai misalnya sungai sebagai lalu lintas air, pintu–pintu air sebagai pembagi debit pada bangunan bendung dan pengamatan terhadap elevasi tinggi muka air, pola aliran serta kecepatan aliran sungai. SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara pembuatan peta kemiringan lereng menggunakan rumus Horton. SNI 03-3977-1995 Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. UMUM 1995 Tata Cara
Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-2834-2000 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan proporsi campuran beton tanpa menggunakan bahan tambahan dan bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran yang menghasilkan mutu beton sesuai rencana UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan kapur untuk jalan. SNI 03-3437-1994 Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan semen portland. SNI 03-3438-1994 Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara pembuatan sumur uji SNI 03-6376-2000 Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara manual di dalam tanah. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pemeliharaan jaringan irigasi teknis SNI 8284 :2016 Standar ini menetapkan prosedur pemeliharaan jaringan irigasi teknis sebagai panduan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta petunjuk pengisian formulir pemeliharaan dan pengisian buku catatan pemeliharaan SUMBER DAYA AIR 2016 Tata Cara
Tata cara pemeriksaan pengolah campuran aspal SNI 03-6888-2002 Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Tugas-tugas tersebut ditetapkan untuk menjamin pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap kontrak, pekerjaan dan sama sekali tidak untuk membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya dalam menghasilkan campuran yang sesuai dengan kontrak. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pemetaan geologi teknik lapangan SNI 03-2489-1991 Tata cara ini digunakan sebagai Pegangan dalam pelaksanaan pemetaan geologi untuk kepentingan teknik sipil dan memberikan gambaran cara memperoleh data geologi teknik untuk parameter perencanaan teknis. UMUM 1991 Tata Cara
Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa SNI 7656-2012 Tata cara ini menguraikan tentang metode pemilihan campuran beton dengan semen hidrolis UMUM 2012 Tata Cara
Tata cara pemilihan dan pemasangan ven pada sistem plambing SNI 06-6373-2000 Tata cara ini mengatur pemilihan dan pemasangan perpipaan, pipa dan perlengkapannya untuk sistem ven juga mengatur diameter minimum pipa ven, panjang ven, macam-macam pipa tegak ven dan ven pipa tegak PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan akhir sampah SNI 19-3241-1994 Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan akhir sampah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara pemilihan metode uji sifat hidraulik akuifer dengan teknik sumur SNI 19-6744-2002 Tata cara ini meliputi ketentuan, cara pemilihan, dan laporan. Pemilihan metode penentuan sifat hidraulik dari akuifer (yakni transmisivitas T dan koefisien kandungan S) dengan memakai data uji pemompaan dan data uji kolom air di lapangan. SUMBER DAYA AIR 2002 Tata Cara
Tata cara pemulihan aspal dari larutan dengan penguap putar SNI 4797-2015 Standar ini bertujuan untuk memulihkan aspal dari larutan menggunakan alat penguap putar (rotary evaporator) untuk memastikan perubahan sifat – sifat aspal selama proses pemulihan telah di minimalisasi. UMUM 2015 Metode
Tata cara pemulihan aspal dari larutan dengan cara abson SNI 03-6895-2002 Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara penanggulangan keadaan darurat untuk bangunan SNI 03-6464-2000 Tata cara ini mengatur prosedur yang direkomendasikan untuk keselamatan manusia atau penghuni saat terjadi keadaan darurat dalam bangunan gedung. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pencatatan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal (SN) dan long normal (LN) dalam rangka eksplorasi air tanah SNI 7751:2012 Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan kedalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahapan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, kedalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran inti SNI 2436 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran inti untuk melakukan pencatatan pelaksanaan dan hasil pengeboran inti yang dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor putar serta memberi identifikasi tanah dan batuan atau butiran jenis perlapisan serta data lapangan tanah atau batuan secara langsung di lapangan bagi keperluan perencanaan bangunan teknik sipil. UMUM 2008 Metode
Tata cara pencatatan pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja pada fasilitas pengolahan sampah SNI 19-6411-2000 Tata cara ini bertujuan untuk memberikan petunjuk bagi pengelola fasilitas pengolah sampah yang bertanggung jawab untuk membuat catatan kondisi kesehatan dan keselamatan para pekerja PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pencucian sumur SNI 03-6377-2000 Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur, untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau, pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur, selimut kerikil dan saringan. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pendetailan penulangan beton SNI 03-6816-2002 Tata cara ini mencakup pemisahan dan pembatasan tanggung jawab antara perencanaan struktur beton dan pembuat detail baja penulangan, perencanaan detail dan pendetailan penulangan beton untuk pabrikasi dan pemasangan batang-batang tulangan. