Daftar Pedoman Teknis

Judul NO NSPM Ringkasan Bidang No. SK Menteri Jenis
Judul NO NSPM Ringkasan Bidang No. SK Menteri Jenis
Ukuran Modul Perencanaan Rumah Tapak Pd 01-2016 C Pedoman ini menetapkan standar desain ukuran modular untuk perencanaan bangunan rumah tapak sehat menggunakan sistem pracetak PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 23-SE-M-2016 Metode
Uji mutu konstruksi untuk pondasi dan tubuh bendung tipe urugan Pd. M-01-2004-A Pedoman ini membahas tentang uji mutu konstruksi bendungan tipe urugan, dengan memberikan penjelasan prinsip-prinsip yang terdiri dari : SUMBER DAYA AIR 360/KPTS/M/2004 Metode
Tata Desain Hidraulik Sandtrap Tipe MDST dan Intake dengan Pintu Sorong Tipe MDT Pd T-02-2003    i.    Tata cara ini digunakan untuk mendesain menentukan tata letak, alinyemen dan dimensi hidraulik sandtrap tipe MDST serta Intake yang dilengkapi dengan pintu sorong tipe MDT. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata Cara Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi untuk Tanaman Pangan Pd T-03-2003 Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung neraca air dan kebutuhan air irigasi tanpa atau dengan rotasi teknis untuk tanaman padi di sawah. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pengecatan dan finishing dinding untuk bangunan rumah dan gedung Pt-T-38-2000-C Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi tekis pekerjaan pengecatan tembok, pengecatan kayu, baja atau besi, pelitur dan pemasangan wall peper. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan lantai untuk bangunan rumah dan gedung Pt-T-27-2000-C Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan lantai ubin PC, ubin keramik, marmer, granit, parkit, vinil, rel penggantung pintu dan kaca. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kunci, alat gantungan dan kaca untuk bangunan rumah dan gedung Pt-T-30-2000-C Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan pemasangan kunci engsel, gerendel, kait angin, doorcloser, door stop, door holder, rel penggantung pintu dan kaca. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perencanaan TPA pasang surut Pt T-19-2002-C * Tata cara perencanaan bangunan TPA di Daerah Pasang Surut ini dimaksudkan sebagai pegangan atau acuan bagi perencana dan pelaksana dalam upaya pembangunan TPA sampah yang dikhususkan untuk daerah pasang surut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan Pt T-22-2000-C Tata cara ini mencakup persyaratan teknis serta arahan dalam perencanaan saluran air hujan untuk lingkungan permukiman. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perencanaan saluran air hujan untuk lingkungan permukiman Pt T-23-2000-C Tata cara ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun rancangan peraturan-peraturan, standar-standar yang terkait dan kepentingan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perencanaan rumah sederhana tahan gempa Pt-T-02-2000-C Tata cara ini merupakan salah satu langkah yang diperlukan dalam rangka mengurangi resiko kerusakan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perencanaan rumah darurat sistem knock down Pt T-08-2000-C Tata cara ini mencakup spesifikasi teknis dari bahan bangunan sistem knock down dan rencana anggaran dan biaya pembuatan rumah darurat sistem knock down. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perencanaan penye-diaan air bersih dengan destilasi surya atap kaca (DSAK) Pt T-03-2003-C Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran, dan bahan destilator surya atap kaca (DSAK) untuk kapasitas 5 liter/ hari. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Tata Cara
Tata cara perencanaan pemisah jalan (separator jalan) Pd T-15-2004-B Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan teknis perencaan pemisah jalan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Tata cara perencanaan instalasi pengolahan air sistem berpindah-pindah (mobile) Pd T-01-2004-C Tata cara ini meliputi istilah dan definisi serta persyaratan yang berlaku untuk instalasi pengolahan air untuk air minum sistem berpindah-pindah kapasitas 0,5 – 1 Liter/ detik yang dapat memenuhi kebutuhan masak dan minum bagi 500-1000 orang. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Tata cara perencanaan geometrik persimpangan sebidang Pt T-02-2002-B Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis dan cara pengerjaan persimpangan sebidang tanpa budaran (roundabout) dan perlintasan kereta api yang diperuntukan bagi perencanaan maupun perancangan. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Pd T-04-2005-C Tata cara ini mencakup persyaratan, kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas sampai 50 orang. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata Cara Perencanaan dan Pelaksanaan Krib Bronjong Kawat. Pd T 08-2003 Tata cara ini dimaksudkan sebagai pegangan untuk membuat perencanaan teknik dan cara pelaksanaan krib bronjong kawat yang aman, mudah pelaksanaannya dan berfungsi dengan baik. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara perencanaan cubluk kembar Pt T-19-2000-C Tata cara ini mencakup pengertian, persyaratan dan ketentuan teknis dalam pemilihan lokasi, bentuk, ukuran dan penempatan cubluk. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Metode
Tata cara perencanaan air bersih pedesaan dengan kran umum Pt T-20-2000-C Tata cara ini mencakup ketentuan dan persyaratan dalam penilaian desa, tahapan perencanaan dan perencanaan teknis air bersih pedesaan dengan kran umum. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perbaikan struktur beton bertulang akibat kerusakan atau keropos dengan beton agregat prepak Pt-T-31-2000-C Tata cara ini mencakup : perbaikan komponen struktur beton bertulang yang mengalami kerusakan atau keropos akibat pelaksanaan pembetonan yang kurang baik dengan beton agregat prepak supaya komponen struktur ini dapat memenuhi mutu sesuai kriteria perencanaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perbaikan kerusakan bangunan perumahan rakyat akibat gempa bumi Pt-T-04-2000-C Tata cara ini digunakan mengembalikan bentuk arsitektur bangunan agar semua peralatan/ perlengkapan dapat berfungsi kembali. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara perancangan rumah dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-24-2002-C Pedoman teknis ini meliputi : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara penyusunan skenario pembangunan perkotaan dalam rangka penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu Pt-T-32-2000-C Tata cara ini membahas ketentuan dan cara pengerjaan penyusunan skenario pembangunan perkotaan melalui kajian mengenai mengenai rencana tata ruang yang meliputi aspek fungsi kota, aspek kependudukan, aspek pemanfaatan ruang dan aspek pembangunan prasarana perkotaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara penyusunan program pemeliharaan jalan kota. 018-T-BNKT-1990 Tata cara ini membahas ketentuan-ketentuan penyusunan program pemeliharaan jalan perkotaan. JALAN DAN JEMBATAN Tata Cara
Tata cara penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu (P3KT). Pt-T-10-2000-C Tata cara in membahas persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan penyusunan program pembangunan prasarana kota terpadu meliputi perumusan rencana, perumusan program dan perumusan proyek yang memenuhi persyaratan teknis dan administrastif. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara penimbunan dan bahan urugan pada pekerjaan tanah Pt T-41-2000-A Tata cara ini mencakup cara-cara pembuatan timbunan dan urugan umum pada pekerjaan tanah yang meliputi hal-hal yang mempengaruhi seperti desain faktor keamanan, kecocokan bahan timbunan dan urugan, sistem drainase serta peninjauan kondisi lapangan tempat pembuatan timbunan dan urugan. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara penilaian kinerja PDAM Pt T-24-2000-C Tata cara ini digunakan untuk menjamin pelaksanaan penilaian kinerja PDAM secara menyeluruh untuk memperoleh klasifikasi kinerja PDAM bagi keperluan penilai. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara penilaian dan penerimaan beton normal selama pelaksanaan bangunan Pt T-37-2000-C Tata cara ini mencakup ketentuan penilaian dan penerimaan beton normal yang mempunyai kekuatan tekan yang disyaratkan fe tidak lebih dari 55 Mpa selama pelaksanaan penilaian dan penerimaan. UMUM Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan mobil tangki untuk air minum Pt T-36-2000-C Tata cara ini memuat ketentuanteknisi, peralatan, bahan dan suku cadang serta cara pengoperasian dan pemeliharaan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga non kakus Pt T-16-2002-C Tata cara ini memuat persyaratan umum dan persyaratan teknis mengenai tata cara pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah non kakus model hibrid yang berkapasitas 2 m3/hari atau cakupan pelayanan 4 KK (16 – 20 jiwa). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan bangunan pengaduk lambat secara mekanis pada ipa Pt T-34-2000-C Tata cara ini memuat ketentuan mengenaiteknisi, bahan, fungsi dan peralatan bangunan pengaduk lambat secara mekanis. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pengoperasian dan pemelihaan terminal air Pt T-25-2000-C Tata cara ini digunakan untuk memperoleh kontinuitas operasi dan lama masa operasi sesuai dengan perencanaan, bagi penanggungjawab terminalair. Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan mengenai penanggung. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara penggalian pada pekerjaan tanah Pt T-39-2000-A Tata cara ini mencakup tata cara penggalian pada pekerjaan tanah yang meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng penggalian, faktor lingkungan dan geometri lapangan, analisis stabilitas lereng, desain sarana-sarana penggalian, pemantauan stabilitas serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kemanan lereng galian. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pengerjaan pasangan dan plesteran dinding Pt-T-03-2000-C Tata cara ini digunakan dalam pekerjaan pasangan dan plesteran yang meliputi pemilihan bahan yang baik, cara penakaran bahan, pengadukan, perendam bata, pemasangan dan perawatan sehingga didapatkan suatu pasangan yang baik dan pengikatan yang sempurna. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara pengerjaan beton di lapangan Pt T-05-2000-C Tata cara ini mencakup bahan-bahan yang digunakan untuk beton, cara pengujian kuat tekan, cara pelaksanaan pembuatan beton. UMUM Tata Cara
Tata cara pengawetan bambu bulat dengan cara tekanan Pd T-07-2004-C Petunjuk teknis ini meliputi istilah, definisi, ketentuan, dan pelaksanaan pengawetan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Tata cara penanggulangan air minum Pt T-60-2000-C Tata cara ini mencakup pengawasan kebocoran pipa transmisi dan distribusi, ketentuan mengenai identifikasi kebocoran, peralatan, bahan pelaksana dan cara pengerjaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata Cara Pemilihan Parameter dengan Metode Pemeriksaan Kualitas Air dalam Rangka Pemantauan Kualitas Air. Pd T-07-2003 Petunjuk teknis ini membahas masalah yang meliputi : pemilihan parameter yang diperiksa untuk contoh air sungai, metode pemeriksaan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan petunjuk teknis pemeriksaan kualitas air SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pemilihan dan penentuan lokasi dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-22-2002-C Pedoman teknis ini menguraikan kriteria-kriteria pemilihan dan penentuan lokasi perumahan agar harga rumah, biaya transportasi dan pengeluaran keperluan hidup lainnya relatif terjangkau oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya untuk membangun perumahan melalui pola pembangunan bertumpu pada kelompok. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara pemilahan kayu konstruksi secara masinal. Pd T-05-2004-C Tata cara ini memuat tentang pelaksanaan pemilihan kayu konstruksi secara masinal dan ketentuan yang harus digunakan meliputi istilah dan definisi, ketentuan, pelaksanaan, penentuan hasil pemilahan kayu konstruksi, penandaan dan pengelompkkan. UMUM Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Tata cara pemeriksaan bangunan pasca kebakaran Pt-T-01-2000-C Tata cara ini mencakup klasifikasi singkat kerusakan dan jenis pemeriksaan, serta berlaku untuk semua jenis bangunan kecuali untuk bangunan rumah yang tingginya kurang dari 2 tingkat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata cara pemeliharaan sarana pengambilan air baku Pt T-55-2000-C Tata cara ini adalah untuk memperoleh kontinuitas, kuantitas air baku, melindungi sarana pengambilan air baku agar lama operasi sesuai dengan perencanaan bagi keperluan pengelola. UMUM Tata Cara
Tata cara pemeliharaan pompa tangan dangkal untuk air bersih Pt T-33-2000-C Tata cara ini mencakup ketentuan pemeliharaan pompa tangan dangkal dan cara pengerjaannya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pemeliharaan jaringan pipa transmisi dan pipa distribusi air minum Pt T-26-2000-C Tata cara ini digunakan untuk memperoleh kelangsungan kinerja pipa transmisi, distribusi dan perlengkapannya, bagi keperluan pengelola. Tata cara ini memuat ketentuan tentang pemeliharaan, jaringan pipa transmisi dan distribusi, teknis, peralatan dan bahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pembubuhan kaporit pada unit pipa Pt T-28-2000-C Tata cara ini memuat tentang ketentuan bahan, peralatan, pembubuhan, pendosisan, penyimpanan dan cara pembubuhan kaporit ke dalam instalasi penjernihan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pembubuhan gas khlor pada unit pipa ipa Pt T-29-2000-C Tata cara ini memuat tentang ketentuan pengangkutan, penyimpanan, peralatan, bahan, cara pembubuhan dan penanganan kebocoran gas klhor. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara pembubuhan alumunium sulfat pada unit IPA Pt T-54-2000-C Tata cara ini mencakup, ketentuan mengenai pengoperasian pembubuhan Alumunium Sulfat, peralatan, bahan, penyimpanan, penanganan dan perhitungan. UMUM Tata Cara
Tata cara pembuatan proposal teknis dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-21-2002-C Pedoman teknis ini meliputi : alasan pengadaan rumah, rangkuman rencana pembangunan, dan data pendukung. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara pembuatan genteng semen cetak tangan Pt T-07-2000-C Tata cara ini digunakan untuk memenuhi efisiensi dan meningkatkan mutu produksi. Tata cara ini mencakup persyaratan, bahan dan cara pembuatannya. UMUM Tata Cara
Tata cara pembuatan dan pelaksanaan beton berkekuatan tinggi Pd T-04-2004-C a.   Tata cara ini mencakup langkah-langkah pembuatan beton kekuatan tinggi yang dimaksudkan untuk memperoleh beton dengan kekuatan tekan optimum dan memenuhi persyaratan untuk beton kekuatan tinggi; UMUM Tata Cara
Tata cara pembuatan bata semen berlubang Pt T-06-2000-C Tata cara ini digunakan untuk memenuhi efisiensi dan meningkatkan mutu produk. Tata cara ini mencakup persyaratan, bahan dan cara pembuatan. UMUM Tata Cara
Tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka Permen PU No. 05/PRT/M/2009 Pedoman ini menetapkan tata cara pembangunan pos duga air tipe konsol di sungai/saluran terbuka yang membahas ketentuan-ketentuan dan cara/tahapan pelaksanaan pembangunan pos duga air tipe konsol. SUMBER DAYA AIR Metode
Tata cara pemasangan dan pengoperasian komposter individual dan komunal Pd T-15-2003 Tata cara ini meliputi pendahuluan dan persyaratan pemasangan dan pengoperasian komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 (satu) keluarga (5-7) dan komunal untuk melayani 10 keluarga (50-70 jiwa). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 -
Tata cara pemasangan dan pembacaan alat ukur regangan tanah/tiltmeter Pt T-42-2000-A Tata cara ini untuk digunakan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan pemasangan alat ukur regangan di bawah permukaan tanah untuk pemantauan gerakan tanah serta bertujuan untuk menjamin pemasangan alat ukur regangan tanah di bawah permukaan dengan benar dan berfungsi dengan baik sehingga dapat menghasilkan data gerakan tanah yang teliti. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pemadatan tanah pada pekerjaan tanah Pt T-44-2000-A Tata cara ini mencakup cara pemadatan yang meliputi metode pemadatan, karakteristik bahan yang dipadatkan, pelaksanaan dan pengendalian mutu pemadatan di lapangan. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pelaksanaan survai swadaya dalam penyeleng-garaan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-20-2002-C Pedoman teknis ini dalam pelaksanaannya sesuai dengan jenis kegiatan Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok yang akan dilakukan, yaitu : pembangunan baru, pemugaran rumah, perbaikan lingkungan serta sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan survai jalan PERMEN Nomor 17/PRT/M/2007 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai lokasi jenis dan jarak antara titik-titik referensi pada suatu ruas jalan serta menentukan titik awal dan titik akhir dari ruas jalan tersebut yang akan digunakan pada survai-survai jalan berikutnya atau untuk keperluan lain dalam pembinaan jaringan jalan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Tata cara pelaksanaan pembangunan dalam penyeling-garaan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-25-2002-C Pedoman teknis ini meliputi : 1. perencanaan pelaksanaan (pre construction);2. pelaksanaan pembangunan (construction);3. penga wasan/ pengendalian (controling). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan pekerjaan tanah Pt T-43-2000-A Tata cara ini mndeskripsikan secara ringkas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan tindakan penyelamatan apabila tirade kecelakaan pada pekerjaan tanah. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pelaksanaan paritan pada pekerjaan tanah Pt T-45-2000-A Tata cara ini mencakup tata cara pelaksanaan paritan pada pekerjaan tanah yang meliputi metode pelaksanaan, cara-cara penggalian untuk berbagai kondisi paritan dan jenis peralatan yang digunakan untuk penggalian. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata Cara Pelaksanaan Krib Tiang Pancang Beton di Sungai. Pd T 09-2003 Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam melaksanakan bangunan krib tiang pancang beton di sungai. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pelaksanaan dokumentasi bangunan dan kawasan yang dilestarikan Pd T-03-2004-C Tata cara ini mencakup cara dan lingkup dalam melaksanakan pendokumentasian bangunan dan kawasan yang memiliki nilai untuk dilestarikan, mencakup: gambar arsitektural berikut cara pengukuran, format photo dan gambar, dan penulisan serta penyimpanan data, yang dapat digunakan bagi kegiatan penelitian. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Tata cara pelaksanaan beton padat giling (BPG) Pt T-07-2002-B Tata cara ini sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan BPG yang meliputi persyaratan dan ketentuan peralatan serta bahan, persiapan penghamparan, pencampuran, penghamparan, pemadatan, pengujian serta pengendalian mutu, sehingga diperoleh lapisan BPG sesuai yang direncanakan. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Tata cara overhaul pompa sentrifugal dan submersibel pada sarana sistem penyediaan air bersih Pt T-35-2000-C Tata cara ini mencakup pemeriksaan, bongkar pasang, bahan suku cadang, peralatan dan teknisi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Tata Cara
Tata cara operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi teknis Pd T-04-2003 Tata cara ini membahas tentang prosedur tata cara operasi jaringan irigasi teknis dalam satu wilayah pengelolaan, yang meliputi: rencana operasi dan prosedur operasi jaringan irigasi teknis. SUMBER DAYA AIR Nomor : 171/KPTS/M/2003 Tata Cara
Tata cara identifikasi awal daerah longsoran Pt T-03-2002-B Pedoman teknis ini merupakan metode tata cara identifikasi awal daerah longsoran badan jalan dan sekitarnya. Pedoman ini dapat digunakan sebagai bahan/ informasi awal untuk penanggulangan darurat maupun penentuan. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Tata cara deskripsi keadaan dan penyelidikan lapangan pada pekerjaan tanah Pt T-40-2000-A Tata cara ini mendeskripsikan tentang keadaan dan investigasi lapangan pada pekerjaan tanah yang mencakup uraian kondisi lingkungan, kelayakan pekerjaan, resiko longsoran dan perubahan bentuk yang diizinkan terhadap bangunan yang ada disekitarnya. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara desain paritan, sumuran dan terowongan pada pekerjaan tanah Pt T-47-2000-A Tata cara ini mencakup pertimbangan-pertimbangan di dalam desain paritan, sumuran, dan sumuran dalam pada pekerjaan tanah yang meliputi pertimbangan kondisi lapangan, pengendalian air tanah, dan air permukaan, stabilitas galian, dan bahan pertimbangan praktis terhadap metode penggalian, peninjauan terhadap bangunan yang sudah ada, pembuangan sisa galian dan lain-lain. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara desain hidraulik bangunan pengambil pada bendung tyrol Pd T-01-2003 Tata cara ini digunakan untuk mendesain hidraulik bangunan pengambil pada bendung Tyrol. Jenis bangunan ini digunakan terutama di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung. SUMBER DAYA AIR Nomor : 171/KPTS/M/2003 Tata Cara
Tata Cara desain Bangunan Akuifer Buatan dan Tampungan Air Hujan untuk Penyediaan Air Baku Mandiri. Pd T-05-2003 Tata cara ini menentukan dimensi dari bangunan kombinasi akuifer buatan dan simpanan air hujan (ABSAH) dan menetapkan pedoman pelaksanaan pembangunan di lapangan. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara dasar perencanaan plambing untuk air minum, air limbah dan air hujan Pt T-21-2000-C Tata cara ini berlaku bagi sistem plambing dan bagian dari padanya yang dipasang didalam persil gedung dan bangunan untuk hunian yang dipasang. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan instalasi perpipaan mengenai air minum, air limbah, dan air hujan dengan perlengkapannya yang melayani hunian pada gedung dan persil. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Tata Cara Analisis Data Pengujian Sumur Uji dan Sumur Produksi dengan Metode Eden Hazel. Pd T-06-2003 Tata cara ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi yang menembus akuifer terkekang dalam rangka penentuan debit aman sumur tersebut melalui analisis data uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) dengan menggunakan metode Eden-Hazel cara uji I dan cara uji II. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Tata cara pemilihan lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan Pd T-03-2005-C Tata cara ini merupakan pedoman dalam menentukan lokasi prioritas untuk pengembangan perumahan dan permukiman yang meliputi: acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk penataan kawasan permukiman yang sudah ada serta acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk pembangunan lokasi perumahan – permukiman baru pada lahan kosong atau lahan yang sebelumnya tidak dipergunakan sebagai fungsi hunian, mencakup perumahan - permukiman tidak bersusun dan bersusun. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Survei pencacahan lalu lintas dengan cara manual Pd T-19-2004-B Pedoman ini mengatur tata cara pencacahan lalu lintas dengan cara manual pada ruas jalan dan persimpangan untuk berbagai tujuan penggunaan data, seperti analisis geometri, kinerja lalu lintas dan struktur perkerasan jalan maupun manajemen lalu lintas. Pedoman ini mencakup tata cara survei, organisasi, peralatan dan langkah-langkah pelaksanaan survei. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan Pd T-21-2004-B Pedoman ini mencakup tata cara survei kondisi rinci jalan beraspal di perkotaan yang melakukan secara manual (visual) termasuk kompilasi data. Tata cara survei ini terdiri dari persiapan survei dan produser pelaksanaannya. Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai pendukung untuk melengkapi pangkalan data (data base) jalan perkotaan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Survei kondisi jalan tanah dan atau kerikil PERMEN Nomor 15/PRT/M/2007 Pedoman ini mencakup tata cara survei kondisi jalan kerikil dan atau tanah (termasuk stabilisasi tanah dan atau kerikil) yang dilakukan secara manual (visual). Pedoman survei ini terdiri dari persiapan survei dan prosedur pelaksanaannya. Pedoman ini dapat digunakan sebagai pendukung untuk melengkapi pangkalan data (data base) jalan dan/atau acuan dalam pelaksanaan pemeliharaan serta penilaian hasil pekerjaan peningkatan atau pembangunan jalan baru. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Survei inventarisasi geometri jalan perkotaan Pd T-16-2004-B Pedoman ini memuat tata cara tentang pelaksanaan survei dalam rangka mendapatkan data geometri dari jalan perkotaan termasuk persimpangan, akses jalan dan akses lahan, selain jalan bebas hambatan, yang meliputi : penampang melintang, alinyemen horisontal, alinyemen vertikal, dan penggunaan lahan sisi jalan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pd T-18-2005-B Pedoman pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis, dan cara pengerjaan pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan, baik untuk kegiatan peningkatan, maupun pembangunan jalan dan jembatan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Stabilisasi dangkal tanah lunak untuk konstruksi timbunan jalan (dengan semen dan cerucuk) Pd T-11-2005-B Pedoman ini memberikan petunjuk mengenai prinsip-prinsip penggunaan stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk dalam pembuatan konstruksi timbunan untuk jalan yang meliputi : kriteria penggunaan stabilisasi dangkal tanah lunak dengan semen atau cerucuk untuk desain timbunan jalan serta evaluasi dan aplikasinya pada timbunan jalan yang mengalami prakompresi; informasi tentang jenis dan karakteristik stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk serta pembahasan parameter tanah; nterpretasi kondisi dan cara pemasangan serta desain stabilisasi dangkal dengan semen atau cerucuk. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Spesifikasi sarana umum mandi, kakus prefab Pd S-02-2004-C Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, bahan dan konstruksi serta dimensi dari sarana umum mandi kakus prefab rangka besi/ baja dan kapsul. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Spesifikasi rumah transmigrasi non panggung RTNP-36 dari kayu sistem siap Pt-S-03-2000-C Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis tentang bentuk, ukuran, bahan, elemen, komponen, fungsi, kekuatan dan kinerja bangunan RTNP-36 dan jamban keluarga dan berlaku untuk bangunan non panggung yang terbuat dari kayu dengan sistem sistem siap pakai, terutama dilahan kering dengan kemiringan 0-15 %. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN -
Spesifikasi rumah sangat sederhana k-21 Pt-S-02-2000-C Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis tentang bentuk, ukuran bahan, elemen, komponen, fungsi, kekuatan, dan kinerja bangunan rumah sangat sederhana K-21 dan berlaku untuk bangunan yang didirikan diatas lahan kering. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Spesifikasi
Spesifikasi kompos rumah tangga Pt S-06-2000-C Spesifikasi ini mencakup pengertian teknis menganai bentuk, ukuran, bahan, fungsi, dan kinerja dari komposter rumah tangga untuk melayani maksimum 5 orang. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Metode
Spesifikasi komponen struktur lantai tingkat komposit kayu-beton untuk gedung dan rumah Pt S-10-2000-C Spesifikasi ini berisi persyaratan teknis yang meliputi bahan, bentuk, ukuran, fungsi dan kekuatan, komponen-struktur lantai komposit kayu beton untuk bangunan gedung dan rumah. UMUM Spesifikasi
Spesifikasi kelas kekuatan kayu bangunan struktural yang dipilah secara masinal Pd S-01-2005-C Spesifikasi ini memuat ketentuan mengenai jenis, ukuran, persyaratan modulus elastisitas dan keteguhan lentur mutlak untuk kayu bangunan yang dipilah secara masinal. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Spesifikasi instalasi sederhana pengolahan air gambut individual dengan memanfaatkan tanah liat setempat Pt S-11-2000-C Spesifikasi ini membahas tentang bentuk, komponen, ukuran, bahan, fungsi, struktur dan gambar dari IPAG. UMUM Spesifikasi
Spesifikasi instalasi pengolahan air system berpindah-pindah (mobile) kapasitas 0,5 l/ detik Pd S-01-2004-C Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis tentang bentuk, ukuran, bahan, dan fungsi. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana Pt-S-01-2000-C Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk, dimensi fungsi, struktur dan kinerja dari komponen dan elemen fasilitas tempat bermain di ruang terbuka rumah susun sederhana untuk usia 1-5 tahun dan usia 6-12 tahun, pada lingkungan rumah susun yang mempunyai KDB 50 % dan KLB 1,25 atau dengan kepadatan maksimum = 1.736 jiwa/ha. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Spesifikasi destilasi surya atap kaca (DSAK) Pt S-01-2003-C Petunjuk Teknis ini meliputi perencanaan dan perhitungan sistem destilator surya atap kaca, dengan kapasitas maksimum 5 liter/ hari. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Tata Cara