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pendugaan ketebalan deposit gambut SNI 6789-2017 Tata cara ini menggunakan teknik penetrasi menggunakan batang pengukur berskala dengan pengambil contoh tipe piston untuk menduga ketebalan deposit gambut di atas tanah mineral atau batuan dasar. Standar ini tidak bermaksud untuk mengatasi seluruh persoalan keselamatan, jika ada pun, hanya yang berhubungan dengan penggunaannya. Persoalan keselamatan merupakan tanggung jawab pengguna standar ini dengan membuat aturan kesehatan dan keselamatan yang tepat dan menentukan batasan penerapan sebelum digunakan. Tata cara ini menawarkan sekumpulan petunjuk untuk melakukan satu atau lebih operasi yang spesifik. Dokumen ini tidak dapat dijadikan dasar dalam proses pendidikan atau peningkatan pengalaman dan penggunaannya harus dalam pengawasan ahli untuk mendapat penilaian profesional. Tidak semua aspek dalam tata cara ini dapat diterapkan dalam semua kondisi. Standar ASTM ini tidak dimaksudkan untuk mewakili atau menggantikan standar layanan yang mempunyai cukup bukti secara profesional sehingga dibutuhkan penilaian, dan dokumen ini tidak seharusnya diterapkan tanpa mempertimbakan banyaknya aspek yang unik dari sebuah proyek. Kata “Standar” di judul dokumen ini hanya berarti dokumen ini telah disetujui melalui proses konsensus ASTM. Nilai yang dinyatakan dalam unit SI dianggap sebagai standar. Tidak ada unit pengukuran lain yang tercantum dalam standar ini. UMUM 2017 Tata Cara
Tata cara penentuan gradasi bahan filter pelindung pada bendungan tipe urugan SNI 7754:2012 Standar ini dimaksudkan untuk menguraikan ketentuan tentang gradasi bahan filter pelindung yang tepat guna pembuatan filter dari bahan alami pada bendungan urugan, atau yang disiapkan dari bahan alami (misal: batuan) dengan cara penghancuran, pengayakan, uji gradasi dan pencampuran, guna melindungi bagian atau zone urugan yang tersusun oleh material tanah, agar keamanan bendungan urugan tersebut dapat terpelihara dengan baik. Bahan filter pelindung yang terbuat dari kain tenun buatan pabrik maupun geotekstil pada umumnya tidak termasuk dalam ruang lingkup uraian dari tata cara ini. Standar tentang bahan filter yang terbuat dari geotekstil disusun dalam konsep standar tersendiri. Standar ini mencakup kriteria ukuran butir klasik D15 dan D85 dari tanah dasar dan bahan filter. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara penentuan jenis unit instalasi pengolahan air berdasarkan sumber air baku SNI 7508 : 2011 Standar ini menetapkan perencanaan unit paket instalasi pengolahan air yang mencakup ketentuan-ketentuan mengenai kriteria perencanaan, air baku, kapasitas instalasi, unit operasi, struktur dan bahan serta cara pengerjaan untuk mendapatkan unit instalasi pengolahan air yang optimal dengan kapasitas maksimum 50 L/detik. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Tata Cara
Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode penduga neutron SNI 7750:2012 Standar ini membahas tata cara pengujian kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, metode pemeriksaan, dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan.Tata cara pengujian kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini. SUMBER DAYA AIR 2012 Metode
Tata cara penentuan koreksi volume aspal terhadap volume pada temperatur standar SNI 06-6400-2000 Tata cara ini menyediakan tabel faktor koreksi volume aspal yang dapat mengkonversikan volume aspal berbagai temperatur ke volume temperatur standar, berlaku berbagai jenis aspal kecuali aspal emulsi UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara penentuan suku bilangan yang signifikan terhadap nilai batas yang dipersyaratkan SNI 19-6408-2000 Tata cara ini bertujuan untuk menjelaskan metode-metode untuk mengklarifikasikan maksud dari nilai batas yang disyaratkan, dengan membandingkan nilai observasi atau nilai perhitungan dari sejumlah pengujian terhadap nilai batas yang disyaratkan untuk menentukan kesesuaiannya dengan spesifikasi. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor atau sumur pantau SNI 7749:2012 Standar ini menguraikan prosedur pengukuran tinggi muka air tanah di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau dengan menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Di dalam standar ini digambarkan tiga pilihan cara pengukuran, antara lain menggunakan alat ukur dengan pemberat, alat ukur dengan tanda bunyi, dan alat ukur dengan tanda nyala (elektrik). Cara pengukuran menggunakan alat ukur dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur yang mempunyai muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air statik pada lubang bor atau sumur pantau SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara penentuan titik perum menggunakan alat sipat ruang SNI 3417 : 2008 Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi menggunakan dua buah alat penyipat ruang SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara penerapan model aliran air tanah SNI 7748:2012 Standar ini menguraikan prinsip umum mengenai pengembangan, penerapan dan pendokumentasian model aliran air tanah, yang dalam konteks ini merujuk kepada model matematik, untuk memecahkan persoalan spesifik aliran air tanah setempat. Secara garis besar diuraikan langkah-langkah pengembangan suatu model aliran air tanah untuk menirukan perilaku sistem akuifer yang telah dipelajari di lapangan. Standar ini tidak mengidentifikasi perangkat lunak tertentu berupa program komputer spesifik atau algoritma. Standar ini merupakan salah satu dari rangkaian standar-standar yang dibuat mengenai model air tanah dan tidak dimaksudkan bahwa semua hal telah tercakup dengan lengkap. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara penetapan banjir desain dan kapasitas pelimpah untuk bendung SNI 03-3432-1994 Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing SUMBER DAYA AIR 1994 Tata Cara