Spesifikasi cubluk kembar Pt S-09-2000-C Spesifikasi ini mencakup : 1. pengertian, persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran, bahan, fungsi dan kekuatan dari cubluk kembar; PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Metode
Spesifikasi campuran beton kinerja tinggi dengan abu terbang Pt S-08-2000-C Spesifikasi ini mencakup persyaratan bahan-bahan dan perbandingan campuran yang harus digunakan untuk menghasilkan beton kinerja tinggi. UMUM Nomor : 37/KPTS/M/2000 Spesifikasi
Spesifikasi bak penampungan air hujan untuk air bersih dari pasangan bata Pt S-05-2000-C Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak penampung air dari pasangan bata untuk air bersih yang mencakup bentuk ukuran, bahan, fungsi dan ekuatan atau struktur dengan kapasitas 2M³ sampai dengan 10M³. UMUM Spesifikasi
Spesifikasi bak penampung air hujan untuk air bersih dari pasangan bata Pt-S-05-2000-C Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak penampung air hujan dari pasangan bata untuk air bersih yang mencakup bentuk, ukuran, bahan, fungsi dan kekuatan atau struktur dengan kapasitas 2m³ sampai dengan 10 m³. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Spesifikasi bak penampung air hujan untuk air bersih dari ferro semen Pt S-04-2000-C Spesifikasi ini memuat pengertian dan persyaratan teknis bak ferrosemen untuk menampung air hujan untk air bersih yang mencakup bentuk, ukuran, bahan, fungsi dan kekuatan atau struktur dengan kapasitas 2 m3 sampai dengan 10 m3. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Spesifikasi asbuton butir B50/30 (Pd 06-2017-B) Pd 06-2017-B Spesifikasi asbuton butir B50/30 (Pd 06-2017-B) JALAN DAN JEMBATAN Metode
Spesifikasi area penimbunan sampah dengan sistem lahan urug terkendali di TPA sampah Pt S-07-2000-C Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran, bahan/elemen/komponen, fungsi dan kekuatan dari area penimbunan sampah dengan sistem lahan urug terkendali, minimal pelayanan 5 tahun. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 37/KPTS/M/2000 Metode
Sistem penyediaan air bersih komersil untuk permukiman Pt T-14-2002-C * Pedoman teknis ini sebagai pegangan atau acuan dalam penerapan penyedian air bersih komersial di lingkungan permukiman. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
RPT “Rekayasa Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Ruang Sisi Jalan di Perkotaan Surat Edaran Nomor 54/SE/M/2015 Pedoman ini meluputi rekayasa penataan pemeliharaan ruang sisi jalan di perkotaan yang berlaku untuk : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
RPT “ Perancangan Pilar Langsing Beton Bertulang Untuk Jembatan Surat Edaran Nomor 53/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan perancangan pilar langsing beton bertulang untuk jembatan tipe monolitik dengan metode perbesaran momen yang terbatas pada analisa linier. Pedoman ini hanya dapat digunakan untuk merancang kolom pilar beton bertulang dengan nilai rasio kelangsingan lebih kecil dari 100 PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
RPT “ Perancangan jalur khusus sepeda motor (JKSM) di Jembatan Tol Surat Edaran Nomor 60/SE/M/2015 PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Rencana tindak darurat kebakaran pada bangunan gedung Pd T-12-2005-C Pedoman ini mencakup petunjuk dalam pembuatan rencana untuk memperkecil kemungkinan timbulnya kebakaran dan meminimalkan dampak keadaan darurat yang ditimbulkannya melalui deteksi dini, peringatan, tindakan penanggulangan, prosedur penyelamatan/evakuasi, serta komunikasi darurat, bagi semua personil yang bekerja atau berada di dalam gedung maupun pihak manajemen dalam melaksanakan tindakan menghadapi keadaan darurat akibat kebakaran di gedung tersebut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Rekayasa sosial pembangunan bendungan 03/PRT/M/2009 Pedoman ini menetapkan tata cara rekayasa sosial pembangunan bendungan sebagai acuan umum pelaksanaan pembangunan agar para pelaksana pembangunan bendungan dapat memahami permasalahan sosial yang muncul pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi dan tahap pascakonstruksi sehingga permasalahan sosial yang terjadi dapat diminimalisasi atau dikurangi. SUMBER DAYA AIR Metode
Rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan pada tanah residual dan batuan Pd T-09-2005-B Ruang lingkup pedoman ini menekankan perencanaan penanggulangan keruntuhan lereng pada deposit residual di daerah pegunungan dan perbukitan. Keruntuhan lereng (slope failure) dan stabilitas galian dan timbunan pada tanah lunak dan ekspansif tidak termasuk dalam ruang lingkup pedoman ini. Pedoman ini merupakan pelengkap dari Buku Tata Cara Penanggulangan Longsoran SNI - 03.1962 - 1990. UMUM Metode
Prediksi kebisingan akibat lalu lintas Pd T-10-2004-B Tata cara prediksi kebisingan akibat lalu lintas memuat prosedur penghitungan tingkat kebisingan di ruas jalan perkotaan dan antar kota yang diakibatkan oleh lalu lintas dengan menggunakan model prediksi Calcullation of Road Traffic Noise (CoRTN) serta ketentuan-ketentuan umum maupun teknis berkaitan dengan pengukuran dan penghitungan parameter berpengaruh, penyajian hasil dan penilaian dampak kebisingan dari variabel-variabel berpengaruh dalam model prediksi kebisingan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 -
Prakiraan dan peringatan dini banjir Pd. T-23-2004-A Pedoman ini dibuat untuk memudahkan perencana/ peneliti/ pelaksana pekerjaan dalam merencanakan system peramalan banjir dan peringatan dini banjir. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pra Studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pd T-19-2005-B Pedoman ini mengatur tentang tindak lanjut dari kegiatan pra studi kelayakan untuk menganalisis secara lebih rinci beberapa alternatif rute terpilih yang diusulkan. Untuk proyek-proyek yang hanya melakukan studi kelayakan tanpa melalui kegiatan pra studi kelayakan, maka pelaksanaannya menggunakan kedua pedoman tersebut. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN SNI 1729 TENTANG SPESIFIKASI UNTUK BANGUNAN GEDUNG BAJA STRUKTURAL SURAT EDARAN NOMOR : 50/SE/M/2015 Petunjuk teknis ini berisi contoh-contoh desain ini dimaksudkan untuk menggambarkan aplikasi SNI 1729, Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural dalam aplikasi seismik rendah. Untuk informasi pada aplikasi desain yang membutuhkan pendetailan seismik, lihat AISC Seismic Design Manual. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Perkuatan struktur atas jembatan pelat berongga dengan metode prategang eksternal Pd T-02-2004-B JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perkuatan jembatan rangka baja Australia dengan metode prategang eksternal Pd T-03-2004-B Pedoman ini berisi kaidah-kaidah dan tata cara penerapan prategang eksternal pada jembatan rangka baja Australia, dengan contoh penggunaan pada tipe B60. Struktur jembatan yang dimaksud pada pedoman ini dibatasi hanya untuk struktur diatas dua perletakan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perhitungan kapasitas lingkungan Pd T-13-2003 Pedoman kapasitas lingkungan jalan ini merupakan suatu pedoman untuk melakukan perhitungan kapasitas lingkungan jalan di daerah perkotaan baik pada tahap perencanaan maupun pada tahap evaluasi suatu kegiatan peningkatan atau pembangunan jalan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Metode
Perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN Pd. T-02-2004-A Pedoman ini membahas tata cara penghitungan indeks kekeringan menggunakan teori RUN. Indeks kekeringan yang dihasilkan mencakup durasi kekeringan dan jumlah kekeringan dengan berbagai periode ulang, digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan kekeringan dalam suatu seri data hujan dan dan untuk kapasitas bendung. UMUM 360/KPTS/M/2004 Spesifikasi
Perhitungan biaya operasi kendaraanBagian 1. Biaya tidak tetap (running cost) Pd T-15-2005-B Pedoman ini merupakan panduan dalam melakukan perhitungan biaya operasi kendaraan (bok) pada ruas jalan. Dalam bagian i ini disajikan ketentuan-ketentuan dan cara-cara perhitungan komponen biaya tidak tetap (running cost). Pedoman ini mencakup uraian tentang ketentuan umum, ketentuan teknik, dan cara pengerjaan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan metode the gross output (human capital) Pd T-02-2005-B Pedoman ini menetapkan prosedur untuk melakukan perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan kota dan jalan antar kota berdasarkan metode the gross output atau human capital. Pedoman ini menguraikan formula yang dipergunakan dalam perhitungan, ketentuan, dan asumsi yang diberlakukan untuk faktor-faktor dalam penghitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pedoman ini memberikan tuntunan untuk menghitung faktor-faktor penting yang digunakan dalam formula penghitungan biaya, berikut contoh penggunaannya. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami 06/PRT/M/2009 Pedoman ini menetapkan perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami, dengan kala ulang perencanaan yang perlu diantisipasi yang sering terjadi di daerah pantai dan pesisir pantai. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip umum perencanaan tata guna lahan, perencanaan penempatan/lokasi dan desain bangunan infrastruktur untuk penanggulangan (mitigasi) bahaya bencana tsunami, yang meliputi hal-hal sebagai berikut: SUMBER DAYA AIR Metode
Perencanaan Teknis Pelat Ortotropik Baja Segmental Untuk Lantai Jembatan Rangka Baja Pd 05-2017-B Perencanaan Teknis Pelat Ortotropik Baja Segmental Untuk Lantai Jembatan Rangka Baja JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perencanaan teknis bendung pengendali dasar sungai Pd. T-12-2004-A Pedoman ini membahas ketentuan dasar tentang persyaratan untuk mendesain bendung pengendali dasar sungai, terutama pada sungai lahar. Dalam pedoman ini diuraikan beberapa ketentuan yang SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Perencanaan teknis bangunan tanggul sungai lahar Pd. T-16-2004-A Pedoman ini membahas persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar dengan kondisi dasar sungai sudah stabil dan secara umum terbuat dari tanah non kohesif. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan Pd T-05-2005-B Pedoman ini menetapkan kaidah-kaidah dan tata cara perhitungan lapis tambah perkerasan lentur berdasarkan kekuatan struktur perkerasan yang ada yang diilustrasikan dengan nilai lendutan. Pedoman ini memuat deskripsi berbagai faktor dan parameter yang digunakan dalam perhitungan serta memuat contoh perhitungan. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Perencanaan tapak dalam penyelenggaraan perumahan bertumpu pada kelompok (P2BPK) Pt T-23-2002-C Petunjuk teknis ini memberikan petunjuk kepada kelompok mengenai tata cara serta ketentuan-ketentuan dalam menyusun rencana tapak melalui suatu perencanaan partisipatif dalam bentuk program P2BPK. Pedoman ini meliputi perencanaaan tapak pada pembangunan baru P2BPK. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Perencanaan sistem monitoring kesehatan strukturjembatan 24/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur perencanaan sistem monitoring kesehatan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perencanaan saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman. Pt T-01-2003-C Petunjuk teknis ini memuat istilah dan definisi, persyaratan umum dan teknis, perhitungan debit limpahan, perhitungan dimensi saluran, serta contoh perhitungan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Perencanaan rumah maisonet Pd T-01-2005-C Pedoman ini digunakan sebagai acuan dalam perencanaan rumah maisonet, sebagai arahan desain dan spesifikasi teknis yang diperuntukkan bagi para perencana pembangunan perumahan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Perencanaan rambu-rambu di dalam bangunan gedung Pd T-02-2005-C Pedoman ini digunakan sebagai petunjuk dalam perancangan rambu-rambu di dalam bangunan gedung umum, supaya memudahkan pejalan kaki berjalan menuju area ruang, ruang atau tempat tertentu, serta mendapatkan pesan tentang peraturan, peringatan dan informasi yang diperlukan. Pedoman ini meliputi tata cara : peletakan, penentuan dimensi, penggunaan huruf, penggunaan simbol, penggunaan warna. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Perencanaan perkerasan jalan beton semen Pd T-14-2003 Pedoman ini mencakup dasar-dasar ketentuan perencanaan perkerasan jalan, yaitu : JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perencanaan median jalan Pd T-17-2004-B Pedoman perencanaan media jalan ini mengatur tentang ketentuan umum yang menyangkut keberadaan dan fungsi serta ketentuan teknis lainnya, penempatan, ukuran dan bukan, serta cara/ prosedur perencanaannya. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Perencanaan lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan corrugated steel plate (csp) Pd T-12-2005-B Pedoman ini membahas masalah perencanaan sistem lantai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP). JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perencanaan konstruksi timbunan jalan di atas gambut dengan metode prapembebanan Pd T-06-2004-B Pedoman ini dimaksudkan sebagai penuntun bagi praktisi di dalam mendesain timbunan jalan di atas tanah gambut dengan metode prapembebanan. Berbagai teknik analisis stabilitas dan penurunan timbunan yang umum digunakan oleh perekayasa diuraikan terlebih dahulu. Kemudian kriteria desain penimbunan dan evaluasi performa timbunan dengan pemantauan (monitoring) secara praktis dibahas. UMUM Metode
Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen Pd T-04-2005-A Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Perencanaan hidraulik dan operasi serta pemeliharaan bangunan penangkap air tipe pusair Pd. T-15-2004-A Pedoman teknik membangun kincir air tipe PUSAIR untuk irigasi desa ini mencakup : merancang dan membangun kincir air tipe PUSAIR, bangunan kincir air digunakan untuk penyediaan air terutama air irigasi desa dan pedoman ini tidak mencakup tinjauan terhadap sosial dan biaya. SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil No. 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Perencanaan campuran lapis pondasi hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen Pd T-08-2005-B Pedoman ini menetapkan persyaratan, ketentuan bahan, peralatan laboratorium, perencanaan campuran dan cara penentuan kadar semen campuran hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen, sebagai lapis pondasi dan pondasi bawah. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Perencanaan bundaran untuk persimpangan sebidang Pd T-20-2004-B Pedoman ini mengatur kaidah-kaidah perencanaan geometri bundaran pada persimpangan sebidang. Pedoman ini memuat berbagai parameter yang digunakan untuk merancang berbagai jenis bundaran pada persimpangan sebidang. Pedoman ini juga memuat ketentuan berbagai besaran geometri komponen bundaran, seperti diameter bundaran, radius atau jari-jari masuk, lebar jalur masuk dan lajur putaran, dimensi pulau pemisah, ketentuan pemarkaan dan perambutan, fasilitas pejalan kaki dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk penempatan halte dan drainase. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Perencanaan bendung karet isi udara Pd. T-09-2004-A Pedoman ini berlaku untuk bendung karet isi udara dengan pengempisan secara otomatis, yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan atau menahan intrusi air laut di alur sungai. Isi pedoman mencakup kriteria perencanaan, perencanaan tata letak, perencanaan hidraulik, perencanaan stabilitas, dan perencanaan instalasi yang dikaitkan dengan kemudahan dalam operasi. SUMBER DAYA AIR Metode
Perencanaan beban gempa untuk jembatan Pd T-04-2004-B Pedoman ini digunakan untuk merencanakan struktur jembatan tahan gempa sehingga JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perencanaan hidraulik bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji Pd. T-01-2004-A Bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji sangat sesuai untuk diterapkan pada kasus yang memerlukan kapasitas pelimpah yang besar pada bentang yang relatif sempit/ terbatas, guna mengendalikan tinggi muka air udik, misalnya : pada kasus bendung untuk pembangkit listrik tenaga air. SUMBER DAYA AIR 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Perbaikan muara sungai dengan Jeti Pd. T-07-2004-A Pembuatan pedoman umum perbaikan muara sungai dengan jeti ini bertujuan untuk membantu para perencana, pelaksana dan pengambil keputusan dalam kaitannya dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. Dengan adanya buku pedoman ini, perbaikan muara sungai yang jumlahnya sangat banyak tersebut dapat dikerjakan dengan lancar dan terarah. Disamping itu, buku ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. Pedoman ini bersifat umum untuk menanggulangi proses penutupan muara sungai dan untuk stabilisasi muara sungai. Yang dimaksud muara sungai disini adalah muara sungai dengan daerah aliran sungai < 50 km2, atau sungai dengan lebar normal < 200 m. Pedoman ini akan ditindaklanjuti dengan tata cara desain. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Perbaikan kerusakan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan pasca kebakaran Pd T-13-2004-C Petunjuk teknis ini memberikan penjelasan cara perbaikan bangunan sederhana berbasis dinding pasangan yang mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat akibat peristiwa gempa atau mengalami kerusakan sejenis akibat peristiwa selain gempa. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Perancangan komponen arsitektural, mekanikal dan elektrikal terhadap beban gempa Pd T-12-2004-C Pedoman ini meliputi persyaratan pada perancangan komponen arsitektural, mekanikal, dan elektrikal dengan batasan sebagai berikut : PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Perancangan jembatan semiintegral tipe balok betonpracetak prategang 13/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan prosedur perancangan jembatan semiintegral balok beton JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perancangan dan pelaksanaan lapis permukaanmikro (micro-surfacing) 17/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tata cara perancangan dan pelaksanaan lapis permukaan mikro JALAN DAN JEMBATAN Metode
Perambuan sementara untuk pekerjaan jalan Pd T-12-2003 Pedoman teknis perencanaan perambuan sementara bagi pekerjaan jalan, jembatan dan fasilitas prasarana perkotaan merupakan acuan atau tata cara untuk penempatan rambu sementara meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis, dan tata cara perencanaan bagi pihak yang terkait dengan pekerjaan jalan. Pekerjaan jalan tersebut mengambil sebagian atau seluruh dari DAMIJA yang diperkirakan bisa menggangu arus lalu lintas dan keselamatan keselamatan pemakai jalan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Metode
Peramalan debit aliran sungai Pd. T-06-2004-A Pedoman ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur dan melaksanakan peramalan debit aliran sungai, selain dari debit banjir. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan airVolume 1. Penyusunan program penyelidikan, metode pengeboran dan deskripsi log bor Pd T-03.1-2005-A Pedoman ini menetapkan penyusunan program penyelidikan, metode pengeboran dan deskripsi log bor, untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 3. Interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik Pd T-03.3-2005-A Pedoman ini menetapkan interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air, dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip : interpretasi hasil uji tanah, interpretasi hasil uji batuan teknik, penyusunan laporan hasil penyelidikan geoteknik, pertimbangan penyusunan kontrak penyelidikan. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air Volume 2. Pengujian lapangan dan laboratorium Pd T-03.2-2005-A Pedoman ini menetapkan pengujian lapangan dan laboratorium, yang diperlukan dalam penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pedoman ini menguraikan prinsip-prinsip pengujian lapangan dan laboratorium Pengujian lapangan (insitu testing), penyelidikan air tanah, pengujian laboratorium tanah dan jaminan mutu, pengujian laboratorium batuan dan jaminan mutu. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan Permen PU No.05/PRT/M/2008 Ketentuan prosedur perencanaan RTH adalah sebagai berikut: PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 6. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi Pd T-10-2005-C Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pada tahap persiapan, perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan pengembangan PAM BM. Hasilnya dilaporkan pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 5. Pembangunan prasarana dan sarana Pd T-09-2005-C Pedoman ini ini meliputi tata cara pemilihan jenis, perencanaan, pelaksanaan fisik dan pengoperasian serta pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan air minum berbasis masyarakat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 4. Pembiayaan Pd T-08-2005-C Pedoman ini memuat tata cara pembiayaan dalam kegiatan meliputi biaya penyelenggaraan dan mobilisasi dana penyediaan air minum berbasis masyarakat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 3. Kelembagaan Pd T-07-2005-C Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku terkait, proses pembentukan organisasi/ kepengurusan dan perangkat pendukung yang diperlukan dalam organisasi penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM). PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 2. Pedoman penyelenggaraan Pd T-06-2005-C Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan berkelanjutan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM)Volume 1. Pedoman umum Pd T-05-2005-C Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam penyelenggaraan, kelembagaan, pembiayaan, pembangunan prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penutupan ulang sambungan dan penutupan retakpada perkerasan kaku 16/SE/M/2015 Pedoman ini menjelaskan tentang bahan dan prosedur untuk pekerjaan penutupan ulang JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penstabilan dan pengembalian elevasi pelat beton dengan cara grouting pada perkerasan kaku 27/SE/M/2015 Pedoman ini menjelaskan tentang ketentuan bahan dan perancangan, pelaksanaan dan pengendalian mutu pada pekerjaan penstabilan pelat dan pengembalian elevasi pelat yang turun. Disamping itu, pada pedoman ini dijelaskan juga informasi tentang keterbatasan dan UMUM Tata Cara
Penilaian kondisi jembatan untuk bangunan bawah dengan cara uji getar Pt T-06-2002 B Metode penilaian dengan prediksi getaran merupakan penilaian jembatan secara matematis yang berdasarkan parameter dinamis eksperimental. Pengujian getaran menggunakan beban tumbuk tidak merusak atau dengan beban lalu lintas pada bangunan atas jembatan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penilaian kondisi jembatan untuk bangunan atas dengan cara uji getar Pt T-05-2002 B Metode penilaian dengan prediksi getaran merupakan penilaian jembatan secara matematis yang berdasarkan parameter dinamis eksperimental. Pengujian getaran menggunakan beban tumbuk tidak merusak atau dengan beban lalu lintas pada bangunan atas jembatan. Getaran bebas dari bangunan atas jembatan direkam oleh pencatata getaran yang dapat menghasilkan beberapa parameter dinamis berupa frekuensi alami aktual, redaman serta moda perubahan bentuk JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penilaian kesesuaian vertical rencana tata ruang Pd T-10-2004-C Pedoman ini menetapkan tujuan, proses, substansi, pelaku, keluaran, dan konsekwensi dari penilaian kesesuaian vertical penataan ruang. Penilaian kesesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian penataan ruang guna tercapainya pembangunan yang mensejahterakan masyarakat dan berkelanjutan melalui upaya koordinasi, penyesuaian, pengendalian proses dan dampak dari pembangunan. Penilaian kesesuaian penataan ruang dilakukan oleh seluruh stakeholder pembangunan dan difasilitasi oleh pemerintah melalui Dinas Instansi terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Keluaran dari kegiatan penilaian kesesuaian adalah rekomendasi substansi penyesuaian dan kesepakatan langkah penyesuaian serta penetapan instansi yang bertanggung jawab atas konsekwensi dari penyesuaian yang harus dilakukan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Penilaian kerusakan pantai dan prioritas penanggulangannya 08/SE/M/2010 Pedoman ini menetapkan tentang : SUMBER DAYA AIR Metode
Pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan papan duga Pd. T-26-2004-A Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan dan panduan untuk melaksanakan pengukuran pasang surut secara visual dengan papan duga. SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Pengukuran dan pemetaan teritris sungai Pd. T-10-2004-A Pedoman ini berisi ketentuan dasar yang memberikan arah mengenai bagaimana melakukan Pengukuran dan pemetaan teritris sungai, mulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan data dan penyajian hasil. Disini diberikan pula rincian dari hasil suatu kegiatan Pengukuran dan pemetaan teritris sungai. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Penguatan masyarakat petani pemakai air dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Pd T-06-2005-A Pedoman ini menetapkan tata cara pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi pada suatu daerah irigasi dalam hal ini, perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta. Pedoman ini berlaku khusus untuk irigasi tanaman pangan atau pertanian bukan rawa dan tambak. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrik multiguna Pd. T-21-2004-A Pedoman Pengoperasian waduk kaskade pola listrik-listrik-multiguna meliputi : SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil no. 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter Pd T-02-2004-C Pedoman teknis ini memuat pengertian, persyaratan umum, pengoperasian, dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan tangki biofilter. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pengisian kekosongan data hujan dengan metode korelasi distandardisasi non linear bertingkat Pd. T-22-2004-A Pedoman pengisian data hujan dengan metode ini mencakup hubungan korelasi dan regresi antar seri data pengisi dan yang diisi. Penerapan pedoman ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain jumlah stasiun minimal 3 buah. SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil no. 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Penggunaan tailing untuk lapisan pondasi dan lapisan pondasi bawah Pd T-14-2004-B Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan penggunaan tailing untuk lapis pondasi dan lapis pondasi bawah sistem perkerasan jalan. Penggunaan tailing yang diatur dalam pedoman ini adalah sebagai bahan tambah untuk memperbaiki gradasi agregat atau sebagai bahan pengganti dari material yang diperlukan. UMUM 360/KPTS/M/2004 Metode
Penggunaan agregat slag besi dan baja untuk campuran beraspal panas Pd T-04-2005-B Pedoman ini mengatur tata cara penggunaan agregat slag besi dan baja pada proses pembuatan campuran beraspal panas yang meliputi persyaratan agregat slag besi dan baja, persyaratan bahan lainnya, perencanaan campuran dan pelaksanaan campuran. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Pengawetan kayu pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pasak dan pentil injeksi. Pd T-06-2004-C Standar ini meliputi tata cara untuk pengawetan kayu balok dengan ukuran tebal > 5 cm dan lebar > 10 cm dari serangan organisme perusak pada bangunan yang sudah berdiri dengan menggunakan pestisida, yang mencakup definisi, ketentuan-ketentuan dan cara pengawetan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pengawasan dan penyimpanan serta pemanfaatan data Pd. T-19-2004-A a.      Pedoman ini merupakan panduan untuk pengawasan, penyimpanan dan pemanfaatan data kualitas air dalam rangka pemantauan kualitas air agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan; UMUM 360/KPTS/M/2004 Spesifikasi
Pengamanan bangunan sabo dari gerusan lokal Pd. T-17-2004-A Pedoman ini membahas tentang persyaratan, ketentuan dan prosedur perencanaan teknis pengamanan bangunan sabo terhadap kerusakan yang terjadi akibat dari proses interaksi degradasi dan gerusan lokal. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Pd T-20-2005-B Pedoman ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara pengadaan tanah dalam penyiapan ruang milik jalan (RUMIJA) untuk pembangunan jalan umum maupun jalan tol. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penerapan sistem penghijauan dilingkungan permukiman Pt T-12-2002-C Petunjuk teknis menguraikan istilah dan definisi, persyaratan teknis dan penerapan sistem penghijauan dengan tanaman jenis pohon, perdu dan rumput di kawasan permukiman. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Penerapan pengelolaan air limbah secara komunal pada kawasan penghijauan Pt T-17-2002-C Petunjuk teknis ini mencakup mekanisme pelaksanaan pengelolaan air limbah rumah tangga secara komunal pada kawasan permukiman dengan jumlah pelayanan 4 KK hingga 100 KK. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Penerapan drainase berwawasan lingkungan di kawasan permukiman Pt T-15-2002-C Pedoman teknis ini memuat pengertian, persyaratan umum dan teknis mengenai lokasi penempatan Sumur Resapan Air Hujan, Saluran Air Hujan dan retensi pada lapangan terbuka atau pada lapangan parkir di daerah permukiman atau perkantoran menggunakan paving block atau grass block. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan Pd T-18-2004-B Pedoman ini mencakup tata cara penentuan klasifikasi fungsi jalan di kawasan perkotaan, yang terdiri atas sistem jaringan primer dan sekunder, termasuk sistem jaringan jalan, ciri-ciri dan kriteria untuk fungsi ruas jalan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
PENENTUAN KELAS KINERJA ASPAL NOMOR : 37/SE/M/2015 Pedoman ini mencakup penentuan kelas kinerja aspal berdasarkan temperatur perkerasan maksimum yang dilakukan melalui pengukuran di lapangan dan melalui estimasi dengan menggunakan rumus. Pedoman ini mencakup juga tata cara dan ketentuan untuk pengukuran temperatur perkerasan di lapangan. UMUM NOMOR : 37/SE/M/2015 Metode
Pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tahan gempa berbasis pasangan Pd T-14-2004-C Petunjuk teknis ini berisi pendetailan konstruksi rumah tinggal sederhana tidak bertingkat tahan gempa dengan pemikul beton bertulang atau pasangan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Penataan ruang kawasan reklamasi pantai Permen PU No. 40/PRT/M/2007 Pedoman ini mencakup ketentuan tentang persyaratan, perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, peran masyarakat, dan tata cara pelaksanaan penataan ruang di kawasan reklamasi pantai. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Penanggulangan korosi tiang pancang pipa baja jembatan dengan proteksi katodik anoda karbon Pd T-01-2004-B Pedoman ini menjelaskan hal-hal mengenai penanggulangan korosi tiang pancang pipa baja (TPPB) jembatan dengan proteksi katodik anoda korban, terutama yang berkaitan dengan prinsip-prinsip umum tentang korosi TPPB, proteksi katiodik, metode anoda korban, bahan anoda dan parameter yang digunakan untuk perencanaan proteksi katodik anoda korban. Penanggulangan korosi dengan proteksi katodik anoda korban dapat diterapkan juga untuk tiang pancang baja yang bukan pipa pada jembatan atau bangunan lain seperti dermaga JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penanggulangan erosi permukaan lereng jalan dengan tanaman Pt T-04-2002-B Pedoman ini menentukan metode penanggulangan erosi permukaan lereng jalan dengan tanaman yang mencakup persyaratan tentang lereng jalan, tanaman, perencanaan pelaksanaan penanganan dan pemeliharaan. Pedoman ini juga mencakup pembuatan teras bila menggunakan tanaman penutup tanah sedang dan tanaman penutup tanah tinggi. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan Pd T-10-2005-B Pedoman ini merupakan tata cara penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan. Pedoman meliputi penjelasan mengenai ciri-ciri kerusakan jalan di atas tanah ekspansif, identifikasi tanah ekspansif, desain konstruksi jalan di atas tanah ekspansif serta teknik penanganan dengan metode penggantian material, manajemen air, stabilisasi, membran, geomembran dan pembebanan. Pedoman ini memberikan informasi dan petunjuk dalam merencanakan desain konstruksi, tetapi bukan merupakan petunjuk yang mendalam untuk desain detail. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Penanganan tanah ekspansif dengan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal Pd T-11-2004-B Pedoman ini memberikan panduan untuk menerapkan geomembran sebagai suatu metode untuk mengontrol prilaku tanah ekspansif pada konstruksi jalan. Pedoman ini membahas mengenai spesifikasi material dan metode instalasi yang diperlukan dalam penerapan geomembran sebagai penghalang kelembaban vertikal (vertical moisture barrier). Pada lampiran, pedoman ini menguraikan secara ringkas mengenai prilaku dan cara mengidentifikasi tanah ekspansif. UMUM 360/KPTS/M/2004 Metode
Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas Pd T-09-2004-B Penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas ini menguraikan metode penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yang terbagi kedalam empat tahapan penyelidikan, yaitu tahap identifikasi lokasi rawan kecelakaan, tahap analisis data, tahap pemilihan teknik penanganan serta tahap monitoring dan evaluasi. Pedoman ini disusun terdiri atas Ruang Lingkup, Acuan Normatif, Definisi dan istilah, Ketentuan umum, Ketentuan teknis, dan Prosedur Penanganan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan Pd T-08-2004-B Pedoman teknis penanganan kemacetan lalu lintas di jalan perkotaan merupakan acuan dan pegangan bagi perencana maupun instansi yang berwenang dalam pembinaan jalan dan lalu lintas untuk melakukan penanganan kemacetan lalu lintas pada skala lokal. Model-model penanganan yang dicakup dalam pedoman ini merupakan hasil optimalisasi geometrik jalan, lingkungan dan tuntutan lalu lintas yang ada yang dilakukan melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. Pedoman ini meliputi deskripsi, ketentuan umum, ketentuan teknis, dan cara perencanaan serta penanganan kemacetan jangka pendek sebelum melakukan penanganan dengan rekayasa yang lebih kompleks, seperti penggunaan simpang tak sebidang atau pengaturan sistem jaringan. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Penanganan air bersih dan plp di pesantren Pt T-18-2002-C Pedoman teknis ini mencakup kebutuhan air, timbulan sampah, penentuan teknologi di Pondok Pesantren yang meliputi : air bersih, persampahan, drainase, air limbah, dan MCK. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Penambalan dangkal perkerasan beton bersambung tanpa tulangan 29/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tentang ketentuan perancangan, pemilihan bahan, pelaksanaan, JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemilihan alat pemancang tiang fondasi jembatan 31-SE-M-2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur pemilihan alat pemancang tiang fondasi JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemeriksaan konstruksi bangunan beton bertulang pasca kebakaran Pd T-08-2004-C Pedoman teknis ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan bangunan pasca kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerusakan struktur dengan melakukan serangkaian pemeriksaan baik secara visual, pengujian elemen struktur dan uji pembebanan, sehingga diperoleh gambaran kondisi fisik bangunan dan keandalan struktur berdasarkan sisa kekuatan yang ada. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung Pd T-11-2005-C Pedoman ini mencakup langkah-langkah pemeriksaan keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keandalan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kelengkapan upaya pencegahan kebakaran yang bersifat aktif, pasif, sehingga diperoleh informasi tingkat keandalan dari bangunan tersebut. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Pemeriksaan inventarisasi jembatan Pd T-21-2005-B Pedoman ini mencakup tata cara pelaksanaan pemeriksaan inventarisasi jembatan, yang digunakan untuk memperoleh data administratif dan data teknis, pada jembatan-jembatan yang belum pernah didata dalam pemutahiran data, dan merupakan bagian dari data kondisi jembatan secara umum. JALAN DAN JEMBATAN Tata Cara
Pemeriksaan awal kerusakan bangunan beton bertulang akibat gempa Pd T-11-2004-C Petunjuk teknis ini digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi kerusakan bangunan beton bertulang atau bangunan dinding pemikul yang mengalami kerusakan akibat gempa. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pemerikasaan peralatan unit produksi campuran berasphal (asphalt mixing plant) Pd T-03-2005-B Pedoman pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan peralatan unit produksi campuran beraspal jenis timbangan, jenis menerus, jenis drum, dan tata cara kalibrasi bukaan bin dingin. Pedoman ini sebagai acuan dan pegangan bagi pelaksana, pengawas lapangan dan pihak lain yang berkepentingan dalam pelaksanaan campuran beraspal panas agar pengguna dapat mengetahui kondisi peralatan. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Pemeliharaan bangunan persungaian Pd. T-11-2004-A Pedoman ini terdiri dari pokok bahasan yang mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan, perencanaan, program pelak-sanaan, dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan baik fisik maupun non-fisik yang terdiri dari : SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pemeliharaan bangunan gedung Pd T-09-2004-C Tata cara disusun sebagai acuan bagi para pelaksana pemeliharaan bangunan gedung selama gedung dioperasikan, yang memuat cara dan persyaratan teknis yang dibutuhkan untuk memelihara komponen dan utilitas bangunan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pembuatan peta bahaya akibat aliran debris Pd. T-18-2004-A Pedoman ini menguraikan persyaratan, ketentuan-ketentuan dan pengerjaan pembuatan peta bahaya akibat longsoran tebing sungai dan limpasan aliran debris serta berlaku untuk pembuatan peta bahaya akibat aliran debris untuk daerah vulkanik dan non-vulkanik yang rawan terhadap aliran debris. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pembuatan bendung bronjong dengan sekat semi kedap air pada irigasi desa Pd. T-04-2004-A Pedoman ini merupakan acuan dalam pembuatan bendung beronjong dengan sekat semikedap air pada irigasi desa. SUMBER DAYA AIR Metode
Pemberlakuan pedoman perencanaan stabilisasi tanah dengan bahan serbuk pengikat untuk konstruksi jalan 11/SE/M/2010 Pedoman ini berisi prinsip prinsip yang perlu diperhatikan dalam menerapkan perencanaan stabilisasi ta nah dengan bahan serbuk pengikat untuk konstruksi jalan. UMUM Metode
Pemberlakuan Pedoman Perencanaan dan Pelaksanaan Konstruksi Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki Surat Edaran Menteri PUNo. 02/SE/M/2010 Pedoman ini meliputi perencanaan dan pelaksanaan termasuk pemeliharaan bangunan atas, bangunan bawah dan fondasi jembatan gantung untuk lalu lintas pejalan kaki dengan bentang utama maksimum 120 m JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemberlakuan Pedoman Penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan Surat Edaran Menteri PUNo. 10/SE/M/2010 Tata cara ini meliputi penyambungan tiang pancang beton pracetak dengan epoksi atau las untuk fondasi jembatan, persyaratan struktur sambungan, dan cara penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemberlakuan pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (Asphalt Finisher) SENo. 07/SE/M/2009 Pedoman pemeriksaan peralatan penghampar campuran beraspal (asphalt finisher) ini menguraikan tentang tata cara pemeriksaan alat penghampar mekanis campuran beraspal JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Stabilisasi Bahan Jalan Langsung di Tempat Dengan Bahan Serbuk Pengikat Surat Edaran Nomor. 01/SE/M/2010 Pedoman ini meliputi ketentuan umum ( bahan, peralatan, personil, termasuk ketentuan pengamanan dan keselamatan kerja). ketentuan khusus (persyaratan lapis terstabilisasi yang harus dicapai), cara atau prosedur pelaksanaan stabilisasi dilapangan dan prosedur pengendalian mutu JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemberlakuan Pedoman Cara uji California Bearing Ratio dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) 04/SE/M/2010 Pedoman ini menetapkan cara uji kekuatan atau daya dukung (CBR) di lapangan secara cepat dengan menggunakan alat penetrometer konus dinamis (Dynamic Cone Penetrometer, DCP). Peralatan dan prosedur yang diuraikan dibatasi untuk pengujian tanah dasar dan atau lapis fondasi jalan dengan ukuran butir maksimum 4 cm. UMUM Metode
Pemberian air pada lahan dengan Sistem Surjan Pd. T-03-2004-A Pedoman ini membahas prosedur tata cara atau teknik menata lahan dan mengatur pemberian air dengan sistem surjan pada sustu areal yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan lapangan serta operasi dan pemeliharaan. UMUM 360/KPTS/M/2004 Spesifikasi
Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro tipe mdccf di saluran irigasi. Pd. T-24-2004-A 1.         Panduan untuk merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan turbin tipe MdCCF seri 225-750, dan seri 300-750; SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pemasyarakatan produk teknologi air bersih dan PLP melalui UKM Pt T-02-2003-C Petunjuk teknis ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan umum, persyaratan teknis, volume satuan kerja untuk :1)      saluran air hujan pracetak;2)      sumur resapan air hujan; PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 171/KPTS/M/2003 Metode
Pemasangan baut jembatan 14/SE/M/2015 Pedoman ini menjelaskan metode pemasangan baut pada jembatan yang meliputi tahapan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar jalan tol Pd T-22-2005-B Pedoman pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol. Kawasan budidaya yang diatur meliputi pengaturan kawasan fungsional yaitu kawasan perumahan, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan industri serta kawasan pariwisata. Pemanfaatan ruang untuk kawasan budidaya disekitar jalan tol akan menjadi lebih tertata dan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap pelayanan jalan tol. Sedangkan kawasan lain yang memerlukan pengaturan seperti kawasan pendidikan, kawasan cagar budaya, kawasan militer, bandar udara dan sebagainya akan diatur dalam pedoman tersendiri. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pemanfaatan pompa Pt T-11-2002-C Pedoman teknis ini meliputi istilah dan definisi, pemilihan lokasi dan pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan pompa hidram sistem tunggal. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
Pelaksanaan perkerasan jalan beton semen Pd T-05-2004-B Pedoman ini menguraikan prosedur pelaksanaan perkerasan jalan beton semen, baik pada jalan baru maupun pada jalan lama (lapis tambah beton semen). Pedoman mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu lintas. UMUM 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pelaksanaan perkerasan beton bertulang serat (Pd 07-2017-B) Pd 07-2017-B Pelaksanaan perkerasan beton bertulang serat (Pd 07-2017-B) JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug untuk jembatan Pd T-13-2005-B Pedoman ini menetapkan proses pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug yang dimulai dari persiapan bahan dan peralatan, proses pencampuran, penghamparan dan pemadatan. Selain itu pedoman ini mengatur tata cara pengendalian dan pengujian mutu bahan maupun siar muai JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pelaksanaan pemasangan bantalan karet pada jembatan Pd T-06-2005-B Pedoman ini mengatur langkah-langkah dalam pemasangan bantalan karet agar tidak terjadi kerusakan akibat pemasangan yang salah selain itu pedoman ini memberikan petunjuk mengenai tata cara pemilihan bahan-bahan/produksi bantalan karet agar bantalan karet dapat berfungsi secara optimum. UMUM Tata Cara