Tata cara pengadukan pengecoran beton SNI 03-3976-1995 Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan UMUM 1995 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup SNI 03-6375-2000 Tata cara ini mencakup tentang peralatan dan cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup seperti aliran pada stasiun pembangkit, untuk analisis kimia, fisika, mikrobiologi dan radiology. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh aspal SNI 06-6399-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik, tempat penyimpanan atau saat pengiriman0 UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai SNI 03-7016-2004 Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi, penentuan frekuensi, cara pengambilan dan pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air. (RSNI T-02-2002-03) UMUM 2004 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh limbah tanpa pemadatan dari truk SNI 19-6409-2000 Tata cara ini mencakup beberapa metode untuk pengambilan contoh limbah dari truk, khusus untuk pengambilan contoh limbah tanpa pemadatan dari tumpukan limbah menggunakan beberapa macam peralatan pengambilan contoh PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh muatan sedimen melayang di sungai dengan cara integrasi kedalaman berdasarkan pembagian debit SNI 3414 : 2008 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh muatan sedimen layang di sungai untuk memperoleh contoh air yang mengandung muatan sedimen melayang di sungai. UMUM 2008 Metode
Tata cara pengambilan contoh tanah dengan tabung dinding tipis SNI 03-4148.1-2000 Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji agregat SNI 03-6889-2002 Tata cara pengambilan contoh uji agregat UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji agregat SNI 03-6889-2002 abolisi Tata cara pengambilan contoh uji agregat UMUM 1970 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji agregat (ASTM D75/D75M-09, IDT) SNI 6889-2014 Standar ini merncakup ketentuan dengan cara penggambilan contoh uji agregat kasar dan halus untuk tujuan sebagai berikut: Penyelidikan pendahuluan sumber potensial, Penyelidikan produksi pada sumber persediaan, Pengendalian pelaksanaan lapangan,Penerimaan atau penolakan bahan. UMUM 2014 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji beton segar SNI 2458 : 2008 Metode ini digunakan untuk mendapatkan contoh beton segar yang dapat mewakili seluruh adukan beton. UMUM 2008 Metode
Tata cara pengambilan contoh uji campuran beraspal (ASTM D979-01 (2006), IDT ) SNI 6890-2014 Standar ini mencakup ketentuan tentang cara pengambilan contoh uji campuran beraspal dari unit produksi, penyimpanan, pengiriman, atau di tempat (in place). Nilai yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam satuan SI, kecuali untuk ukuran ayakan UMUM 2014 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji kapur hidrat SNI 15-6406-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh uji kapur hidrat dari berbagai ban berjalan (konveyor), tempat pengiriman dan gudang penyimpanan. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji secara acak untuk bahan konstruksi SNI 03-6868-2002 Tata cara ini meliputi penentuan lokasi atau waktu yang tepat secara acak, dimana pengambilan contoh bahan untuk konstruksi dapat dilakukan. Prosedur yang tepat untuk mengamankan contoh uji seperti diskripsi alat pengambilan contoh uji, harus merujuk pada metode standar yang sesuai. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara pengambilan contoh uji, pemeriksaan, pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur serta produk kapur SNI 15-6407-2000 Tata cara ini meliputi pengambilan contoh uji, pemeriksaan, penolakan, pengujian ulang, pengemasan dan penandaan batu gamping, kapur serta produk kapur yang digunakan industri kimia, pertanian dan dalam industri pemrosesan. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pengawasan pemasan-gan unit paket instalasi penjernihan air SNI 19-6776-2002 Tata cara ini digunakan untuk pengawasan pelaksanaan pemasangan unit Instalasi Penjernihan Air yang sesuai dengan perencanaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara pengawetan kayu untuk bangunan rumah dan gedung SNI 03-3233-1998 Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu melalui pengawetan dengan kimia proses vacum tekan d00an rendaman. UMUM 1998 Tata Cara
Tata cara pengecatan dinding tembok dengan cat emulsi SNI 03-2410-2002 Tata cara ini memuat cara pencatan pada dinding tembok dan penanggulangan kegagalan dalam pengecatan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara pengecatan genteng beton SNI 03-6896-2002 Tata cara ini memuat persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi baru dan lama, cat tipe A yang memakai pelarut/ pengencer organik dan cat tipe B yang memakai pelarut/ pengencer air serta cara penanggulangan bila ada kegagalan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara pengecatan genteng keramik SNI 03-3433-2002 ·    Tata cara ini memuat persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik, serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan; PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung SNI 2407 : 2008 Tata cara ini memuat cara-cara pengecatan kayu yang berhubungan dengan udara luar dan penanggulangan kegagalan dalam pengecatan. UMUM 2008 Tata Cara
Tata cara pengecatan logam SNI 03-2408-1991 Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan. UMUM 1991 Tata Cara
Tata cara pengelasan pipa baja untuk air di lapangan SNI 07-6405-2000 Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan secara manual, semi otomatik dan otomatik dengan proses pengelasan busur logam pada pipa baja yang dibuat di pabrik PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara pengendalian mutu bendungan urugan SNI 03-6465-2000 Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama konstruksi di lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau batu) terutama untuk material urugan. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pengendalian mutu pembangunan instalasi pengolahan air minum SNI 7830:2012 Standar ini melingkupi cara pengendalian mutu terhadap proses pelaksanaan pembangunan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Tata cara pengendalian serangan rayap tanah pada bangunan rumah dan gedung paska konstruksi SNI 2404-2015 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Tata Cara