Pelaksanaan pekerjaan beton untuk jalan dan jembatan Pd T-07-2005-B Pedoman ini merupakan acuan untuk pelaksanaan pekerjaan pembetonan jalan dan jembatan. Cakupan beton yang dimaksud dalam pedoman ini adalah beton yang dibuat dengan menggunakan semen portland yang mempunyai berat isi sekitar 22 kN/mm3 (2200 kg/m3) sampai dengan 24 kN/mm3 (2400 kg/m3) dan mempunyai kuat tekan (berdasarkan benda uji silinder) antara 10 MPa sampai dengan 65 MPa (setara dengan K-125 sampai dengan K-800 berdasarkan benda uji kubus). UMUM Tata Cara
Pelaksanaan material pilihan (selected material) menggunakan slag untuk konstruksi jalan Pd 14-2016-B Pedoman ini menetapkan tentang persyaratan, penghamparan, pemadatan dan pengendalian mutu pekerjaan material pilihan menggunakan blast furnace slag, basic oxygen furnace slag, electric arc furnace slag, induction furnace slag atau campuran dari beberapa jenis slag tersebut. pedoman ini hanya diperuntukan bagi pembangunan jalan-jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota tidak untuk pembangunan jalan-jalan pedesaan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pelaksanaan lapis fondasi dan fondasi bawah menggunakan slag pd 13-2016-B Pedoman ini menetapkan tentang ketentuan persyaratan umum, persiapan pelaksanaan kerja, penghamparan dan pemadatan dan pengendalian mutu pelaksanaan lapisan pondasi dan fondasi bawah menggunakan BlastnFurnace Slag, atau campuran dari beberapan jenis slag tersebut JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai 07/SE/M/2010 Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir. SUMBER DAYA AIR Metode
Pelaksanaan asbuton campuran panas hampar dingin (cold paving hot mix asbuton, CPHMA) 28/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan bahan atau campuran asbuton campuran panas JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman ”Perencanaan teknis tebal lapis jalan kerikil (Perkerasan berbutir tanpa penutup Surat Edaran Menteri PUNo. 04/SE/M/2013 Pedoman ini menetapkan langkah-langkah perencanaan teknis tebal lapis jalan kerikil (perkerasan berbutir tanpa penutup) yang digunakan untuk jalan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) maksimal 400 kendaraan perhari UMUM Tata Cara
Pedoman teknik pembangunan kincir air tipe pusair untuk irigasi desa Pd. T-05-2004-A Pedoman teknik membangun kincir air tipe PUSAIR untuk irigasi desa ini mencakup : merancang dan membangun kincir air tipe PUSAIR, bangunan kincir air digunakan untuk penyediaan air terutama air irigasi desa dan pedoman ini tidak mencakup tinjauan terhadap social dan biaya. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pedoman tata cara penentuan campuran beton normal dengan semen OPC, PPC dan PCC 07/SE/M/2016 1.1 Petunjuk teknis ini menguraikan tentang metode penentuan proporsi campuran beton normal menggunakan semen hidrolis yang dibuat dengan atau tanpa bahan-bahan sementisius atau bahan tambahan kimia lainnya. Beton ini terdiri dari agregat normal dengan sifat kemudahan pengerjaan (workability) yang sesuai untuk jenis pekerjaan konstruksi umumnya. Bahan pengikat hidrolis yang diacu dalam pedoman ini adalah Semen Portland (SNI 15-2049-2004), Semen Portland Pozolan (SNI 0302:2014), dan Semen Portland Komposit (SNI 7064:2014). UMUM Tata Cara
Pedoman tata cara pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng tanggul sungai bagian luar Permen PU No. 13/PRT/M/2008 Pedoman ini menetapkan tata cara pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng tanggul bagian luar khususnya tanggul yang terbuat dari tanah nonkohesif. SUMBER DAYA AIR Metode
Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Semen Tanah Sebagai Komponen Utama Bangunan Sabo 03-PRT-M-2011 Pedoman ini menetapkan cara pelaksanaan penggunaan semen tanah sebagai komponen utama bangunan Sabo. bangunan sabo semen tanah dibuat dengan mencampur material tanah dengan semen sebagai upaya stabilisasi dn perkuatan tanah SUMBER DAYA AIR Metode
Pedoman Survei pengukuran berat sumbu kendaraan dengan metode statis Pd 06-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur penimbangan berat sumbu kendaraan dengan metode statis yang meliputi kriteria lokasi penimbangan, kriteria peralatan dan personil serta prosedur keamanan, keselamatan dan prosedur keadaan darurat. Dalam pedoman ini tidak menyertakan metode penimbangan statis jembatan timbang JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman Survei Pengukuran Berat Sumbu Kendaraan dengan metode dinamis Pd 07-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur survei berat sumbu kendaraan dengan metode dinamis JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman Survei dan Pemetaan dalam pembangunan jalan Pd 10-2016-B a.         Pedoman survei dan pemetaan untuk pembangunan jalan pada tahapan prastudi kelayakan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman spesifikasi teknis campuran beraspal dengan asbuton 10-SE-M-2013 Pedoman spesifikasi teknis campuran beraspal dengan asbuton mencakup ketentuan atau persyaratan bahan dan campuran beraspal, baik untuk campuran beraspal panas yang menggunakan asbuton maupun untuk campuran beraspal hangat yang menggunakan asbuton JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN SPESIFIKASI TEKNIS BAHANPERKERASAN JALAN KERIKIL (PERKERASANBERBUTIR TANPA PENUTUP) 20/SE/M/2015 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan gradasi dan sifat bahan1.1 Spesifikasi ini dimaksudkan sebagai acuan untuk bahan yang akan digunakan padaperkerasan berbutir tanpa penutup. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN SPESIFIKASI MATERIAL RINGAN DENGAN MORTAR BUSA UNTUK KONSTRUKSI JALAN NOMOR : 46/SE/M/2015 Spesifikasi material ringan mortar busa sebagai bahan timbunan jalan atau fondasi jalan ini mencakup spesifikasi fisik dan mekanik material ringan yang merupakan campuran pasir, semen, air dan busa (foam) dengan komposisi tertentu. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman spesifikasi lapis penetrasi macadam asbuton (LPMA ASBUTON) 09-SE-M-2013 Pedoman spesifikasi lapis penetrasi macadam asbuton (LPMA-Asbuton) mencakup pembuatan lapisan penetrasi macadam yang menggunakan asbuton sebagai lapis permukaan dan lapis fondasi yang dihampar dan dipadatkan diatas lapis fondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan dan memenuhi garis ketinggian dan potongan memanjang serta potongan melintang JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman Sistem Pengambilan keputusan untuk pemilihan terowongan jalan atau galian lereng tinggi Pd 09-2016- B Pedoman ini menetapkan ketentuan tentang sistem pengambilan keputusan dalam menentukan pemilihan konstruksi terowongan jalan atau galian lereng tinggi pada jalan baru dengan topografi pegunungan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman restorasi penyaluran beban pada perkerasan kaku 05/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tentang ketentuan bahan dan rancangan, prosedur pelaksanaan, dan pengendalian mutu pada pekerjaan restorasi penyaluran beban pada perkerasan kaku yang juga meliputi informasi tentang dasar pemilihan perkerasan lama yang dapat ditangani melalui restorasi penyaluran beban, keterbatasan dan efektifitas restorasi penyaluran beban, dan permasalahan yang umum terjadi pada restorasi penyaluran beban. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman rancangan dan pelaksanaan penghamparan campuran dingin bahan daur ulang beraspal dengan bahan pengikat aspal busa 06-SE-M-2013 Pedoman ini menetapkan persyaratan ketentuan bahan peralatan laboratorium rancangan campuran dan cara penentuan kadar aspal busa (foamed bitumen) pada pekerjaan campuran dingin bahan daur ulang beraspal dengan aspal busa sebagai lapis fondasi, baik metode pelaksanaan pencampuran sentral (in plant) maupun ditempat (in place) JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERSYARATAN UMUMPERENCANAAN JEMBATAN 07-SE-M-2015 Pedoman ini menetapkan persyaratan umum perencanaan jembatan di Indonesia. Untuk JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERLINDUNGAN KOMPONEN BAJAJEMBATAN DENGAN CARA PENGECATAN 26/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tata cara perlindungan komponen baja jembatan dari serangan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman Perencanaan Timbunan Jalan Pendekat Jembatan Pd T-11-2003 JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERENCANAAN TEKNISJEMBATAN BERUJI KABEL 08/SE/M/2015 Pedoman perencanaan umum jembatan beruji kabel menetapkan ketentuan mengenai JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur 12-SE-M-2013 Pedoman ini meliputi ketentuan umum perencanaan, uraian deskripsi, ketentuan teknis perencanaan, metode perencanaan dan contoh-contoh perencanaan. Pedoman ini hanya berlaku untuk konstruksi perkerasan yang menggunakan material bergradasi lepas (granular material dan batu pecah) dan berpengikat. Pedoman ini digunakan untuk : JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERENCANAAN SAMBUNGAN SIARMUAI PADA LANTAI JEMBATAN 11/SE/M/2015 Pedoman ini menjelaskan tahapan desain sambungan siar muai yang dilaksanakan sebelum JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERENCANAAN PENGGALIAN DAN SISTEM PERKUATAN TEROWONGAN JALAN PADA MEDIA CAMPURAN TANAH-BATUAN 30/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur metode perencanaan penggalian dansistem perkuatan terowongan jalan pada media campuran tanah-batuan, yang meliputi metode penggalian dan sistem perkuatan terowongan yang terdiri dari beton semprot, baut UMUM Metode
Pedoman Perencanaan manajemen resiko pada kegiatan pembangunan terowongan Pd 08-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur perencanaan manajemen risiko pada kegiatan pembangunan terowongan jalan, yang meliputi penilaian risiko, pengendalian risiko serta komunikasi dan konsultasi JALAN DAN JEMBATAN 19-SE-M-2016 Metode
Pedoman perencanaan dan pelaksanaan la[pis penetrasi macadam asbuton (LPMA ASBUTON) 05-SE-M-2013 Lapis penetrasi macadam asbuton merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok, agregat pengunci dan agregat penutup khusus untuk lapis permukaan yang bergradasi seragam yang dihampar secara terpisah dan diberi ikatan awal dengan aspal cair/aspal emulsi dan diikat oleh Asbuton B 50/30 JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman perencanaan dan pelaksanaan gelagar baja komposit dengan sistem flens prategang untuk jembatan 08-SE-M-2013 Pedoman ini mencakup hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan gelagar baja komposit dengan sistem flens prategang. Struktur jembatan yang dimaksud pada pedoman ini adalah jembatan baru dan dibatasi hanya untuk struktur dengan bentang sampai 30m yang terletak diatas dua perletakan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Metode
Pedoman perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen (LFAS) Permen No.16/PRT/M/2007 Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen untuk lapis fondasi dan lapis fondasi bawah sistem perkerasan jalan beraspal. Dalam pembuatan rancangan campuran lapis fondasi agregat semen menggunakan bahan agregat kelas A atau agregat kelas B untuk lapis fondasi atau agregat kelas C untuk lapis fondasi bawah. UMUM Tata Cara
Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Simpang Bersinyal di Kawasan Perkotaan Surat Edaran Nomor 52/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur tentang tata cara perancangan RHK, yang meliputi syarat geometrik, syarat kondisi lalu lintas, dan perancangan teknis RHK. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Pedoman perancangan pelaksanaan perkerasan jalan telford 04/SE/M/2016 JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman perancangan jembatan integral penuh tipe gelagar beton bertulang 02/SE/M/2016 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur perancangan jembatan integral penuh gelagar beton bertulang. Penampang gelagar menggunakan gelagar beton yang dicor secara monolit dengan kepala jembatan. Jembatan ini tidak menggunakan sistem perletakan dan siar muai Panjang bentang efisien antara 10 m sampai dengan 20 m. Perhitungan beban mengacu kepada RSNI3 1725 : 201X. Syarat-syarat tentang Spesifikasi Teknis dijelaskan dalam contoh perancangan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN DRAINASE JEMBATAN 23/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan umum dan ketentuan teknis perancangan drainase JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN DAN PELAKSANAANLAPIS PENUTUP DENGAN BUBUR ASPALEMULSI (EMULSIFIED ASPHALT SLURRY SEAL) 18/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tata cara perancangan dan pelaksanaan lapis penutup dengan JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENANGANAN KERUNTUHAN JATUHAN BATUAN DENGAN METODE JARING TIRAI Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur perancangan serta pelaksanaan jaring batuan berupa jaring tirai (drapery system) yang meliputi jaring kawat (wire net) dan jaring seling (cable net) termasuk angkur yang dipasang di bagian atas untuk penanganan keruntuhan jatuhan batuan. Perancangan jaring tirai pada pedoman ini hanya berlaku pada kondisi dengan ukuran blok batuan yang akan disangga memiliki diameter maksimum 1,5 m dan volume material jatuhan batuan yang terjadi secara berulang-ulang maksimum 5 m3. Jika ukuran dan volume material jatuhan batuan melebihi batasan tersebut, maka jaring kawat akan berpotensi tidak stabil dan diperlukan metode penanganan lainnya. Perancangan, pelaksanaan, dan pemeliharaan jaring batuan dengan jaring angkur (anchored mesh/net) dan jaring bahan geogrid tidak dijelaskan dalam pedoman ini. UMUM Metode
PEDOMAN PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN OTTA SEAL NOMOR : 38/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan bahan pembentuk Otta Seal, yaitu aspal dan agregat, dan metode perancangan di laboratorium serta metode pelaksanaan di lapangan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN LABURAN ASPAL (BURAS) SURAT EDARAN LABURAN ASPAL Pedoman ini menetapkan ketentuan bahan, prosedur perancangan dan pelaksanaan laburan aspal (buras) terutama untuk pemeliharaan permukaan perkerasan beraspal, baik di pemeliharaan rutin maupun berkala. JALAN DAN JEMBATAN NOMOR : 33/SE/M/2015 Metode
PEDOMAN PERANCANGAN CAMPURAN MATERIAL RINGAN DENGAN MORTAR BUSA UNTUK KONSTRUKSI JALAN SURAT EDARANNOMOR : 44/SE/M/2015 Pedoman ini, menetapkan prosedur perancangan campuran material ringan mortar-busa untuk konstruksi timbunan jalan di atas tanah lunak. Semua campuran dirancang menggunakan prosedur khusus, yang terkendali melalui pengendalian mutu, sehingga dapat memenuhi persyaratan serta sesuai dengan rencana. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN BANTALANELASTOMER UNTUK PERLETAKANJEMBATAN 10/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan-ketentuan tentang perancangan bantalan elastomer untuk JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERANCANGAN BANGUNAN PEREDAM BISING DENGAN BAHAN TRANSPARAN NOMOR : 47/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tata cara perancangan bangunan peredam bising dengan bahan transparan yang berfungsi untuk meredam kebisingan akibat lalu lintas kendaraan. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pedoman ini meliputi karakteristik bahan, dimensi dan bentuk, cara penempatan serta nilai reduksi kebisingannya. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana lapangan dalam upaya menanggulangi kebisingan yang terjadi di kawasan perkotaan. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Pedoman peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi SE No. 08/SE/M/2009 Pedoman ini mentepakan tata cara penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi melalui pendampingan kepada P3A pada suatu daerah irigasi. Pada dasrnya pelaksanaan TTG ini sepenuhnya dilaksanakan oleh petani pemakai air yang tergabung dalam P3A dan dibimbing oleh pendamping yang mempunyai kemampuan bidang teknis dan kelembagaan pengelolaan irigasi SUMBER DAYA AIR Tata Cara
Pedoman peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan 01-PRT-M-2012 Jalan merupakan kekayaan atau aset yang sangat besar yang secara tradisional dikelola dan dibiayai oleh pemerintah sebagai layaknya prasarana pelayanan publik lainnya, dengan pelaksanaan pemeliharaan yang relatif kurang memadai. Pelaksanaan pemeliharaan jalan tersebut sebagai salah satu akibat dari rendahnya alokasi dana untuk pemeliharaan akan menyebabkan kerugian baik pemerintah maupun masyarakat hal ini akan terjadi penurunan kualitas kondisi jalan yang berdampak pada penurunan nilai kekayaan atau aset jalan. JALAN DAN JEMBATAN 01-PRT-M-2012 Metode
Pedoman peran masyarakat dalam pengaman pantai 15-SE-M-2011 Pedoman ini menetapkan tata cara pengamanan pantai melalui pendampingan masyarakat. Pada dasarnya pengaman pantai dilaksanakan oleh pemerintah sebagai fasilitator bekerjasama dengan masyarakat melalui kegiatan pendampingan. SUMBER DAYA AIR 15-SE-M-2011 Metode
Pedoman penyiapan pengelolaan dan penghuni rumah susun sewa 07-SE-M-2013 1.         Untuk penyiapan pengelola pedoman ini merupakan acuan dalam prosedur penyiapan pengelola pada tahap pra pengangkatan atau pra penetapan sebagai personil pengelola, sedangkan pembinaan lanjutan terhadap pengelola diperuntukan bagi pengelola yang telah diangkat atau ditetapkan dan telah melaksanakan tugasnya dan PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Pedoman penjahitan melintang pada pemeliharaan perkerasan kaku 06/SE/M/2016 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur, rancangan, pelaksanaan, dan pengendalian mutu pada pekerjaan penjahitan melintang pada pemeliharaan (retak dan sambungan memanjang) perkerasan kaku. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PENGUKURAN KETEBALAN SELIMUT BETON DENGAN COVERMETER ELEKTROMAGNETIK 21/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan mengenai penggunaan dan prinsip – prinsip dasar alat JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman pengoperasian waduk tunggal Pd. T-25-2004-A Pedoman ini adalah untuk memudahkan perencana/ pelaksana pengoperasian dalam menyusun pola operasi serta pedoman pengoperasian suatu waduk. SUMBER DAYA AIR Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Pedoman penggunaan piber semen untuk bangunan Pt T-09-2000-C Pedoman ini mencakup cara penyimpanan, pemotongan dan pemasangan fiber semen. UMUM Metode
Pedoman penggunaan batu bara untuk pemanas agregat pada unit produksi campuran beraspal (AMP) Surat Edaran Pedoman ini menetapkan cara pemeriksaan batu bara untuk memenuhi persyaratan karakteristik batu bara yang dapat digunakan pada alat pemanas agregat dan kelaikan operasi peralatan yang memproses batu bara menjadi energi panas secara langsung (direct process) atau tidak langsung (indirect process/gasification) pada unit produksi campuran beraspal (Asphalt Mixing Plant, AMP) berbakar bahan batu bara UMUM 10-SE-M-2011 Metode
PEDOMAN PENGGUNAAN BAHAN TAMBAH KIMIA 22/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan cara penggunaan bahan tambah kimia untuk beton yang diatur spesifikasinya di dalam SNI 2495:1991, meliputi tujuan penggunaan, dosis penggunaan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman pengelolaan lingkungan kerja di lokasi Asphalt Mixing Plant(AMP) Pd 05-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan mengenai pengelolaan lingkungan kerja di lokasi AMP meliputi lingkungan kantor, lingkungan laboratorium, dan lingkungan produksi AMP JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman pengaman pantai Permen PU (1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Sungai dalam melaksanakan kegiatan pengamanan SUMBER DAYA AIR No 09/PRT/M/2010 Metode
Pedoman penerapan teknologi tepat guna bidang pekerjaan umum Pd.T-07-2005-A Pedoman ini merupakan tata cara penerapan teknologi tepat guna bidang pekerjaan umum agar diterapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat melalui proses pendampingan. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
PEDOMAN PENENTUAN SPEKTRUM RESPONS DESAIN DI PERMUKAAN TANAH UNTUK JEMBATAN NOMOR : 43/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan prosedur penentuan spektrum respons desain di permukaan tanah untuk jembatan konvensional. Cakupan bahasan dalam pedoman ini meliputi penentuan spektrum respons berdasarkan prosedur umum dan prosedur spesifik-situs, penentuan klasifikasi situs, dan perhitungan spektrum respons di permukaan. Pengaruh likuifaksi dan pendekatan deterministik untuk analisis spesifik-situs tidak dibahas pada pedoman ini. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman penentuan indeks kondisi perkerasan (IKP) Pd 01-2016-B Pedoman ini menetapkan penentuan indeks kondisi perkerasan (IKP) ruas jalan yang terdiri atas perkerasan beton aspal dan perkerasan kaku melalui survei visual yang pelaksanaanya dengan pengamatan visual langsung di lapangan. Disamping itu, pada pedoman ini diuraikan juga tentang prosedur survei kondisi perkerasan di lapangan UMUM 19/SE/M/2016 Metode
Pedoman penentuan Bridge Load Rating untuk jembatan existing 04-SE-M-2016 Pedoman ini menetapkan ketentuan bahan dan prosedur perancangan serta pelaksanaan perkerasan jalan Telford, yaitu batu pokok, batu tepi dan agregat pengunci dan pasir uruk. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PENENTUAN BEBAN IMPAKBANGUNAN PELINDUNG PILAR JEMBATAN 12/SE/M/2015 Pedoman penentuan beban impak bangunan pelindung pilar jembatan menetapkan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman penempatan utilitas pada daerah milik jalan Pd T-13-2004-B Pedoman ini mengatur penempatan utilitas pada daerah milik jalan (DAMIJA) dan jembatan, yang untuk utilitas yang sejajar jalan dan melintang jalan baik bawah maupun di atas tanah. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Pedoman penanaman rumput vetiver untuk pengendalian erosi permukaan dan pencegah longsor dangkal pada lereng jalan No. 01-SE-M-2012 Pedoman ini menguraikan tentang penanaman rumput vetiver untuk pengendalian erosi permukaan dan pencegahan longsoran dangkal pada lereng jalan yang mencakup persyaratan: lereng jalan, tanah, tanaman dan cara penanaman serta pemeliharaan, dapat juga untuk lereng selain lereng jalan JALAN DAN JEMBATAN -
Pedoman penambalan penuh perkerasan beton bersambung tanpa tulangan Pd 04-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan bahan dan prosedur penambalan penuh perkerasan beton bersambung tanpa tulangan yang meliputi pembongkaran, penggantian dan pengendalian mutu UMUM Tata Cara
Pedoman pemetaan sosial, ekonomi, dan lingkungan bidang pekerjaan umum Permen PU No. 5/PRT/M/2013 Pedoman ini menetapkan tata cara memetakan kondisi dan potensi sosial, ekonomi dan lingkungan di suatu wilayah untuk menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan dalam setiap tahapan pembangunan bidang pekerjaan umum. Pedoman ini meliputi metode-metode, teknik-teknik, dan tahapan-tahapan (prosedur) yang digunakan mulai dari kegiatan mengumpulkan mengolah memformulasi serta menyajikan data dan informasi. Ruang Lingkup pemetaan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan dibagi menjadi pemetaan regional dan pemetaan lokal/spesifik UMUM Metode
Pedoman pemeliharaan jalan kerikil Pd 02-2016-B Pedoman ini menetapkan ketentuan tingkat kepentingan penanganan dan jenis pemeliharaan permukaan jalan kerikil serta bangunan pelengkap dan pelengkapan jalan. UMUM 19/SE/M/2016 Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN TIMBUNAN MATERIAL RINGAN MORTAR-BUSA UNTUK KONSTRUKSI JALAN NOMOR : 41/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan yang meliputi bahan, penyimpanan dan perlindungan bahan, peralatan, ketebalan dan kerataan, persiapan pengamanan dan keselamatan kerja, pengendalian mutu serta prosedur pelaksanaan pekerjaan timbunan jalan dengan material ringan mortar-busa. UMUM Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN STRUKTURJEMBATAN BERUJI KABEL 09/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN PERKERASANBETON SEMEN PRACETAK-PRATEGANG 15/SE/M/2015 Pelaksanaan perkerasan beton semen JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN PENGABUTAN (FOGSEAL) UNTUK PEMELIHARAAN PERKERASANBERASPAL 19/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan prosedur pelaksanaan pemeliharaan perkerasan beraspal dengan JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN PERKERASAN BERASPAL DENGAN TEKNIK PENAMBALAN SURAT EDARAN Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur pelaksanaan pemeliharaan perkerasan beraspal dengan teknik penambalan, meliputi teknik penambalan, bahan, peralatan, kondisi cuaca, dan pelaksanaan penambalan untuk kerusakan setempat. UMUM NOMOR : 40/SE/M/2015 Metode
Pedoman Pelaksanaan lapis campuran beraspal panas PERMEN Nomor28/PRT/M/2007 Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan LASBUTAG agar diperoleh penggunaan bahan dan waktu yang efisien serta memenuhi mutu yang ditentukan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman pelaksanaan lapis asbuton butur (butur seal) 11-SE-M-2013 Pedoman pelaksanaan lapis tipis asbuton butur (butur seal) mengatur kaidah pelaksanaan lapis tipis asbuton butur yang mencakup penyediaan asbuton B 50/30 yang dihampar dan dipadatkan diatas lapis fondasi agregat (base) atau perkerasan jalan lama (eksisting) yaitu sebagai lapis permukaan JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman pelaksanaan daur ulang perkerasan jalan dengan semen di campur di tempat (inplace) Surat Edaran Menteri PUNo. 11/SE/M/2011 Pedoman ini menetapkan cara pelaksanaan daur ulang perkerasan jalan campuran dingin dengan bahan tambah semen sebagai lapis fondasi (base course) dan lapis pondasi bawah (sub base course) JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan reklamasi rawa pasang surut Permen PU No.05/PRT/M/2010 (1) Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pengelola jaringan reklamasi rawa SUMBER DAYA AIR Metode
Pedoman operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara Pd T-05-2005-A Pedoman ini menetapkan tata cara operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara (khusus tabung karet) dengan pengempisan secara otomatis, yang berfungsi untuk melayani bangunan pengambilan air dan menahan intrusi air laut yang di bangun pada alur sungai. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Tata Cara
PEDOMAN METODE UJI PENGUKURANKEDALAMAN KARBONASI BETON KERAS 25/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan cara mengukur kedalaman karbonasi beton keras yang praktis dantidak merusak struktur beton. UMUM Tata Cara
Pedoman metode uji lendutan menggunakan Light Weight Deflectometer (LWD) Pd 03-2016-B Metoda uji ini meliputi pengukuran lendutan pada permukaan perkerasan dan juga pada perkerasan tanpa penutup menggunakan alat Light Weight Deflectometer (LWD). UMUM 19/SE/M/2016 Metode
Pedoman Manajemen Konservasi SDA Partisipatif di wilayah sungai 02-SE-M-2012 Pedoman manajemen konservasi sumber daya air partisipatif di wilayah sungai disusun dalam rangka melaksanakan Pasal 23, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, dan melengkapi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/2009 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Penyusunan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air. Penyusunan pedoman ini berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Sosial, Ekonomi dan Lingkungan, Balitbang, Kementerian Pekerjaan Umum, yang telah dilaksanakan selama 4 tahun dari tahun 2005 sampai dengan 2009 di DAS Bengawan Solo dan DAS Cimanuk. Pedoman ini menetapkan manajemen konservasi SDA partisipatif di wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota agar konservasi SDA dapat dilaksanakan secara teknis sesuai kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Pedoman ini dapat digunakan oleh pemangku kepentingan agar pelaksanaan konservasi SDA khususnya dalam upaya perlindungan dan pelestarian sumber air menjadi lebih optimal. Tujuan ditetapkan pedoman ini untuk dapat digunakan dalam pelaksanaan manajemen konservasi sumber daya air partisipatif di wilayah sungai yang disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi daerah setempat, serta mendukung pelaksanaan konservasi SDA baik sipil teknis, vegetatif, maupun agronomis dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat. Tahapan dalam manajemen konservasi sumber daya air partisipatif di wilayah sungai meliputi persiapan konservasi SDA partisipatif, pemantapan peran masyarakat dan instansi terkait, pelaksanaan konservasi SDA partisipatif, dan pengelolaan pemantauan dan evaluasi. SUMBER DAYA AIR Metode