Tata cara pengendalian serangan rayap tanah pada bangunan rumah dan gedung paska konstruksi SNI 2405-2015 Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2015 Tata Cara
Tata cara pengerjaan lembaran asbes semen untuk dinding pada bangunan rumah dan gedung. SNI 03-2841-1992 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan dinding. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Tata Cara
Tata cara pengerjaan lembaran asbes semen untuk penutup atap pada bangunan rumah dan gedung SNI 03-2840-1992 Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan penutup atap. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Tata Cara
Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 1 : survei lokasi dan investigasi SNI 19-6471.1-2000 Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 3 : pemilihan peralatan SNI 19-6471.3-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umumnya digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya, mobilisasi alat, kerukan dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 2 : pertimbangan yang mempengaruhi pekerjaan SNI 19-6471.2-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan modelnya, mobilisasi alat keruk dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 4 : pelaksanaan dan pengawasan SNI 19-6471.4-2002 Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun. SUMBER DAYA AIR 2002 Tata Cara
Tata cara penggunaan peralatan untuk penentuan perubahan panjang, pasta, mortar dan beton semen yang sudah mengeras. SNI 03-4820-1998 Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda uji untuk menentukan perubahan panjang pada pasta, mortar dan beton semen yang sudah mengeras, serta peralatan yang digunakan untuk menentukan perubahan panjang tersebut, dan cara-cara penggunaannya. UMUM 1998 Tata Cara
Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penmanmonteith SNI 7745:2012 Standar ini membahas langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, dan topografi yang diperlukan. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potensial tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara penghitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield SNI 7746:2012 Tata cara penghitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup: data yang digunakan, penyaringan data, penghitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil penghitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengklasifikasian tanah untuk keperluan teknik dengan sistem klasifikasi unifikasi tanah (ASTM D 2487-06, MOD) SNI 6371 : 2015 Standar ini menetapkan sistem untuk mengklarifikasi tanah dan tanah organik untuk keperluan teknik berdasarkan hasil pengujian laboraturium tentang karakteristik ukuran butir, Batas cair dan indeks plastisitas. Standar ini digunakan untuk keperluan klasifikasi tanah yang teliti. UMUM 2015 Tata Cara
Tata cara pengkondisian kelengasan kayu dan bahan berkayu SNI 03-6372-2000 Tata cara ini mencakup prosedur untuk mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu, bahan-bahan dan papan buatan (panel) yang mengandung serat keyu dan partikel kayu, serat barang-barang dari kayu yang menggunakan perekat. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara pengontrolan sedimentasi pada waduk SNI 19-6459-2000 Standar ini menetapkan Tata cara pengontrolan sedimen pada waduk yang meliputi pengendalian sedimen pada waduk berhubungan dengan desain bendungan, pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. SUMBER DAYA AIR 2000 Tata Cara
Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan unit paket instalasi pengolahan air SNI 6775 : 2008 Standar ini mencakup cara pengoperasian, pemeliharaan, teknisi, bahan dan peralatan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat SNI 03-3982-1995 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum, kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1995 Tata Cara
Tata cara pengukuran aliran air pada saluran terbuka secara tidak langsung dengan metode kemiringan luas SNI 6467.2:2012 Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju volume aliran) air pada saluran terbuka atau sungai menggunakan karakteristik penampang yang representatif, kemiringan muka iar dan koefisien kekasaran saluran sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laun SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung SNI 8066 : 2015 Tata cara ini menetapkan cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung yang tidak terpengaruh oleh pasang surut atau arus balik SUMBER DAYA AIR 2015 Metode
Tata cara pengukuran geolistrik schlumberger untuk eksplorasi air tanah SNI 2818:2012 Standar ini menetapkan tentang pelaksanaan tata cara pengukuran geolistrik tahanan jenis SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengukuran geolistrik Wenner untuk eksplorasi air tanah SNI 2528-2012 Standar ini menetapkan tentang pelaksanaan tata cara pengukuran geolistrik tahanan jenis SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (UMH-Fisik) dengan alat ukur arus tipe baling-baling SNI 3408:2015 Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan alat ukur arus tipe baling-baling. SUMBER DAYA AIR 2015 Metode
Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat ukur kecepatan aliran tipe tabung pitot SNI 3409 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik dengan tabung pitot untuk pengukuran kecepatan aliran air dan mendapatkan data kecepatan aliran pada model fisik. SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan menggunakan infiltrometer cincin ganda SNI 7752:2012 Standar ini menguraikan tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Tata cara pengukuran ini dapat dilakukan: a) pada permukaan tanah, pada kedalaman tertentu dalam galian, pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi; b) pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10-6 m/s sampai dengan 10-2 m/s; c) untuk mempelajari pembuangan limbah cair, evaluasi tanki septik, efisiensi drainase, kebutuhan irigasi, imbuhan air tanah, kebocoran saluran dan bendungan. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik SNI 3410 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui pola aliran pada model fisik menggunakan zat pewarna dan benda apung. SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer SNI 7753:2012 Standar ini menguraikan tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer, pemilihan jenis tensiometer, dan pemasangan serta pengoperasian tensiometer. SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande SNI 8134:2015 Standar ini menetapkan tata cara pengukuran tekanan air pori tanah dengan pisometer pipa terbuka Casagrande, melalui lubang bor yang telah dipersiapkan, yang meliputi ketentuan pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande, pengukuran dan pemantauan muka air tanah, perhitungan dan penggambaran grafik tentang hubungan antara waktu dan besarnya tekanan air pori tanah. UMUM 2015 Tata Cara
Tata cara pengukuran tinggi muka air pada model fisik SNI 3411 : 2008 Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada model fisik SUMBER DAYA AIR 2008 Metode
Tata cara penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rt. SNI 19-6410-2000 Tata cara ini mencakup bidang perencanaan dan pelaksanaan sistem penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rumah tangga PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara penyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy SNI 03-3448-1994 Persyaratan bahan epoxy, baja penyambung, struktur sambungan, dan cara penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk pondasi jembatan yang seluruhnya terbenam dalam tanah. Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara penyelidikan dan pengambilan contoh uji tanah dan bahan untuk keperluan teknik SNI 03-6802-2002 Tata cara ini merupakan metode identifikasi, dalam menentukan kondisi tanah,batuan dan air tanah. Tujuan penyelidikan ini untuk identifikasi dan menentukan jenis tanah dan batuan serta penentuan keberadaan air tanah baik secara horizontal maupun vertikal dalam suatu daerah penyelidikan serta penentuan karakteristik tanah dan batuan bawah permukaan dengan melakukan pengambilan contoh uji dan pengujian di lapangan. Pengujian contoh tanah dan batuan di labolatorium diatur dalam tata cara lainnya dari SNI, AASHTO dan ASTM. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat SNI 13-6717-2002 Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk mendapatkan parameter kuat desain SNI 03-6804-2002 Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna menentukan parameter kuat desain UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara penyiapan contoh uji pemadatan benda uji campuran beraspal dengan menggunakan alat pemadat gyratori SNI 03-6838-2002 Tata cara ini mencakup pemadatan benda uji campuran beraspal menggunakan alat pemadat Gyratori UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara penyiapan contoh uji pencampuran pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium untuk pengujian berdasarkan kinerja SNI 06-6472-2000 Tata cara ini mencakup penyiapan contoh uji campuran, pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium sebelum pengujian berdasarkan kinerja UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung SNI 7833:2012 Standar ini menetapkan persyaratan minimum untuk perancangan dan pelaksanaan komponen struktur beton struktural dari setiap ereksi struktur sesuai persyaratan standar yang berlaku untuk bangunan gedung umum. Pada daerah yang tidak menggunakan standar bangunan yang berlaku pada daerah tersebut, standar ini boleh digunakan sebagai standar minimum untuk material, desain dan pelaksanaan. Standar ini juga mencakup evaluasi kekuatan struktur beton yang sudah berdiri. Untuk beton struktural, tidak boleh kurang dari 17 MPa. Tidak ada nilai maksimum yang ditetapkan kecuali diatur oleh ketentuan peraturan yang spesifik. Standar ini melengkapi ketetapan standar bangunan gedungsecara umum dan mengatur segala hal yang berkaitan dengan perancangan dan pelaksanaan beton struktural, kecuali di mana ketetapan ini bertentangan dengan persyaratan bangunan gedung yang sah berlaku. Standar ini mengatur segala hal terkait dengan desain, pelaksanaan, dan sifat-sifat material jika ada pertentangan persyaratan antara standar ini dengan persyaratan yang terkandung di dalam standar-standar lain Untuk fondasi yang dicor di tempat, dinding fondasi, dan pelat di atas tanah untuk rumah tunggal dan rumahderet dan asesoris struktur tersebut, desain dan pelaksanaannya harus dilakukan sesuai dengan ACI 332 Standar ini mengatur struktur khusus, seperti struktur lengkungan, silo dan bangunan kedap udara, struktur tahan ledakan, dan cerobong asap, ketentuan-ketentuan standar ini boleh diterapkan. Lihat juga 22.1.3 ACI 318-08 Standar ini tidak mengatur desain dan pemasangan bagian dari tiang beton, tiang jembatan yang di bor, dan kaison yang ditanam di bawah tanah kecuali untuk struktur-struktur pada desain gempaKategori D, E dan F. Lihat 7.12.4 untuk persyaratan tiang pancang beton, tiang bor jembatan, dan kaison pada struktur yang didesain untuk tahan gempa Kategori D, E dan F Standar ini tidak mengatur desain dan pelaksanaan pelat yang ditumpu di atas tanah, kecuali pelat yang menyalurkan beban vertikal atau gaya lateral dari bagian struktur lain dalam tanah tersebut PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Metode