Pedoman asbuton campuran panas Pd T-07-2004-B Pedoman ini meliputi penyiapan campuran asbuton dengan cara panas terdiri dari campuran asbuton, agregat dan peremaja yang dicampur di Unit Pencampur Aspal. Pedoman ini juga meliputi penghamparan dan pemadatan campuran pada lapis pondasi antara dan lapis aus. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum 28-PRT-M-2016 Pedoman ini menetapkan langkah-langkah harga satuan dasar (HSD) upah tenaga kerja, HSD alat dan HSD Bahan yang selanjutnya menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari harga perkiraan sendiri (HPS), dapat digunakan pula untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk bidang pekerjaan umum UMUM 28-PRT-M-2016 Metode
Panduan geoteknik 4 : Desain dan konstruksi Pt T-10-2002-B Panduan ini memberikan informasi dan advis dalam desain dan pelaksanaan konstruksi jalan di atas tanah lunak. Panduan ini mengidentifikasikan bermacam solusi yang memungkinkan untuk berbagai kondisi yang berbeda, serta mengemukakan secara umum kelebihan dan kekurangannya. Karenanya panduan ini memberikan metodologi untuk memilih desain yang paling cocok, dan menjelaskan bagaimana caranya Perekayasa Geoteknik yang ditunjuk (Designated Geotechnical Engineer) mengembangkan dan merekam proses pengambilan keputusannya. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Panduan geoteknik 3 : Pengujian tanah lunak pengujian laboratorium Pt M-01-2002-B ·    Panduan ini membahas tentang pengujian-pengujian yang dilaksanakan di laboratorium untuk keperluan evaluasi terhadap stabilitas, daya dukung dan penurunan dari kontruksi jalan yang dibangun di atas tanah lunak. ·    Panduan ini juga menguraikan mengenai lempung inorganik dan lempung organik, gambut, dan penekanan khusus diberikan untuk tindakan pencegahan yang harus diambil ketika melakukan pengujian terhadap lempung organik dan dan gambut serta interpretasi terhadap data yang dihasilkannya. Sedangkan uji untuk material timbunan yang dipadatkan (misalnya untuk mendapatkan nilai maksimum dari kepadatan kering (dry density), nilai CBR (California Bearing Ratio) tidak akan dibahas dalam panduan ini. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Panduan geoteknik 2 : Penyelidikan tanah lunak desain dan pekerjaan lapangan Pt T-09-2002-B ·    Panduan ini tidak membahas pekerjaan struktur atau permasalahan yang berkaitan dengan perkerasan jalan pada tanah lunak. Tetapi beberapa petunjuk yang diberikan pada Panduan ini dan Panduan Geoteknik lainnya dapat pula dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan tersebut.·    Panduan ini membahas tentang Penyelidikan Lapangan untuk keperluan pekerjaan kegeoteknikan yang meliputi studi meja, peninjauan awal dan investigasi lapangan. Hal ini kadang juga dikenal dengan istilah ”Penyelidikan Tanah”. UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Panduan geoteknik 1 : Proses pembentukan dan sifat-sifat dasar tanah lunak Pt T-08-2002-B Tanah lunak yang diuraikan pada panduan ini terdiri dari dua tipe, yang didasarkan atas bahan pembentuknya:·    Tanah inorganik yang berasal dari pelapukan batuan yang diikuti oleh transportasi dan proses-proses lainnya. ·    Gambut yang berasal dari materi tumbuh-tumbuhan yang mengalami berbagai tingkat pembusukan (decomposition). UMUM Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Monitoring dan evaluasi hasil penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk Pd. T-20-2004-A Pedoman monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka pengisian waduk meliputi hal-hal sebagai berikut : SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil no. 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Modul Perencanaan Rumah Tapak Pd-01-2016-C Pedoman ini menetapkan modul ukuran ruang sebagai dasar untuk perencanaan bangunan rumah tapak menggunakan sistem pabrikasi PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 23/SE/M/2016 Tata Cara
Mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan Pd T-16-2005-B Pedoman ini menetapkan tata cara mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan yang meliputi penanganan pada sumber kebisingan, jalur perambatan, dan penerima kebisingan. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pedoman ini meliputi bahan, dimensi, cara penempatan, dan prosedur mitigasi. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana dan pelaksana lapangan dalam upaya penanggulangan dampak kebisingan yang terjadi akibat lalu lintas jalan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Metode perhitungan kapasitas tampungan pada waduk Pt M-03-2000-A Metode ini meliputi hal sebagai berikut : SUMBER DAYA AIR Metode
Metode penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran perkotaan Pd M-01-2004-C Metode ini mencakup langkah-langkah penyusunan pos-pos kebakaran berdasarkan hasil analisis resiko kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran (WMK) perkotaan untuk melengkapi ketentuan pada Kepmeneg PU No. 11/ KPTS/ 2000, yaitu ketentuan teknis manajemen kebakaran perkotaan. Manajemen penanggulangan kebakaran kota meliputi upaya proteksi kebakaran kota yang akan dipenuhi dengan adanya instansi kebakaran kota sebagai suatu public service dalam suatu WMK. Sedangkan Manajemen Penanggulangan kebakaran lingkungan dan manajemen penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung lebih merupakan partisipasi masyarakat dalam menyediakan proteksi kebakaran di sekitarnya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tata Cara
Metode pengujian lentur panel kayu struktural Pd M-18-2000-03 Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis, papan lapis, papan serat teratur, venir komposit dan lapisan komposit. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Metode pengujian bathimetri menggunakan alat perum gema SK SNI M-38-1993-03 Metode pengukuran bathimetri menggunakan alat perum gema ini : SUMBER DAYA AIR Kep men PU No. 396/KPTS/1993 Metode
Metode pengolahan data klimatologi Pd M-18-1995-03 Metode ini bertujuan untuk mengolah dan menyajikan data klimatologi secara tepat dan akurat dan mendapatkan data klimatologi yang andal dan siap pakai. SUMBER DAYA AIR Metode
Metode penentuan volume gambut olahan Pt M-02-2000-A Metode ini mencakup pengukuran volume gambut yang telah diolah dalam bentuk urai dan dinyatakan dalam meter kubik. Metode ini digunakan untuk mengetahui kuantitas gambut dalam transaksi komersial. SUMBER DAYA AIR Metode
Metode penentuan lokasi dan pembangunan pos klimatologi Pd M-19-1995-03 Metode ini bertujuan untuk mendapatkan lokasi pos klimatologi yang tepat serta pembangunan pos klimatologi yang baik dan benar agar diperoleh hasil pengamatan yang akurat bagi perencana dan pengguna data. SUMBER DAYA AIR Metode
Metode memperbaiki bahan bangunan fiber semen Pt M-01-2000-C Fiber semen merupakan bahan alternatif sebagai pengganti kayu yang potensinya semakin berkurang penggunaan fiber semen lebih aman dibandingkan dengan asbes semen yang ada karena kadar asbesnya lebih kecil dari 5 %. UMUM Metode
Marka jalan Pd T-12-2004-B Tata cara perencanaan marka jalan imengatur pengelompokkan marka jalan menurut fungsinya, bentuk dan ukuran, penggunaan serta penempatannya. Tata cara perencanaan marka jalan ini diterapkan dalam perencanaan ruas serta persimpangan jalan baik jalan dalam kota maupun jalan luar kota. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Kriteria teknis penataan ruang kawasan budidaya Permen PU No.41/PRT/M/2007 Pedoman ini dimaksudkan untuk menunjang penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Kota dalam hal pengelolaaan kawasan budidaya. Ruang lingkup materi pedoman ini membahas tentang pengelolaan kawasan budidaya di kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan beserta fasilitas penunjangnya. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Tata Cara
Kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota. Pd S-01-2004-B Pedoman ini mencakup ketentuan umum, ketentuan teknis, kriteria pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sepanjang jalan arteri primer antar kota pada kawasan budidaya. Kriteria yang ada dalam pedoman ini merupakan perangkat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten. JALAN DAN JEMBATAN Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Metode
Instrumentasi tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul Pd. T-08-2004-A Pedoman ini memberikan prinsip-prinsip tentang pelaksanaan, konsep dan pertimbangan sistem desain instrumentasi untuk tubuh bendungan tipe urugan dan tanggul, yang meliputi secara rinci tentang : SUMBER DAYA AIR Metode
Inspeksi dan pemeliharaan drainase jalan Pd T-14-2005-B Pedoman ini menetapkan ketentuan-ketentuan dan tata cara Inspeksi dan Pemeliharaan Drainase jalan baik yang bersifat rutin maupun khusus. JALAN DAN JEMBATAN Tata Cara
Evaluasi Hasil Pengujian Geser langsung antarmuka geosintetik SURAT EDARAN NOMOR : 35/SE/M/2015 Pedoman ini memberikan pertimbangan-pertimbangan dalam melakukan evaluasi hasil pengujian geser langsung dengan menggunakan material geosintetik. UMUM Metode
Evaluasi daya dukung tiang berdasarkan hasil uji metode dinamik 04-SE-M-2017 Evaluasi daya dukung tiang berdasarkan hasil uji metode dinamik JALAN DAN JEMBATAN 04-SE-M-2017 Metode
Desain dan konstruksi pita drain vertikal prefabrikasi (PDVP) Pd. T-13-2004-A Pedoman ini menjelaskan prinsip-prinsip tentang penggunaan pita drain vertical prefabrikasi (PDVP) atau drain sumbu untuk konstruksi bangunan air (bendungan urugan) yang terdiri dari: SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil No. 360/KPTS/M/2004 Metode
Audit keselamatan jalan Pd T-17-2005-B Pedoman audit keselamatan jalan ini menetapkan ketentuan dan prosedur pelaksanaan audit keselamatan jalan mulai dari tahap perencanaan awal hingga tahap percobaan atau beroperasinya jalan tersebut secara penuh. Hal-hal yang diatur dalam pedoman ini, termasuk persyaratan umum, administratif, dan teknis pelaksanaan audit. Selain itu pedoman ini menguraikan tahapan pelaksanaan audit yang dilengkapi dengan daftar periksa yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. JALAN DAN JEMBATAN Metode
Analisis stabilitas bendungan tipe urugan akibat gempa bumi Pd. T-14-2004-A Pedoman ini menjelaskan Analisis stabilitas bendungan tipe urugan akibat beban gempa, seperti diuraikan secara singkat dalam bagan alir pada lampiran gambar A.1, yang terdiri dari : SUMBER DAYA AIR Kepmen Kimpraswil No. 360/KPTS/M/2004 Metode
Analisis resiko investasi jalan tol Pd T-01-2005-B Pedoman ini menetapkan ketentuan dan tata cara dalam menilai resiko investasi jalan tol, yang mencakup hal-hal antara lain jenis-jenis resiko, pengelompokan resiko, analisis resiko dan penetapan faktor resiko investasi. Di samping itu dibahas pula mengenai teknik pengelolaan resiko dan alokasi resiko antara pemerintah dan swasta. JALAN DAN JEMBATAN Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Pd T-01-2005-A Pedoman analisis harga satuan pekerjaan ini memuat indeks bahan bangunan, indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan persiapan, pembersihan, galian tanah, timbunan tanah, pasangan batu belah, plesteran, beton, pembesian, cetakan beton dan pintu air sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan jaringan irigasi tersier yang dikerjakan dengan cara manual. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
Analisis daya dukung tanah pondasi dangkal bangunan air Pd T-02-2005-A Pedoman ini menetapkan analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air untuk keperluan desain bangunan dan fondasi bangunan air. Dalam pedoman ini diuraikan prinsip-prinsip analisis daya dukung sebagai berikut. SUMBER DAYA AIR Nomor : 330/KPTS/M/2002 Metode
SPESIFIKASI RUMPUT VETIVER UNTUK LERENG JALAN SE NOMOR : 45/SE/M/2015 Standar ini menetapkan ketentuan mengenai persyaratan sifat fisik dari rumput vetiver (Vetiveria zizanioides L) yang dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana, pelaksana, dan pengawas, guna memilih dengan tepat jenis rumput vetiver yang sesuai untuk mencegah erosi dan longsoran dangkal pada lereng jalan. JALAN DAN JEMBATAN NOMOR : 45/SE/M/2015 Metode
PEDOMAN PERENCANAAN TEKNIS TIMBUNAN MATERIAL RINGAN MORTAR-BUSA UNTUK KONSTRUKSI JALAN NOMOR : 42/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan dan prosedur perencanaan teknis material ringan mortar-busa untuk konstruksi jalan, yang meliputi karakteristik material ringan mortar-busa, penyelidikan geoteknik, dan kriteria perencanaan dengan material ringan mortar-busa. Kriteria perencanaan timbunan material ringan mortar-busa untuk konstruksi jalan terdiri dari perhitungan tinggi kritis, perhitungan penurunan, serta perhitungan stabilitas timbunan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PERENCANAAN TEKNIS DRAINASE BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN FILTER GEOTEKSTIL NOMOR : 34/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan ketentuan, prosedur perencanaan teknis,dan pelaksanaan filter geotekstil untuk sistem drainase bawah permukaan yang meliputi drainase perkerasan (lapis fondasi permeabel) dan drainase pengontrol air tanah. UMUM Metode
PEDOMAN PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PEKERJAAN SURAT EDARAN NOMOR : 48/SE/M/2015 Tergantung pada Work Breakdown Structure (WBS) dan level pengukuran yang ditetapkan, PPP mengukur produktivitas konstruksi pada tiga level: kegiatan, proyek, dan industri (seperti ditunjukkan pada Gambar 1). Dengan membandingkan jumlah OH (atau satuan input lainnya seperti orang-jam (OJ)) terhadap NPD, PPP memungkinkan pengukuran yang seragam dari elemen bangunan yang telah ditentukan (misal, mengikuti format UNIFORMAT II). Pedoman ini menetapkan proses untuk mengukur produktivitas pekerjaan konstruksi dengan membandingkan penggunaan tenaga kerja terhadap NPD. SUMBER DAYA AIR Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM PERKERASANCAKAR AYAM MODIFIKASI (CAM) SURAT EDARANNOMOR : 49/SE/M/2015 Pedoman ini menetapkan tentang prinsip umum dalam pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan menggunakan Sistem Cakar Ayam Modifikasi, yang selanjutnya disingkat menjadi CAM. Sebagai sistem perkerasan jalan maka di dalam pedoman ini penjelasannya mencakup pekerjaan tanah, pekerjaan pekerasan jalan menggunakan sistem CAM, yang terdiri dari pekerjaan pemasangan pipa baja, pekerjaan wet lean concrete, pekerjaan pelat beton serta pekerjaan pengaspalan. JALAN DAN JEMBATAN Metode
PEDOMAN PELAKSANAAN LAPIS TIPIS ASBUTON BUTUR (BUTUR SEAL) NOMOR : 39/SE/M/2015 Pedoman ini mengatur kaidah-kaidah pelaksanaan lapis tipis asbuton butur yang mencakup penyediaan asbuton B 50/30 yang dihampar dan dipadatkan di atas lapis fondasi agregat (base) atau perkerasan jalan lama (eksisting), yaitu sebagai lapis permukaan. JALAN DAN JEMBATAN Metode

Copyrights © 2018 - SIMSTAN. All Rights Reserved