Tata cara perancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan. SNI 03-3449-2002 Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural, struktural ringan dan sagat ringan. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran, rancangan campuran, tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran, bahan yang dipergunakan, pemilihan proporsi campuran beton ringan, perhitungan proporsi campuran, koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan. UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung SNI 03-6574-2001 ·    Standar pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai standar minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan gedung. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Tata Cara
Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung SNI 03-2396-2001 ·    Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Tata Cara
Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung SNI 03-6575-2001 ·    Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik / pengelola gedung di dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Tata Cara
Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam gedung (lif) SNI 03-6573-2001 ·    Standar Tata cara perancangan sistem transportasi dalam gedung (Lif) ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana, pelaksana dan pengelola bangunan gedung dalam penggunaan Lif kelengkapan-kelengkapannya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Tata Cara
Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung SNI 03-6572-2001 ·    Standar “Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung” ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perancangan, pembangunan dan pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2001 Tata Cara
Tata cara perbandingan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan SNI 7747:2012 Standar ini membahas teknik kuantitatid, dan kualitatif yang menghasilkan ukuran derajat keterkaitan antara hasil simulasi model aliran air tanah, dan informasi lapangan berupa data pengukuran, yang digunakan dalam proses kalibrasi model aliran air tanah SUMBER DAYA AIR 2012 Tata Cara
Tata cara percepatan pelapukan aspal menggunakan tabung bertekanan (Pressurized Aging Vessel, PAV) SNI ASTM D6521-2012 1.1 Tata cara ini mencakup percepatan pelapukan (oksidasi) aspal termasuk beberapa UMUM 2012 Tata Cara
Tata cara perencanaan drainase permukaan jalan. SNI 03-3424-1994 Tata cara ini meliputi persyaratan-persyaratan, kemiringan melintang perkerasan dan bahu jalan serta dimensi, kemiringan, jenis bahan, tipe, selokan samping jalan dan gorong gorong JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum SNI 7509 : 2011 Standar ini menetapkan tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM), yang meliputi reservoir, perpompaan, pipa transmisi dan jaringan pipa distribusi serta pipa pelayanan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Tata Cara
Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. SNI 03-1735-2000 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara perencanaan bangunan mck umum SNI 03-2399-2002 Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bangunan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan beton berkekuatan tinggi dengan semen portland dan abu terbang SNI 03-6468-2000 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan campuran beton kekuatan tinggi dengan semen portland dan abu terbang dan dapat digunakan untuk menentukan proporsi campuran beton kekuatan tinggi untuk mengoptimasi proporsi campuran tersebut berdasarkan campuran coba. UMUM 2000 Tata Cara
Tata cara perencanaan beton bertulang dan struktur dinding bertulang untuk rumah dan gedung SNI 03-1734-1989 Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1989 Tata Cara
Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi ( PJKB-3D) las pabrikan SNI 7392 : 2008 Standar Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung dengan menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi perencanaan struktur dan konstruksi serta pengawasan pelaksanaan di lapangan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung SNI 03-1746-2000 Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi dalam upaya penyelamatan manusia dan meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkle otomatis untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. SNI 03-3989-2000 Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Spesifikasi
Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem-deteksi kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung SNI 03-3985-2000 Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan tepat PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara perencanaan dan peran-cangan bangunan radiologi di rumah sakit SNI 03-2395-1991 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedok-teran nuklir di rumah sakit SNI 03-2394-1991 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan dinding struktur pasangan blok beton berongga bertulang untuk bangunan rumah dan gedung SNI 03-3430-1994 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana SNI 03-7013-2004 Tata cara ini memuat ketentuan–ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun yang dibangun dilingkungan baru, mempunyai KDB 50 %, KLB 1,25 atau kepadatan maksimal 1.736 jiwa/Ha, pada lahan dengan kemiringan sampai 5 % mencakup cara pencapaian , tata letak pada lahan lingkungan dan atau posisi pada lantai bangunan rumah susun. (Pt-T-11-2000-C) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Tata cara perencanaan gedung sekolah menengah umum SNI 03-1730-2002 Tata cara ini mencakup : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan kepadatan bangunan lingkungan bangunan rumah susun hunian SNI 03-2846-1992 Tata cara ini digunakan dalam perencanaan penggunaan lahan secara optimum yang bertujuan untuk merencanakan kepadatan lingkungan perumahan rakyat PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Tata Cara
Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung SNI 1726:2012 Tata cara ini digunakan untuk menentukan syarat-syarat perencanaan struktur gedung secara umum dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana untuk struktur-struktur bangunan rumah dan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Tata Cara
Tata cara perencanaan konservasi energi pada bangunan gedung. SNI 03-6759-2002 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan suatu bangunan gedung yang pengoperasian dan pemeliharaannya dapat menghemat energi PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan SNI 03-1733-2004 Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurang-kurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Tata cara perencanaan lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan. SNI 03-6981-2004 Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta ketentuan-ketentuan teknis secara minimal untuk pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun, dengan batasan : keimiringan tanah rata-rata 0-15 % kepadatan 120-444 jiwa/Ha. (Pt-T-12-2000-C) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2004 Tata Cara
Tata cara perencanaan pemasangan sistem pipa tegak dan slang untuk pencega-han bahaya kebakaran pada bangunan gedung. SNI 03-1745-2000 Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara perencanaan pengolahan lumpur pada instalasi pengolahan air minum dengan bak pengering lumpur (sludge drying bed SNI 7510 : 2011 Standar ini menetapkan cara merencanakan pengolahan lumpur pada IPA dengan bak pengering lumpur (sludge drying bed). Standar ini mencakup ketentuan perencanaan: karakteristik lumpur, bangunan bak pengering lumpur, kriteria unit bak pengering lumpur, kriteria perencanaan pompa lumpur, kriteria struktur bangunan, dan kapasitas bangunan pengolahan lumpur. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2011 Tata Cara
Tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan terhadap sambaran petir SNI 03-6652-2002 Standar ini menetapkan suatu tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan instalasi SPP untuk bangunan gedung sampai ketinggian 60 m. Kasus berikut adalah di luar lingkup standar ini : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan rumah sederhana tahan angin. SNI 03-2397-1991 Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak bertingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan rumah susun modular SNI 03-2845-1992 Tata cara ini bertujuan untuk memberikan landasan perencanaan desain agar dapat diperoleh suatu perancangan bangunan rumah susun yang optimal dan memenuhi syarat bagi kelayakan suatu hunian PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1992 Tata Cara
Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (Hfc-227ea) SNI 19-6772-2002 Tata cara ini memuat persyaratan yang harus dipenuhi sistem pemadam api dengan bahan HFC – 227 ea (FM-200) yang digunakan pada ruang tertutup bangunan gedung dan berlaku untuk sistem catu tunggal dan sistem catu terdistribusi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung SNI 03-1736-2000 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan(sumur resapan, bidang resapan, p flow filter, kolam sanita) SNI 2398:2017 Tata cara ini mengatur kriteria dan perencanaan teknis tangki septik sebagai pengolahan awal air limbah rumah tangga dilanjutkan dengan bidang resapan, sumur resapan, up flow filter, dan taman sanita. Tangki septik dengan pengolahan lanjutan ini untuk jumlah pemakai maksimal 50 jiwa PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2017 Tata Cara
Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan SNI 03-2398-2002 Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa) PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik bangunan gedung olah raga SNI 03-3647-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik bangunan kolam renang SNI 03-3427-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik bangunan stadion SNI 03-3646-1994 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik jembatan gantung untuk pejalan kaki SNI 03-3428-1994 Perencanaan lokasi jembatan, bagian-bagian struktur jembatan yang terdiri dari bangunan atas, bawah dan pondasi jembatan gantung untuk lalu lintas pejalan kaki dengan bentang maksimum 120 m. Tata cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar perencanaan teknik jembatan gantung untuk lalu lintas pejalan kaki. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik pelindung tebing sungai dari pasangan batu SNI 03-3441-1994 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing. SUMBER DAYA AIR 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknik sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan SNI 03-2453-2002 Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan serta persyaratannya, antara lain mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan dan sekaligus untuk menambah potensi air tanah PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknis pondasi langsung untuk jembatan SNI 03-3446-1994 Tata cara ini meliputi persyaratan dan ketentuan tentang perencanaan pondasi langsung berdasarkan kondisi ultimit terdiri dari daya dukung tanah, kemantapan terhadap devormasi lateral, devormasi vertikal, geser dan guling, keawetan bahan serta kekuatan struktur balok pondasi. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknis pondasi sumuran untuk jembatan SNI 03-3447-1994 rev Tata cara ini meliputi persyaratan dan ketentuan tentang perencanaan pondasi sumuran berdasarkan kondisi batas ultimit, terdiri dari daya dukung tanah, kemantapan terhadap deformasi lateral, deformasi vertikal, geser dan guling, keawetan bahan serta kekuatan struktur sumuran. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan teknis pondasi sumuran untuk jembatan SNI 03-3447-1994 Tata cara ini meliputi persyaratan dan ketentuan tentang perencanaan pondasi sumuran berdasarkan kondisi batas ultimit, terdiri dari daya dukung tanah, kemantapan terhadap deformasi lateral, deformasi vertikal, geser dan guling, keawetan bahan serta kekuatan struktur sumuran. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara perencanaan umum bendung SNI 03-2401-1991 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan. SUMBER DAYA AIR 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan umum drainase perkotaan SNI 03-2406-1991 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan umum irigasi tambak udang. SNI 03- 2402-1991 Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang. SUMBER DAYA AIR 1991 Tata Cara
Tata cara perencanaan umum krib sungai-bagian 1 : perencanaan umum SNI 2400.1-2016 Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai. SUMBER DAYA AIR 2016 Tata Cara
Tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air SNI 6774 : 2008 Standar ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai kriteria perencanaan, air baku, kapasitas instalasi, unit operasi, struktur dan bahan serta cara pengerjaan dalam merencanakan unit paket instalasi pengolahan air agar diperoleh unit IPA yang optimal dengan kapasitas maksimum 50 L/detik. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan beton tidak bertulang struktural SNI 03-6806-2002 Tata Cara Mencakup : UMUM 2002 Tata Cara
Tata cara perhitungan debit banjir SNI 2415-2016 Standar ini menetapkan metode dan cara perhitungan debit banjir rencana di saluran atau sungai untuk keperluan perencanaan bangunan air yang mencakup berbagai ketersediaan data, persyaratan, dan metode yang umum digunakan terutama untuk aliran yang tidak dipengaruhi arus balik. SUMBER DAYA AIR 2016 Metode
Tata cara perhitungan evapotranspirasi potensial dengan panci penguapan kelas A SNI 2821 : 2011 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya evapotranspirasi potensial menggunakan panci penguapan kelas-A. UMUM 2011 Metode
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan atap untuk bangunan dan gedung. SNI 03-3436-1994 Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan alumunium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7393:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan aluminium yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung SNI 7832-2012 (Sudah diganti menjadi 7832-2017) Standar ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dengan jenis pekerjaan beton pracetak meliputi: a)Pekerjaan pembuatan beton pracetak sebagian; b)Pekerjaan pembuatan beton pracetak penuh; c)Pekerjaan ereksi konstruksi beton pracetak untuk sampai dengan 5 lantai; d)Pekerjaan sambungan konstruksi beton pracetak; e)Pekerjaan bekisting menggunakan kayu dan phenol film. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2012 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7394:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan beton yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan beton untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 6897:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 * Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan kayu yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2839:2008 * Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan langit-langit yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan langit-langit untuk bangunan gedung dan perumahan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit untuk bangunan dan gedung SNI 03-3435-1994 Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 1994 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7395:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2837:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2836:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2835:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2008 Tata Cara
Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus manning SNI 2830 : 2008 Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. SUMBER DAYA AIR 2008 Tata Cara
Tata cara sistem udara bertekanan untuk sarana jalan keluar kedap api SNI 19-6470-2000 Tata cara ini mencakup tujuan, kriteria kinerja dan ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dalam sistem udara bertekanan untuk sarana jalan keluar kedap udara PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2000 Tata Cara
Tata cara survai kerataan permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur kerataan naasra SNI 03-3426-1994 Tata cara ini membuat uraian tentang cara pelaksanaan, pengisian formulir, dan pelaporan survai ini hanya dilakukan pada jalan beraspal, dan jalan beton semen, dengan kondisi rusak ringan ( Tidak berlubang), kondisi baik dan baik sekali. JALAN DAN JEMBATAN 1994 Tata Cara
Tata cara teknik operasional pengelolaan teknik sampah perkotaan SNI 19-2454-2002 Tata cara ini digunakan untuk memperoleh sistem pengelolaan sampah di daerah perkotaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 2002 Tata Cara
Tebal perkerasan lentur jalan raya dengan metode analisa komponen, Petunjuk pelaksanaan SNI 03 1732-1989 Dasar-dasar perencanaan tebal perkerasan jalan ini meliputi uraian deskripsi, parameter perencanaan dan metode pelaksanaan, Contoh-contoh dan hasil-hasil perencanaan. JALAN DAN JEMBATAN 1989 Tata Cara

Copyrights © 2018 - SIMSTAN. All Rights Reserved